
Kini jarak antara keduanya semakin dekat. Hal itu seketika langsung membuat Ciara membunyikan alarm bahaya di otak lemotnya itu.
Matanya kini ia arahkan sama persis dengan arah pandang Devano.
"Oh shitttt!!!" umpat Ciara lirih saat tau bahwa sedari tadi Devano melihat lekuk tubuhnya hingga bola mata laki-laki itu seakan ingin keluar dari tempatnya.
"Bodoh banget sih kamu Ciara, astaga bisa-bisanya kamu gak sadar," gerutu Ciara mengumpati dirinya sendiri.
Kini ia menggigit bibir bawahnya, ia takut jika Devano akan berbuat yang tidak-tidak dengan dirinya.
"Stop!!!" teriak Ciara.
Namun teriakan itu tak membuat Devano menghentikan langkahnya.
Ciara sekarang semakin panik. Otaknya yang benar-benar lemot itu tak bisa ia andalkan lagi. Ia bingung sekarang harus berbuat apa.
Kini langkah Ciara terhenti saat tubuhnya sudah mentok di tembok kamarnya. Dan langkah Devano semakin dekat dengannya.
Saat Devano sudah berada di depan tubuh Ciara, ia mengunci pergerakan Ciara mengunakan tangannya yang ia taruh di samping kepala Ciara.
Dan tanpa permisi, Devano mendekatkan wajahnya ke wajah Ciara yang tengah tertegun dan tak bisa berkutik itu.
Wajah mereka berdua kini semakin dekat dan
Cup!
Bibir seksi milik Devano kini menempel pada bibir pink milik Ciara.
Ciara tertegun dengan perlakuan Devano itu. Namun sedetik kemudian, ia tersadar dan mendorong tubuh Devano agar menjauh darinya.
Plak!!!
Bahkan tamparan ia layangkan ke pipi mulus Devano. Tapi sayang tamparan itu tak Devano rasakan.
"Dasar mesum, otak selakangan!" ucap Ciara setelah itu ia langsung lari terbirit-birit menuju kamar mandi untuk menghindari laki-laki gila dengan otak yang dipenuhi selakangan wanita itu.
Sedangkan Devano, ia malah tertawa terbahak-bahak melihat ulah wanitanya bahkan sampai membuat sudut matanya mengeluarkan cairan bening. Tak tertinggal tangannya juga memegangi perutnya yang terasa kram akibat banyaknya tertawa.
Ciara yang sudah berada di dalam kamar mandi pun langsung memukul keningnya saat sadar bahwa baju gantinya lupa ia bawa.
"Astaga, Kenapa itu baju bisa ketinggalan segala sih," gerutu Ciara dengan cukup keras bahkan Devano yang berada diluar kamar mandi dapat mendengarkan gerutuan tersebut.
__ADS_1
Devano kini menghentikan tawanya dan berganti dengan senyum jahil. Kemudian ia bergerak untuk mengambil pakaian yang terjatuh di lantai. Ia memincingkan alisnya kala tak mendapat pakaian dalam Ciara. Mungkin Ciara tadi lupa mengambil barang itu.
Setelah mengambil baju tadi, Devano kini bergerak menuju lemari ganti dan segera mengambilnya pakai dalam milik Ciara. Setelah itu ia berjalan kearah kamar mandi.
Tok tok tok
Devano mengetuk pintu kamar mandi tersebut.
"Ck, apalagi sih?" teriak Ciara dari dalam kamar mandi tersebut.
"Buka dulu sayang," ucap Devano.
"Gak mau, otak kamu mesum banget ish," kesal Ciara.
"Aku cuma mau kasih baju ganti buat kamu aja, sayang. Emang kamu mau kayak gitu terus? Nanti kalau aku khilaf dan saat ini juga kita buat adik untuk Al gimana?" godanya lagi.
Ciara mendengus kesal.
Ceklek
Pintu kamar mandi tersebut akhirnya terbuka namun hanya sedikit.
"Nih bajunya," ucap Devano sembari menyerahkan baju milik Ciara kearah tangan wanitanya itu.
"Punya kamu semakin berisi dan makin besar ya, jadi gak sabar nyobain," ucap Devano ambigu.
Ciara yang semakin geram pun langsung meninju kuat perut Devano setelah itu ia mendorong dengan sekuat tenaga tubuh kekar tersebut hingga terjatuh kelantai.
"Aw, sadis banget sih sama calon suami," ucap Devano sedikit meringis bukan karena pukulan dari Ciara melainkan pantatnya berhasil mendarat dan mencium lantai kamar tersebut.
"Bodo, syukurin, makannya jangan mesum," teriak Ciara dari dalam kamar mandi.
Devano berdecak setelah itu ia bangkit dari jatuhnya dan kini ia beralih mendekati Al yang tak terganggu sedikitpun dengan keributan yang terjadi tadi. Ia lagi-lagi enggan untuk keluar dari kamar tersebut, ia malah kembali merebahkan tubuhnya di samping Al.
"Al, kenapa mama kamu tega banget sih sama Papa," curhat Devano kepada Al ya walaupun anak laki-laki itu tak mendengar ucapannya itu.
"Al, dukung dan doakan Papa ya semoga Papa bisa meluluhkan hati Mama Cia dan kita akan menjadi keluarga yang utuh. Papa akan balas semua kesalahan yang Papa dulu lakukan ke kamu dan Mama. Maafin Papa ya nak, Papa janji tak akan meninggalkan kalian berdua lagi," tutur Devano. Dan kini tangannya ia lingkarkan untuk memeluk tubuh Al bahkan mata lelahnya perlahan menutup dan menyusul Al kedalam alam mimpi.
Sedangkan Ciara yang telah selesai berganti baju pun kini keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap. Perlahan ia mendekati ranjangnya dan dirinya lagi-lagi dibuat kaget saat tau Devano masih di dalam kamarnya bahkan kini laki-laki itu sudah terlelap dalam tidurnya.
Ia yang tadinya ingin berteriak dan mengusir Devano untuk keluar dari kamarnya, ia urungkan. Ia merasa tak tega jika harus membangunkan Devano yang terlihat sangat lelah itu.
__ADS_1
Ciara menghela nafas setelah itu ia mendekati Al dan mencium kening anaknya sebelum dirinya memutuskan untuk keluar dari kamar tersebut.
Saat Ciara sudah berada di ruang keluarga, matanya membulat sempurna saat ingatannya kembali dengan janjinya dengan Olive tadi.
"Astaga," tuturnya setelah itu ia meraih ponselnya dan segera menghubungi Olive yang belum pulang dari kantor karena saat ini jam baru menunjukkan pukul setengah 4 sore.
📞 : "Halo, ada apa Ci?" tanya Olive dari sebrang.
"Liv, meeting dengan perusahaan Rodriguez Corp jadi?" tanya Ciara.
📞 : "Jadi Ci," jawab Olive yang membuat Ciara memincingkan alisnya. Bukanya Devano setengah hari tadi bersama dirinya dan Al?
"Hah? Rodriguez Corp di hadiri sama siapa?" tanya Ciara penasaran.
📞 : "Sekertaris Devano. Emang kenapa sih Ci?" tanya Olive.
"Ah gak papa kok. Maaf ya aku tadi gak bisa ikut meeting," ucap Ciara tak enak.
📞 : "Tenang aja Ci. Toh meetingnya tadi juga lancar kok dan perusahaan Rodriguez Corp setuju bekerja sama dengan kita," tutur Olive dengan senang.
"Syukurlah kalau gitu," ucap Ciara yang bisa bernafas lega sekarang.
📞 : "Oh ya Ci, kamu sekarang dirumah kan?" tanyanya.
"Iya. Maaf aku pulang gak izin dulu. Biar aku kesana lagi habis ini."
📞 : "Gak usaha, ngapain kamu kesini lagi? Toh ini juga kerjaan aku yang belum selesai kalau kerjaan kamu kan udah selesai. Jadi kamu gak perlu kesini lagi, jaga rumah aja dan jaga Al baik-baik. Oh iya, aku juga mau kasih tau kalau aku nanti pulangnya agak malaman," ucap Olive.
"Baiklah. Sekali lagi maaf."
📞 : "Ck, jangan minta maaf terus kayak sama siapa aja," tutur Olive.
📞 : "Udah dulu ya Ci, aku mau lanjutin kerjaan dulu, assalamualaikum," pamit Olive.
"Waalaikumsalam," jawab Ciara. Setelah itu sambungan dari dua orang tersebut terputus.
Ciara kini meletakan kembali ponselnya dan tubuhnya ia sandarkan ke sandaran sofa tersebut dengan mata yang tertutup.
...*****...
Yuk 500 like bisa yuk💪
__ADS_1
Jangan lupa kasih author vote, hadiah dan tips ya biar author semakin semangat lagi untuk nulisnya 😚
Happy reading sayang-sayangku 🤗 See you next eps bye 👋