Young Mother

Young Mother
Kedatangan Seseorang


__ADS_3

Pagi ini seperti biasanya Ciara akan menyiapkan sarapan untuk dirinya, Dea dan juga Al tentunya.


"Pagi Kak," sapa Dea yang baru keluar dari kamarnya.


"Pagi, udah mandi?" tanya Ciara.


"Udah kok. Kakak kalau mau mandi, mandi aja biar aku yang terusin masaknya," ucap Dea.


"Ya udah, ini tolong terusin ya, semua bumbu udah masuk kok tinggal nunggu matangnya aja," tutur Ciara memberitahu.


"Siap." Dea kini mengambil alih tempat Ciara.


Setelah itu Ciara baru meninggalkan dapur dan menuju kedalam kamarnya untuk melakukan ritual mandi.


Tak berselang lama, terdengar suara cempreng dari Al yang baru bangun tidur.


"Mama, Where are you?" teriak Al dengan cukup keras. Ia menunggu sesaat untuk mendengarkan jawaban atas teriakannya tadi dari sang Mama. Namun sepertinya teriakan yang ia lakukan tadi tak membuahkan hasil, terlihat dari tak ada sahutan yang ia dengar dan hal itu mampu membuat Al kesal. Pasalnya ia sedari tadi sudah mencari keberadaan Ciara diseluruh sudut rumah namun ia tak bisa menemukan sosok Ciara rumah tersebut.


Al menghentakkan kakinya dan segera melangkahkan kaki ke arah dapur, ruangan yang belum ia cari sebelumnya.


Al berdecak saat melihat sosok di dalam dapur tersebut bukanlah sang Mama. Ia akhirnya memilih untuk duduk di kursi makan.


Dea yang merasa bahwa dirinya tengah diperhatikan pun menengok ke arah Al yang sudah duduk manis di kursi makan dengan kedua tangannya ia gunakan untuk menopang dagunya.


"Lho boy, baru bangun kok mukanya udah ditekuk aja," ucap Dea saat melihat raut wajah kesal yang mendominasi wajah tampan Al.


"Aunty, Mama udah berangkat kerja ya?" tanya Al.


"Mama Al kan sekarang libur kerja dan dia dirumah kok," jawab Dea sembari menyajikan makanan di atas meja makan.


"Kalau Mama libur kerja, sekarang Mama dimana dong? Dari tadi Al udah cari Mama kemana-mana tapi gak ketemu," tutur Al dengan lesu.


"Itu, Mama Al ada dibelakang Al sekarang." Al dengan segera menengok ke belakang dan benar saja Ciara tengah berdiri disana dengan senyum yang mengembang.


"Mama kok bisa ada di belakang Al? padahal tadi Al udah cari Mama ke seluruh ruangan tapi gak ada," ucap Al kesal.


Ciara tertawa saat melihat raut wajah anaknya yang membuat dirinya semakin terlihat menggemaskan.


"Emang Al tadi udah cari Mama di kamar mandi?" tanya Ciara sembari mendudukkan tubuhnya di kursi sebelah Al.

__ADS_1


Al menggelengkan kepalanya. Setelah itu ia menatap ke wajah Ciara dengan sangat intens yang membuat Ciara mengerutkan keningnya.


"Mama habis mandi?" tanya Al. Dengan segera Ciara menganggukkan kepalanya.


"Ow," beo Al.


"Mama gak kerja kan?' tanyanya lagi.


"Enggak sayang. Mama hari ini libur," jawab Ciara.


Kini raut wajah Al yang tadinya kesal dan sangat masam kini berubah menjadi ceria.


"Yeay," teriak Al senang.


Ciara tersenyum sembari mengusap rambut anaknya.


"Sekarang kita sarapan dulu yuk," ucap Ciara.


"Tapi Ma, Al belum mandi."


"Gak apa-apa. Nanti aja mandinya kalau udah selesai sarapan," tutur Ciara dan diangguki oleh Al.


"Biar Kakak aja yang bukain, kamu lanjutin aja makannya," ujar Ciara sembari bangkit dari duduknya dan segera menuju pintu utama rumah tersebut.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu kembali berbunyi.


"Iya sebentar!" teriak Ciara.


Saat dirinya sudah sampai di depan pintu tersebut, Ciara segera membukanya.


"Selamat pagi," sapa orang yang kini berada di depan Ciara dengan senyum manisnya.


Ciara membalas senyum tersebut.


"Selamat pagi juga. Tumben kesini?" tanya Ciara kearah orang tersebut.


"Ck, beberapa hari yang lalu aku ada kerjaan di negara sebelah dan itu juga sangat mendadak. Oh iya mana Al?" tanya orang tersebut.

__ADS_1


"Al lagi sarapan. Masuk gih pegel juga kalau lama-lama berdiri kayak gini. Sekalian kamu juga sarapan sana," ucap Ciara.


Orang tersebut pun masuk kedalam rumah sederhana milik Ciara dan segera nyelonong masuk ke arah dapur.


"Assalamualaikum," ucapnya guna menyadarkan kedua orang yang tengah fokus dengan makanan mereka.


"Waalaikumsalam," jawaban mereka kompak.


Al yang tadinya membelakangi orang tersebut, kini menengok kearah sumber suara yang tak asing ditelinganya. Saat dirinya sudah mengetahui siapa yang datang, Al langsung turun dari kursinya dan ia segera berlari kearah orang tersebut.


"Jangan lari-lari boy, nanti jatuh dan perut kamu nanti bisa sakit," larangnya.


Al mencebikkan bibirnya dan ia mengubah larinya menjadi jalan biasa hingga tubuh Al kini berada di depan orang tersebut yang tengah menjongkokan tubuhnya agar sejajar dengan. tubuh Al.


"Uncle kemana aja? Al kangen tau," ucap Al dengan memanyunkan bibirnya yang membuat orang yang disebut uncle oleh Al pun tertawa gemas.


"Kalau kangen peluk Uncle dong," tuturnya sembari merentangkan kedua tangannya. Dengan senang hati Al segera berhambur kepelukan pria itu.


"Uncle juga kangen sama Al," ucapnya dengan membalas pelukan dari Al.


"Udah nanti lagi kangen-kangenannya. Sekarang lanjutin sarapan kamu, Al. Dan kamu, Dafit juga ikut sarapan sini," tutur Ciara yang sudah kembali duduk di kursinya.


Yap, orang yang saat ini mengunjungi Ciara adalah Dafit. Pria yang dua tahun lalu ia temui karena sebuah tragedi yang membuat ia sebal. Dan kini pria tersebut malah menjadi sangat akrab dengannya bahkan sangat dekat dengan Al maupun Dea.


Dafit juga sudah mengetahui seluk beluk kehidupan kelam dari Ciara dan juga sudah mengetahui keberadaan Al itu dari hasil kesalahan. Itu pun dia juga di beritahu oleh Ciara secara langsung saat dirinya dulu tak sengaja bertanya akan keberadaan Papa dari Al sekaligus Suami dari Ciara. Namun ia dulu hanya bisa melihat raut wajah yang sangat sedih di wajah Ciara dan saat itu pula Ciara memberitahu kebenarannya sekaligus rahasia besarnya. Pada saat mendengar cerita dari Ciara, Dafit awalnya ingin sekali mencari keberadaan pria berengsek tersebut walaupun ia tak tau pasti yang mana pria itu karena Ciara tak memberitahu nama dan karakter fisik pria tersebut. Terlebih lagi Ciara juga memohon kepada dirinya untuk tak menemui pria yang tak bertanggungjawab itu. Dan Dafit hanya bisa pasrah saja, namun ia juga berjanji akan menghajar orang tersebut jika ia berani menunjukkan batang hidungnya di hadapan dirinya.


Back to story


Kini kedua laki-laki beda usia itu sudah bergabung bersama dengan Ciara dan juga Dea di meja makan.


"Wah enak nih. Siapa yang masak?" tanya Dafit setelah menelan satu sendok makanan tadi.


"Kak Ciara dong pastinya," jawab Dea yang telah selesai dengan acara sarapan paginya.


"Pantesan enak," ucap Dafit.


"Aku kalau masak gak akan pernah mengecewakan," tutur Ciara dengan berbangga diri.


"Iya-iya deh percaya," ucap Dea dan juga Dafit bersamaan yang membuat Ciara tertawa pelan.

__ADS_1


Kini Ciara, Al dan juga Dafit menyelesaikan acara sarapannya tanpa ada yang menganggu lagi bahkan ketiga orang tersebut terlihat seperti satu keluarga kecil yang sangat bahagia. Sedangkan Dea, ia tadi sudah berpamitan untuk kembali ke kamarnya untuk mengepak baju dan barang-barangnya yang akan ia bawa nanti ke Indonesia.


__ADS_2