Young Mother

Young Mother
Apa Lagi Ini?


__ADS_3

Ciara perlahan mendekati tubuh Devano yang masih terbaring lemah di atas brankar dengan perban di kepalanya serta wajah yang sangat pucat ditambah dengan beberapa alat yang terpasang di tubuhnya.


Ia kini menatap lekat wajah yang selalu terlihat tampan itu kini kembali penuh dengan luka lebam yang cukup parah. Kemudian ia perlahan mengusap tangan Devano dan menggenggam tangan tersebut sembari duduk di kursi yang sudah di sediakan.


"Maaf untuk semuanya Dev dan terimakasih karena kamu sudah membuktikan bahwa kamu mau bertanggungjawab atas apa yang kamu lakukan dulu sama aku. Tapi seharusnya kamu ngajak aku ketika kamu bertemu sama Mama, Papa bukan sendiri kayak tadi yang berakhir kamu sampai sini. Andaikan tadi aku juga tak ada kendala dijalan pasti semua akan baik-baik saja. Maaf, maaf, maaf aku benar-benar minta maaf sama kamu, Dev dan aku mohon segeralah sadar," ucap Ciara dengan air mata yang selalu menetes di pipinya sembari sesekali mencium tangan yang biasanya terasa hangat saat menggenggamnya kini terasa dingin tanpa membalas genggaman tangannya.


Ciara masih setia dengan menggenggam tangan Devano dan menaruh tangan tersebut ke pipinya hingga dokter yang menangani Devano menghampirinya.


"Maaf nyonya, waktu anda telah habis. Jika nanti kondisi tuan Devano semakin stabil akan segera kami pindah ke ruang inap biasa tapi untuk saat ini kondisi tuan Devano masih naik turun dan saya harap pengertian dari nyonya untuk keluar terlebih dahulu dari ruangan ini agar tuan Devano dapat tenang sedikit," ucap dokter tersebut.


Berat memang meninggalkan Devano diruangan tersebut sendirian, tapi jika itu untuk membuat Devano semakin baik maka Ciara dengan berat hati akan keluar dari ruangan tersebut. Dan dengan setia ia akan menunggu kabar gembira itu dari dokter tadi.


Dengan perlahan Ciara melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut dengan sesekali ia menoleh kearah Devano yang masih saja menutup matanya.


"Cepatlah sadar Dev. Aku tidak suka melihatmu terbaring lemah seperti ini," batin Ciara sebelum akhirnya ia keluar dari ruangan tersebut dan langsung disambut oleh orangtua Devano.


"Devano sudah siuman?" Tanya Mommy Nina.


Ciara menggelengkan kepalanya dengan menunduk.


Mommy Nina yang melihat raut wajah kesedihan dari Ciara dengan cepat ia memeluk tubuh Ciara.


"Yakinlah Devano akan segera siuman. Anak Mommy itu kuat sangat kuat bahkan dan perlu kamu ingat jika dia pernah melewati maut sebelum ini. Jadi kamu tenang ya dan tetap doakan Devano," tutur Mommy Nina.


Ciara mengangguk dalam pelukan itu.


"Kamu pulang dulu, istirahat. Kasihan juga Al, ini udah malam soalnya," ucap Mommy Nina sembari melepaskan pelukannya.


"Cia disini aja Mom. Untuk Al biar sama Olive dan Dea."


"Ya sudah kalau gitu. Tapi kamu harus beri dia pengertian jika dia tidak mau, maka kamu jangan memaksa dia." Ciara mengangguk dan sekarang ia menghampiri Al yang tengah menonton kartun di layar ponsel Olive.


"Al," panggil Ciara.


Al mendangakan kepalanya untuk menatap wajah Ciara. Kemudian Ciara tersenyum dan terduduk di samping Olive yang memangku Al.


"Al hari ini pulang dulu sama aunty Olive sama aunty Dea ya. Mama harus jagain Papa disini," ucap Ciara dengan lembut.

__ADS_1


"Al juga mau jagain Papa disini," tutur Al dan menjauhkan ponsel Olive dari hadapannya.


"Tidak bisa sayang. Al harus segera pulang dan tidur. Apa Al mau Papa nanti marah saat tau Al masih disini dan tidak istirahat?" Al tampak menimbang ucapan dari Ciara tadi.


"Ya sudah gini saja. Al malam ini pulang dan besok pagi Al boleh kesini jenguk Papa," tutur Ciara.


Al masih terdiam dan sedetik kemudian ia mengangguk. Ciara tersenyum dan mengelus rambut Al.


"Good boy. Jangan lupa doain Papa ya nak, biar Papa bisa keluar dari ruangan itu dan Al bisa ketemu lagi sama Papa."


"Al akan selalu berdoa buat kesembuhan Papa. Al tidak mau kehilangan Papa lagi. Papa harus sama Al selamanya," tutur Al.


"Terima sayang," ucap Ciara sembari mengecup pipi Al.


Kini Olive berdiri dari duduknya dan membawa Al ke dalam gendongannya.


"Kita pulang dulu Ci. Kalau ada apa-apa kabarin kita dan untuk Al kamu gak usah khawatir kita bisa handle dia. Kamu jangan lupa istirahat juga, jangan begadang." Ciara mengangguk untuk menjawab ucapan dari Olive.


"Om, Tante, kita pamit dulu. Semoga Devano segera membaik dan sadar," tutur Olive sembari mencium telapak tangan orangtua Devano di ikuti dengan Dea yang melakukan hal yang sama dengan Olive.


"Mai, Dai. Jangan sedih ya, Papa Al kan kuat. Dan besok pagi Al kesini lagi," pamit Al.


"Tentu. Al anak baik Mai, jadi gak akan pernah nakal." Mommy Nina tersenyum. Sepertinya tak hanya wajah saja yang sama dengan Devano, tapi sifatnya yang terlalu percaya diri ternyata juga turun ke Al. Tak salah lagi dengan pribahasa buah jatuh tak jauh dari pohonnya yang kini menggambarkan Devano dan juga Al.


"Bye bye Mama, Mai dan Dai," ucap Al saat dirinya perlahan pergi dari hadapan tiga orang dewasa itu.


"Bye sayang," balas ketiganya.


Dan setelah kepergian Al, Olive, dan Dea, di ruang tunggu tersebut kini tampak kembali sunyi dan mencekam.


"Mom, Dad. Kalian tidak ingin pulang juga? Kalau Mom dan Dad mau pulang gak papa biar Cia yang jagain Dev. Kalau nanti ada perkembangan biar Cia kabarin kalian." Mommy Nina menggelengkan kepalanya.


"Mom akan temani kamu buat jagain Dev disini," tutur Mommy Nina.


"Tapi disini tak ada tempat istirahat yang nyaman Mom. Nanti badan Mom bisa sakit lho," ucap Ciara yang tak tega jika kedua orangtua Devano harus tidur dengan posisi duduk di ruang tunggu.


"Tak apa, Mom sudah biasa tidur dengan cara duduk begini."

__ADS_1


"Apa Mom yakin?"


"Mom yakin sayang. Sudah tak perlu khawatir sama Mom lagi." Ciara tampak menghela nafas kemudian menganggukkan kepalanya.


Setelah percakapan tadi tak ada lagi suara yang memecahkan kesunyian di malam hari itu. Mommy Nina tengah sibuk dengan ponselnya, Daddy Tian sudah terlelap dalam tidurnya, sedangkan Ciara, ia masih memikirkan kondisi Devano dengan terus berdoa di dalam hatinya agar Devano kondisinya semakin membaik, stabil dan segera tersadar dari komanya.


...****************...


Kini sinar bulan berganti dengan sinar matahari yang masih tampak malu-malu memancarkan sinarnya dan disitulah kedua orangtua Devano baru bangun dari tidur yang Ciara pastikan itu sangat tak nyaman. Sedangkan dia semalaman tak bisa tidur. Ia takut jika dirinya tertidur akan ada hal yang tak ia inginkan terjadi kepada Devano.


Mommy Nina yang kebetulan disamping Ciara pun menolehkan kepalanya.


"Kamu gak tidur, Ci?" Ciara mengalihkan pandangannya yang kosong tadi menghadap ke arah Mommy Nina dengan senyumnya.


"Tidur kok Mom," bohong Ciara.


"Kamu sudah sholat?" Ciara menganggukkan kepalanya. Bahkan sejak pukul 3 pagi ia berada di mushola rumah sakit itu untuk melaksanakan sholat sunah untuk keselamatan Devano dan disambung dengan sholat subuh saat telah tiba waktunya tadi.


"Syukurlah, kalau begitu Mom sama Dad tinggal bentar ya ke mushola. Kamu gak Papa kan kita tinggal sendirian?"


"Gak papa Mom." Mommy Nina tersenyum kemudian ia bangkit dari duduknya menuju mushola.


"Dad tinggal dulu ya." Ciara mengangguk, lalu Daddy Tian menyusul Mommy Nina yang sudah lebih dulu pergi.


Tak berselang lama dari perginya mereka berdua, dokter dan beberapa suster tengah berlari masuk kedalam ruang UGD dimana tempat Devano berada. Dan hal itu membuat Ciara kembali cemas, kemudian ia menghentikan salah satu suster untuk bertanya.


"Maaf sus, ada apa ya? Kenapa seperti ada yang sangat darurat?" tanya Ciara.


"Ah itu pasien yang didalam ruangan tersebut kondisinya menurun dan detak jantungnya sangat lemah. Saya permisi dulu." Setelah mengucapkan perkatanya suster tadi bergegas masuk kedalam.


Sedangkan Ciara, tubuhnya tiba-tiba lemas, mata yang sudah mulai kering kini kembali basah. Pikiran negatifnya kembali menjalar di otaknya.


"Dev, aku mohon jangan tinggalin aku dan Al, hiks," gumam Ciara yang terduduk lemas di kursi tadi dengan tangis yang kembali pecah.


...****************...


Yuk 500 like sebelum nanti siang bisa kak hayo 😂

__ADS_1


stay safe, stay healthy and stay with me 🤗 See you next eps bye 👋


__ADS_2