Young Mother

Young Mother
Hidup dalam kebahagiaan


__ADS_3

Kini sudah 1 bulan setelah Tiara dinyatakan meninggal dunia. Dan dalam pantauan anak buah Devano, dalam kurun waktu beberapa minggu terakhir, keluarga Tiara telah dinyatakan gulung tikar dalam berbisnis karena memang kekuatan terbesar untuk mencari uang di keluarga tersebut berada di tangan Tiara yang sayangnya dia sudah tidak ada lagi untuk mereka.


Sedangkan kondisi Ester justru sebaliknya, anak itu sangat disayang dan dimanjakan bak ratu di rumah Papanya. Semua keluarga besar dari laki-laki itu sangat menyayangi Ester terutama istri baru dari laki-laki itu yang sudah menganggap Ester sebagai anaknya sendiri. Kasih sayang yang belum pernah dirasakan oleh Ester kini anak itu sudah mendapatkannya. Dan penyiksaan, umpatan dan lain sebagainya yang mengganggu mentalnya kini sudah diganti dengan keluarga yang selalu merangkulnya dengan kehangatan. Dan disitulah Devano merasa lega untuk hal itu.


Memang setelah meninggalnya Tiara, Devano mengerahkan beberapa anak buahnya untuk memantau perkembangan keluarga Tiara terutama Ester karena ia tak mau jika anak itu kembali menerima kekerasan lagi bersama laki-laki itu. Bahkan jika hal itu terjadi Devano tak akan segan-segan untuk mengadopsi Ester sebagai anaknya yang tentunya ia sudah membicarakan hal itu bersama Ciara dan istrinya itu sangat-sangat setuju dengan idenya. Tapi syukurnya Ester diterima dikeluarga laki-laki tersebut dengan tangan terbuka.


"Walaupun dia aman dalam keluarga itu tapi tetap awasi dia," ucap Devano saat anak buahnya yang ia tugaskan untuk memantau Ester menelfonnya.


📞 : "Baik tuan. Akan saya pantau perkembangan nona Ester," ujarnya lalu setelahnya sambungan telepon dari kedua orang tersebut terputus.


Bertepatan dengan itu, Ciara baru masuk kedalam kamar setelah dirinya menidurkan Kiya di kamarnya. Yap, Kiya sekarang sudah tidur sendiri tentunya itu semua keinginan Devano agar jika ia ingin berduaan atau sedang bercocok tanam dengan Ciara, mereka tak akan kesusahan untuk menahannya.


Dan kini Ciara perlahan mendekati Devano yang tengah berdiri di balkon kamar tersebut dan tanpa permisi Ciara memeluk tubuh suaminya itu dari belakang. Sedangkan Devano yang tiba-tiba merasakan pelukan hangat pun tersenyum kemudian ia membalikan badannya untuk membalas pelukan dari Ciara.


"Ada apa hmmm?" tanya Devano. Ciara menggelengkan kepalanya yang berada didada bidang milik Devano.


"Hanya rindu berduaan saja," ujar Ciara yang membaut Devano semakin melebarkan senyumnya.


"Al sama Kiya sudah tidur?" tanya Devano sembari membelai kepala Ciara dengan lembut bahkan tangannya sesekali memainkan rambut hitam legam milik sang istri.


"Mereka sudah aman. Ah aku lupa, aku tadi mau tanya sama kamu?" Ciara kini menengadahkan kepalanya menatap wajah Devano tanpa melepaskan pelukannya. Devano mengangkat kedua alisnya.


"Tanya apa hmm?"


"Itu masalah Ester. Anak itu baik-baik saja kan. Aku masih takut jika keluarga baru Ester melakukan hal yang sama dengan keluarga Tiara lakukan sebelumnya. Dan bagaimana mental anak itu? apakah terganggu atau memiliki trauma seperti Al dulu? kita harus memastikan itu sayang. Aku gak mau lihat dia tumbuh dengan mental yang rapuh," ujar Ciara dengan kekhawatirannya.

__ADS_1


"Tenang saja sayang. Semuanya aman. Keluarga baru Ester sangat baik padanya bahkan laki-laki itu dan istrinya juga sudah mendatangi psikolog untuk menanyakan masalah mental Ester. Dan anak buahku masih memantau perkembangan anak perempuan itu sampai saat ini dan dia tadi baru saja mengatakan semuanya baik-baik saja. Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi. Kamu tenang aja ya," ucap Devano diakhiri dengan mencuri kecupan di bibir Ciara. Yang membuat sang empu berdecak lalu ia melepaskan pelukannya kemudian tanpa berucap kata, ia langsung masuk kembali kedalam kamar. Diikuti Devano dibelakangnya.


Dan setelah keduanya merebahkan tubuh mereka diatas ranjang, Devano memeluk tubuh Ciara dengan sangat erat.


"Apa kamu marah gara-gara aku cium kamu gak bilang-bilang?" tanya Devano yang tampak was-was.


"Kenapa aku harus marah hanya gara-gara hal sepele seperti itu," jawab Ciara.


"Kalau tidak marah kenapa tadi ninggalin aku sendiri di balkon kamar. Gak ajak-ajak buat masuk kedalam?" Ciara memutar bola matanya malas.


"Ya kan aku kira kamu masih mau disana. Udah ah aku mau tidur," ucap Ciara dengan mulai menutup matanya. Tapi baru beberapa detik mata itu tertutup, Devano justru menganggunya dengan tangan yang tidak bisa diam, bergerak menelusup masuk kedalam lingerie milik Ciara. Ciara yang paham akan aksi Devano itu pun menghela nafas kemudian ia membuka matanya kembali.


"Mau apa sih? tangan sampai kemana-mana begini," ujar Ciara sembari menepuk pelan tangan Devano yang sudah berada di gunung kembarnya.


"Ini kan malam Jumat sayang, jadi sekali aja deh, ya. Please," tutur Devano dengan mata yang berbinar.


...****************...


Kini waktu menunjukkan pukul 1 malam dan pada waktu itu pula kegiatan sepasang suami istri itu baru selesai. Devano yang sudah berada di samping Ciara pun menatap wajah Istrinya yang tampak kelelahan bahkan peluh hasil olahraga malam mereka masih terlihat di dahi Ciara dan dengan hati-hati, tangan Devano bergerak untuk mengusap keringat tersebut tanpa berniat membangun Ciara yang sepertinya sudah terlelap.


Setelah itu ia mengamati wajah cantik istrinya tanpa berniat mengalihkan pandangannya itu dengan senyum yang terus mengembang di bibir Devano.


"Terimakasih sayang, sudah hadir di hidupku. Sudah mau memaafkan semua kesalahanku dulu dan terimakasih sudah bersedia menjadi istri dari seorang laki-laki yang telah merusak rencana masa depanmu. Entah kebaikan apa yang sudah aku lakukan sehingga sang maha pencipta mengizinkan aku untuk memilikimu. Dan terimakasih telah mempertahankan Al disaat suami brengsekmu ini tanpa perasaan ingin melenyapkannya. Maaf sayang maaf atas semua kesalahanku dulu maupun sekarang. Maaf aku belum bisa menjadi suami yang sempurna untukmu walaupun begitu izinkan aku untuk tetap melindungi kamu dan anak-anak kita sampai akhir usiaku," gumam Devano dengan mengelus pipi Ciara dengan pelan.


Ciara yang sebenarnya belum tertidur pun kini ia memiringkan tubuhnya dan memeluk tubuh suaminya dengan sangat erat.

__ADS_1


"Kamu sudah menjadi suami sempurna bagiku juga menjadi ayah yang sangat baik untuk anak-anak kita. Jangan bahas masa lalu, karena masa-masa itu sudah terlewatkan dan harusnya sudah terlupakan, dan kamu tau justru dengan masa lalu yang kelam itu kita dipertemukan dan diikat oleh suatu hubungan dengan Al yang menjadikan kita bertemu dan bersatu kembali. Dan akan aku izinkan kamu untuk terus menjadi superhero di keluarga kecil kita. Dan aku mohon jangan lelah untuk selalu menasehatiku disaat aku tidak bisa mengontrol emosiku sendiri. Dan terimakasih sudah melengkapi kekuranganku selama ini. I Love You," tutur Ciara dengan mengeratkan pelukannya.


Devano membalas pelukan tersebut dan sesekali mencium puncak kepala Ciara.


"Terimakasih dan I Love You too, my queen," balas Devano.


Kini keduanya saling berpelukan, menikmati kehangatan yang mereka ciptakan. Dengan harapan mereka akan selalu melewati sisa hidup mereka bersama hingga maut memisahkan.


Dan percayalah berdamai dengan masa lalu yang sangat kelam memanglah hal yang sangat sulit dilakukan tapi dengan kita belajar untuk menerimanya dengan ikhlas percayalah hal itu membuat hidup kita justru semakin tenang tanpa adanya dendam akan hal-hal yang sulit kita lupakan.


The End


...****************...


Yuhuuuuuu akhirnya cerita ini selesai juga. Dan author ucapkan terimakasih banyak kepada para readers yang setia membaca cerita yang sangat banyak kekurangan ini, terimakasih sudah memberikan support ke author. Dan maaf karena author jarang balas komen kalian satu persatu. Tapi tenang aja komen kalian tetap author baca kok dan selalu author pantau🤭


Terimakasih juga author ucapkan kepada para author lain yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca cerita ini dan selalu mendukung author.


Untuk ekstra part-nya masih author pikirkan🤭 semoga aja bisa ya buat esktra part-nya. Jadi jangan di Un favorit dulu, oke😘


Dan untuk cerita baru nanti, author akan umumin di sini...Jadi tunggu saja🤭


Jangan lupa juga untuk mampir ke cerita author yang lainnya, pencet aja profil author muncul beberapa cerita absurd yang author buat.


Author juga minta maaf jika banyaknya kesalahan dan kekurangan dalam cerita ini Love You Guys🤗

__ADS_1


Oh ya ada pesan dari Al dan baby Kiya lho, mereka mengucapkan, "We Love You, Aunty, Uncle. Bye-bye sampai ketemu lagi di kesempatan berikutnya. Terimakasih sudah mantau perkembangan Al dan baby Kiya. Dan terimakasih sudah membantu membangkitkan semangat author nyebelin kita berdua hingga detik ini. Cium dan peluk dari jauh untuk Aunty, Uncle dari kita berdua. Jangan lupain kita berdua ya. Kalau kangen tinggal baca lagi, Al dan baby Kiya akan selalu memantau aunty, uncle yang baca cerita ini. Bye-bye semua, Al sama baby Kiya mau ganggu Mama sama Papa soalnya, biar gak bikinin kita dedek bayi baru, bye."


Sekali lagi author absurd ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya 🤗 bye guys see you ❤️


__ADS_2