Young Mother

Young Mother
Memohon


__ADS_3

Devano masih saja berusaha untuk meminta maaf dengan Ciara sesuai apa yang ia katakan sebelumnya, apapun yang terjadi ia akan terus berusaha dan tak akan menyia-nyiakannya lagi.


"Ciara please, aku mohon kasih aku kesempatan," tutur Devano.


Ciara yang tadinya enggan menatap Devano kini mata tajamnya ia berikan ke arah Devano bahkan sekarang dengan senyum miringnya. Ia tak habis pikir laki-laki dihadapannya sekarang bisa berbicara seperti itu tanpa dosa.


"Apa katamu? maaf? menyesal? kesempatan? Apakah orang sepertimu ini pantas mendapatkan itu semua tuan Devano Belvix Rodriguez yang terhormat?" ucap Ciara dengan menekankan nama lengkap Devano.


"Cia, aku mohon, beri aku kesempatan. Aku tau aku salah, aku tau dosaku begitu besar, aku sadar itu semua Ci. Selama ini hidupku dipenuhi rasa penyesalan yang begitu besar dan selama ini juga hidupku hanya buat cari kemana kamu pergi, Cia. Bahkan ke seluruh dunia aku cari kamu selama 5 tahun belakangan ini tapi aku gagal menemukan keberadaanmu. Cia, aku mohon maafkan aku," tutur Devano dan kini tubuhnya ia luruh kan ke bawah untuk bersimpuh di kaki Ciara. Raut wajahnya yang tadinya datar kini terlihat begitu sendu dengan tatapan penuh penyesalan.


Ciara tergelak kaget saat Devano bersimpuh di kakinya bahkan ia sempat berpikir jika didepannya ini bukanlah Devano yang asli. Namun segera ia singkirkan pikiran tak bermutu itu. Ia menormalkan wajahnya kembali.


"Berdiri," tutur Ciara dingin tanpa melihat kearah Devano.

__ADS_1


"Gak, aku gak akan berdiri sebelum kamu maafin aku Cia," kekeh Devano.


"Saya bilang berdiri! dan segera angkat kaki dari sini, jangan buat saya semakin membenci anda," geram Ciara.


"Please Ci, aku mau bicarain masalah kita ini baik-baik. Aku tau dan aku benar-benar sadar kalau aku ini laki-laki bodoh, laki-laki brengsek yang dengan seenaknya lari dari tanggungjawab yang telah aku perbuat ke kamu. Bahkan aku juga biarin kamu menanggung itu semua sendiri dalam keadaan menderita selama ini. Dan dengan teganya aku juga meminta kamu buat gugurin kandungan kamu waktu itu," tutur Devano dengan menarik nafasnya sesaat sebelum melanjutkan ucapannya itu.


"Aku tau aku ini laki-laki yang tak tau malu yang selalu merindukan sosok kamu setelah aku menorehkan luka yang teramat dalam di hatimu. Tapi apa kamu tau Ci, setiap malam aku selalu menangis dalam penyesalan, aku frustasi, aku juga ketakutan akan bayang-bayang penyesalan yang begitu besar terus menghantuiku. Setiap malam dalam tidurku, aku selalu di datangi oleh bayi laki-laki dalam mimpiku Ci, mimpi itu juga yang membuat aku semakin hancur. Dan aku baru sadar setelah kehilanganmu, aku ternyata sangat memerlukan sosok dirimu di sampingku, aku benar-benar selalu merindukanmu dan satu hal yang juga aku ketahui saat kehilanganmu yaitu rasa cinta yang ternyata sudah tumbuh di hatiku. Ci, aku benar-benar menyesal, tolong maafkan semua kesalahanku," ucap Devano panjang lebar, mengutarakan isi hatinya yang selama ini ia pendam dengan posisi yang masih bersimpuh dibawah tubuh Ciara. Ia sudah tak menghiraukan lagi harga dirinya bahkan ia sekarang sudah menangis dihadapan wanitanya menunjukkan bahwa begitu hancur dirinya selama ini.


"Ci, a---aku moh---" ucapnya terhenti saat Ciara menyentaknya.


"Kamu tidak tau apa yang aku hadapi selama 5 tahun ini. Kesucianku, masa depanku yang sudah aku tata rapi hancur karena ulahmu yang mengambil semuanya secara paksa. Aku hamil diluar nikah, aku kira saat aku memberi tahumu akan kondisiku saat itu, akan langsung menyelesaikan masalah dan mulai menata masa depan yang baru lagi. Tapi ternyata yang aku bayangkan tak seindah kenyataan saat kamu dengan entengnya menyebut jika aku ini wanita murahan, wanita gampangan yang dengan mudah membuka selakangan demi uang. Sebegitu menjijikan kah diriku dimatamu padahal kamu tau sendiri siapa orang yang pertama merenggut kesucianku yang malah dengan seenaknya menginjak-injak harga diriku. Bahkan lebih kejamnya lagi kamu menyuruhku untuk menggugurkan darah dagingmu sendiri. Tidak sampai disitu penderitaanku selama ini Devano. Aku sempat mengalami depresiasi berat, ingin rasanya aku bunuh diri, mengakhiri hidupku yang sangat kejam ini. Aku menjadi anak yang tidak berguna. Kedua orangtuaku mengetahui jika aku hamil waktu itu dan disaat yang bersamaan aku diusir karena aku sudah mencoreng nama baik keluargaku, membuatnya malu memiliki anak sepertiku ini bahkan lebih menyakitkan lagi, mereka juga menyuruhku untuk melakukan aksi bejat seperti apa yang kamu dulu inginkan, mengaborsi, menggugurkan bayi yang tak bersalah. Dan dimalam itu juga aku memutuskan untuk keluar dari rumah orangtuaku dan mungkin dimalam itu kamu tidur dengan nyenyak tapi tidak dengan ku Dev. Aku lontang lantung di jalanan sepi yang hanya ditemani dengan malam yang mencekam dan menakutkan. Aku tak tau arah dan tujuanku waktu itu, hingga aku sampai disalah satu masjid yang mau menampungku di malam itu juga. Tidur meringkuk hanya beralaskan lantai keramik tanpa bantal yang empuk dan selimut yang tebal. Dan saat pagi hari aku harus memutar lagi dimana tempat yang akan aku tumpangi untuk berteduh, menjalani hidup baru lagi dengan harapan yang baru pula. Tapi sepertinya semesta tak mengijinkan wanita pendosa sepertiku ini untuk menjalani hidup yang damai dan memiliki kebahagiaan walau berpindah tempat sekalipun. Saat orang-orang disekitar tau kalau aku hamil, mereka semua mengolok-olokku, merendahkanku, mencaci makiku, menghinaku dan menginjak-injak harga diriku dengan semua perkatan pedas yang terlontar dari mulut orang-orang itu. Bahkan aku sempat diusir karena bagi mereka wanita hamil diluar nikah adalah kesialan dan pembawa mala petaka bagi sekitar. Sampai pada akhirnya aku menemukan orang-orang yang dengan tangan terbuka menerima keadaanku. Yang selalu mendukungku, menguatkanku dan selalu menemaniku disaat aku terpuruk sekalipun. Tapi kebahagiaan itu kembali lenyap saat orang dimasa laluku muncul kembali. Orang yang membuat hidupku layaknya sampah tak ada gunanya. Apa menurutmu semua penderita yang kamu bicarakan tadi sebanding dengan penderitaan yang aku alami selama ini Devano!" terang Ciara dengan keras penuh kemarahan namun terdengar memilukan. Tak lupa dengan dadanya yang senantiasa naik turun menandakan bahwa dia begitu emosi bahkan air matanya terus mengalir membasahi pipinya, ia tak peduli dengan penampilannya sekarang yang nampak kacau dan menyedihkan. Ia hanya ingin meluapkan apa yang selama ini terpendam dalam dadanya.


Sedangkan Devano yang mendengar cerita memilukan dari Ciara pun terpaku dan hanya bisa terdiam membisu ditempat. Sangat dalam ternyata ia menorehkan luka dihati Ciara. Apakah dia sanggup jika berganti posisi dengan Ciara? Jawabnya tidak, ia tak setangguh wanitanya itu.

__ADS_1


"Maaf, maafkan aku Cia. Aku benar-benar menyesal," ucap Devano parau. Hatinya begitu sakit bak di tikam dengan ribuan belati.


Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada 3 pasang mata yang melihat pertengkaran mereka berdua.


Olive dan Dea yang juga turut menyaksikan pun ikut terisak dalam kesedihan yang Ciara rasakan dan mereka juga baru tahu ternyata begitu kelam kehidupan yang harus Ciara lalui selama ini. Namun setelah itu mereka berdua memutuskan untuk pergi dari tempat mereka tadi menuju kamar masing-masing. Dan membiarkan mereka berdua memecahkan masalahnya sendiri tanpa harus ada campur tangan dari keduanya dan mereka juga tak mau mendengarkan cerita yang seharusnya mereka tak ketahui.


Sedangkan 1 pasang mata yang juga turut menyaksikan pertengkaran itu pun tampak syok. Selama ini ia tak pernah melihat wanita yang ia panggil dengan sebutan Mama itu meninggikan suaranya dan berubah menjadi sangat menakutkan. Yap orang itu adalah Al yang tengah berdiam diri di tangga rumah tersebut, menyaksikan kemurkaan sang Mama.


"Ma---mama!"


...*****...


Yuk ah 400 like gas kuy🤭

__ADS_1


Jangan lupa kasih Vote dan hadiah juga ya🤗 See you next eps bye 👋


__ADS_2