Young Mother

Young Mother
S2_Story MK Al, Kiya Part 32


__ADS_3

Setelah Kiya sudah tak terlihat lagi, Rafa dan Zidan kini saling pandang lalu tanpa mengucapkan sepatah kata, Rafa ikut berlari meninggalkan kamar tersebut sedangkan Zidan yang bulu kuduknya tiba-tiba berdiri pun ia bergerak dengan gesit menghampiri baby Avas yang masih nyenyak dalam tidurnya dan perlahan ia membawa tubuh anaknya itu dalam gendongannya. Dan barulah ia ikut berlari menjauh dari kamar tersebut.


"Aunty, Uncle!" teriak Kiya saat ia memasuki ruang santai. Dan dari teriakannya tadi, ia berhasil membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut mengalihkan pandangannya kearahnya.


Kiya terus berlari hingga ia mendarat dalam pelukan Kevin dan ia pun kini mengeratkan pelukan tersebut.


Sedangkan Kevin yang mendapat pelukan secara mendadak itu pun kini tangannya bergerak untuk mengelus kepala Kiya.


"Kiya kenapa hmmm?" tanya Kevin dengan lembut.


Kiya yang masih berada didalam dekapan Kevin pun menggelengkan kepalanya. Dan tak berselang lama, terdengar kegaduhan lagi yang menuju ke ruangan tersebut. Yang lagi-lagi membuat semua orang mengalihkan pandangannya ke sumber kegaduhan tersebut.


"Hufttt capek juga," ucap Rafa saat ia sudah sampai di dalam ruangan tersebut dan tak berselang lama dibelakangnya ada Zidan yang juga sudah sampai di ruangan itu. Dan hal itu membuat semua orang kini mengerutkan keningnya.


"Ini kenapa pada lari-larian sih?" tanya Rahel sembari ia bangkit dari duduknya dan menghampiri sang suami yang tampaknya tengah kecapekan karena berlari sembari menggendong baby Avas.


"Itu tadi Kiya," ucap Rafa sembari mengatur nafasnya.


"Kiya kenapa?" tanya Kiara.


"Itu dia tadi... Ah nanti aja aku ceritanya, haus banget nih aku. Butuh minum," ujar Rafa dan dengan cepat Kiara yang kebetulan berada di jarak yang paling dekat dengan Rafa pun langsung menyodorkan satu gelas minuman kearah laki-laki tersebut.


Dan setelah menerima gelas tersebut Rafa mendudukkan tubuhnya disamping Kiara lalu menengguk minuman tadi hingga tandas.


"Thanks sayang," ucap Rafa sembari mengembalikan gelas tadi ke Kiara. Dan hal itu justru lagi-lagi menyita perhatian semua orang disana.


Sedangkan Kiara, ia kini memukul lengan Rafa dengan sangat keras yang membuat sang empu mengaduh kesakitan.


"Sayang-sayang, kepalamu peang," ucap Kiara.


"Ck, emang kenapa sih, kayak gak terima gitu aku panggil kamu dengan sebutan sayang?" tutur Rafa.


"Ya jelas gak terima lah. Emang kamu tuh siapa berani-beraninya panggil aku dengan sebutan itu?" tutur Kiara.

__ADS_1


"Calon suami," jawab Rafa yang berhasil membuat Olive tersedak minuman yang baru saja masuk kedalam tenggorokannya.


"Uhuk uhuk uhuk." Dea yang berada disamping Olive pun membantu menepuk punggung Olive.


"Hati-hati kali Kak kalau lagi minum tuh," ucap Dea.


"Bener tuh. Minuman lo juga gak akan ada yang minta," timpal Rafa yang malah mendapat pelototan mata dari Olive.


"Heh tokek belang. Gue tersedak tadi bukan gara-gara minuman ini tapi gara-gara omongan murahan lo itu," ujar Olive yang tak pernah ada kata akur dengan Rafa.


"Emang omongan gue tadi ada yang salah? Perasaan gak deh. Dan omongan gue tadi jauh lebih mahal dari mulut comberan lo itu," balas Rafa yang berhasil membuat Olive murka. Dan dengan cepat Olive mengambil sesuatu yang bisa ia gunakan untuk menimpuk laki-laki tersebut.


Dan saat ia melihat asbak yang terbuat dari kayu, tanpa berpikir panjang Olive melemparkan asbak tadi kearah Rafa. Dan tanpa bisa dihindari lagi, asbak tadi berhasil mendarat tepat di alis bagian atas wajah Rafa.


"Aw," ringis Rafa.


"Rasain tuh," ucap Olive tanpa rasa kasihan sedikitpun dengan sepupunya itu.


"Kak," panggil Kiara sembari memegang tangan Rafa yang menutupi sebagian wajahnya itu.


"Biar Kiara bantu lihat," sambung Kiara dengan perlahan membuka tangan Rafa tadi dan saat tangan itu menyingkir, semua orang termasuk Olive kini melebarkan matanya.


"Ya ampun berdarah Kak," ucap Kiara. Lalu tanpa menunggu lama lagi, ia langsung beranjak dari tempatnya tadi untuk mencari kotak P3K.


Kiya yang juga melihat pertengkaran tadi pun kini menatap kearah Olive.


"Hayo lho Aunty. Uncel Rap terluka kan," ucap Kiya.


"Tanggungjawab tuh Aunty. Beliin permen biar Uncle Rap gak nangis sama gak ngadu sama Mama Uncle nanti," sambung Kiya yang membuat semua orang kecuali Rafa dan Olive menahan tawanya.


Kevin yang masih memangku Kiya pun kini ia mengelus kepala Kiya dengan lembut.


"Kiya harus ingat ya perkata Uncle ini. Semua yang Aunty Olive dan Uncle Rafa tadi lakukan, Kiya tidak boleh menirunya. Jika sampai Kiya meniru dan ketahuan sama Uncle, Uncle tidak mau berteman lagi sama Kiya dan Uncle juga gak mau beliin es krim, coklat dan apapun yang Kiya mau," tutur Rafa yang langsung mendapat gelengan kepala dari Kiya.

__ADS_1


"Gak kok. Kiya gak bakal niru apa yang dilakukan Aunty Lip sama Uncle Rap tadi," ujar Kiya.


"Baiklah, untuk saat ini Uncel percaya sama Kiya," tutur Rafa diakhiri ia mencium pipi Kiya.


Kiara kini telah kembali ke ruangan tersebut sembari membawa kotak P3K ditangannya. Lalu setelahnya ia mendudukkan tubuhnya berhadapan langsung dengan Rafa. Dan dengan cepat ia mulai menyiapkan peralatan yang ia perlukan nanti untuk mengobati luka Rafa tersebut.


"Tahan sebentar ya Kak," ucap Kiara yang sudah memulai mengobati luka tersebut.


"Aws," rintih Rafa.


"Tahan Kak," ujar Kiara sembari terus mengobati luka dengan sesekali ia meniup-niup luka tersebut.


Dan tak berselang lama, Kiara kini telah selesai mengobati luka Rafa itu.


"Dah selesai," tutur Kiara.


"Thanks," ucap Rafa saat Kiara sudah membereskan barang-barang tadi. Kiara kini mengalihkan pandangannya kearah Rafa lalu tersenyum sembari mengangguk guna untuk membalas ucapan dari laki-laki tersebut.


Dan setelahnya ia kembali beranjak untuk mengembalikan kotak P3K tadi ke tempat semula.


Saat Kiara menjauh, kini giliran Olive yang mendekati Rafa. Tapi saat perempuan tersebut sudah berada dihadapan sang empu, Rafa justru berpindah menuju ke samping Kevin.


"Geseran dikit, De," ucap Rafa yang membuat Dea menggeser tubuhnya. Dan setelah ada celah barulah Rafa mendudukkan tubuhnya di antara Kevin dan Dea.


"Rafa," panggil Olive yang hanya diabaikan begitu saja oleh Rafa. Dan laki-laki itu sekarang justru tengah menatap Kiya yang masih nyaman dalam pangkuan Kevin.


"Kiya, gak mau peluk Uncle gitu?" ucap Rafa yang membuat Kiya yang awalnya bergelayut manja dengan dada Kevin sebagai senderan kepalanya, kini anak itu menegakkan tubuhnya lalu setelahnya ia merentangkan kedua tangannya. Rafa yang sudah mendapat kode tersebut pun langsung memeluk tubuh Kiya.


"Memang cuma Kiya yang selalu ngertiin Uncel," ucap Rafa yang membuat Kevin yang bisa mendengar ucapan tersebut pun kini memutar bola matanya malas.


"Sayang Kiya banyak-banyak," tutur Rafa lagi yang membuat Kiya mengeratkan pelukannya.


"Kiya juga sayang Uncle Rap banyak-banyak," balas Kiya sembari mengelus-elus punggung Rafa.

__ADS_1


__ADS_2