Young Mother

Young Mother
S2_Story MK Al, Kiya Part 88


__ADS_3

Sesuai dengan perkataannya kemarin malam, Al sekarang sudah bersiap untuk berziarah ke makam Yura.


Dan saat dirinya sudah berada di lantai bawah, ia sudah tak lagi melihat keberadaan kedua orangtuanya dan juga Kiya disana. Karena sudah Al pastikan jika Kiya sudah pergi sekolah, Papanya sudah pergi kerja sedangkan sang Mama mengikuti Kiya seperti apa yang Al kemarin ucapkan.


Dan tanpa berpamitan terlebih dahulu Al sekarang keluar dari rumah tersebut dan mendekati kedua bodyguard yang sudah menunggunya di samping mobil yang akan mereka gunakan.


"Pagi tuan muda," sapa kedua bodyguard Al.


"Pagi juga Om," sapa balik Al.


"Kita langsung menuju ke makam Yura. Tapi sebelumnya kita mampir dulu di toko bunga," ucap Al yang diangguki oleh kedua bodyguardnya tersebut. Dan setelah mendapat persetujuan dari mereka berdua, Al kini mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam mobil tersebut, diikuti Doni dan Toni.


Dan tak berselang lama mobil itu mulai melaju meninggalkan pekarangan rumah tersebut menuju ke tempat yang Al perintahkan.


"Tuan muda tunggu disini saja ya. Biar saya yang turun membelikan bunga yang sesuai dengan keinginan tuan muda," ujar Toni setelah mobil yang ia kendarai berhenti disalah satu toko bunga. Dan ucapnya tadi terdengar sangat khawatir, khawatir jika Al turun langsung membeli barang tersebut. Takut-takut jika ada seseorang yang berniat mencelakai Al lagi.


"Tidak perlu Om. Biar Al saja yang membelinya. Tapi jika kalian mau ikut, silahkan," tutur Al sembari membuka pintu mobil tersebut tanpa persetujuan dari kedua bodyguardnya itu.


Dan pergerakan dari Al tadi langsung membuat kedua bodyguard tadi bergegas mengikuti Al. Hingga akhirnya mereka bertiga sudah memasuki toko bunga tersebut.


Dan tanpa berpikir panjang karena sebelumnya Al sudah memikirkan bunga apa yang ingin ia bawa, akhirnya hanya hitungan menit saja Al sudah mengambil beberapa bunga yang ia inginkan. Bahkan ia sudah menyerahkan bunga-bunga itu untuk di rangkai oleh penjual.


Dan hal tersebut justru membuat Doni dan Toni mengerutkan keningnya.


"Lho tuan muda kenapa bawa bunga seperti itu? Bukannya kalau kita berziarah harusnya bawa bunga tabur bukan buket bunga?" tutur Toni.


"Om tenang saja, Al juga beli bunga tabur kok. Buket itu hanya untuk pemanis saja," ujar Al yang diangguki oleh Toni.

__ADS_1


Dan beberapa saat setelah pesanan Al telah selesai dibuat dan sudah melakukan transaksi pembayaran, mereka bertiga kini segera menuju ke salah satu pemakaman umum di kota tersebut.


Dan hanya menempuh waktu 20 menit saja, mobil yang di kendarai oleh Toni kini berhenti di tempat utama yang mereka tuju.


Al yang sudah turun dari mobil pun ia tampak menghela nafas sembari menatap kearah hamparan makam didepannya.


"Tuan muda, gak papa kan?" tanya Doni khawatir.


"Aku gak papa, Om. Jangan khawatir. Al hanya ingin segera bertemu Yura saja," ujar Al.


"Baiklah kalau begitu, ikuti langkah saya ya tuan muda," ucap Doni yang diangguki oleh Al.


Setelah melewati beberapa makam orang lain akhirnya langkah Doni terhenti di sebuah makam yang tercantum sebuah nama yang sangat Al kenali.


"Tuan muda, sini," tutur Doni sembari melambaikan tangannya agar Al segera mendekati makam tersebut.


Lalu setelahnya tampak ketiga orang itu tengah khusyuk memanjatkan doa untuk Yura sebelum mereka menabur bunga diatas makam itu. Dan setelah selesai Doni dan Toni saling pandang sebelum akhirnya mereka berdua berdiri untuk menjauh dari makam tersebut, meninggalkan Al sedirian di sana. Karena mereka berdua tau jika tuan mudanya itu membutuhkan waktu untuk mencurahkan isi hatinya kepada Yura, ya walaupun Yura tak akan bisa mendengar curahan hati Al.


Dan benar saja setelah kedua bodyguard tadi pergi, tangan Al kini bergerak untuk mengusap batu nisan di depannya itu.


"Heyyyyyyyy, aku sudah menepati janjiku untuk berkunjung ke rumah baru kamu ini," ucap Al dengan memberikan senyumannya.


"Bagiamana keadaan kamu di surga? Apakah disana kamu sangat bahagia sehingga kamu memilih untuk pergi kesana dengan tergesa-gesa tanpa berpamitan dulu denganku? Hah, tanpa kamu beritahu pun aku juga bisa menebaknya jika kamu di sana jauh lebih bahagia dari pada di dunia. Didunia memang sangat kejam ya Ra, hanya perkara harta saja nyawa jadi taruhannya. Seperti yang kamu rasakan dulu. Hingga akhirnya kamu lelah dengan semuanya dan berakhir kamu meninggalkan kita semua," tutur Al yang sekarang sudah menundukkan kepalanya.


"Dan perlu kamu tau, Ra. Saat aku mengetahui jika kamu sudah berpulang, pada saat itu juga aku berniat untuk ikut kamu ke surga dengan berbagai cara yang sudah terlintas di otakku. Tapi saat aku ingin melakukan hal itu, tiba-tiba saja aku teringat dengan salah satu perkataan kamu, walaupun kita berpisah entah itu jauh atau dekat, kita akan tetap bersama. Dan hal itu membuat aku yakin walaupun kamu sudah tidak ada dan tidak mungkin untuk aku lihat lagi, tapi kamu akan tetap bersamaku, disampingku dan selalu menemani disetiap langkahku," ujar Al yang kembali menegakkan kepalanya dan menatap kearah batu nisan itu yang justru kini membuat Al menghela nafas berat. Apalagi saat dirinya melihat tanggal wafatnya Yura yang sama dengan tanggal lahirnya.


"Yura, aku janji disetiap ulangtahunmu, di tanggal pertama kali kita bertemu dan di tanggal dimana kamu benar-benar meninggalkanku yang merupakan tanggal ulangtahunku juga, aku akan selalu mengunjungimu. Dengan membawa bunga yang sama dengan bunga yang aku bawa saat ini. Karena bunga-bunga itu merupakan bunga kesukaanmu dan baru aku sadari jika bunga itu memiliki makna yang sangat indah dan cantik sama dengan wajahmu. Dan kamu jangan khawatir mengenai rumah pohon kita, aku akan selalu kesana walaupun akan membuat kenangan-kenangan indah itu kembali aku ingat lagi. Tapi perlu kamu tau, jika kenangan itu justru membuatku bahagia karena disaat kenangan itu muncul, aku bisa merasakan kehadiranmu lagi di sampingku. Bahkan aku sangat-sangat berharap kenangan itu akan selalu melekat didalam otakku sampai aku tua nanti," sambung Al dengan menatap lurus kearah batu nisan itu.

__ADS_1


"Yura, terimakasih karena sudah hadir di hidupku walaupun hanya sesaat. Terimakasih karena sudah berhasil merubahku menjadi seseorang yang jauh lebih baik lagi dari sebelumnya. Dan terimakasih karena dirimu lah aku mendapatkan pelajar berharga dalam hidupku. Hanya ucapan terimakasih yang bisa aku lakukan saat ini untuk membalas semua kebaikanmu itu. Dan yakinlah kita akan bertemu di surganya Allah suatu saat nanti, tunggu aku disana ya sampai aku menghampirimu nanti. I really miss you, little angel," ucap Al diakhiri dengan ia mengecup batu nisan tersebut untuk beberapa saat dan setelahnya ia mengelus batu nisan tersebut sebelum dirinya mulai berdiri dari duduknya berniat untuk pergi dari makam tersebut karena saat itu juga air hujan mulai turun membasahi bumi.


Dan dengan senyuman yang mengembang, Al akhirnya melangkahkan kakinya menjauh dari makam Yura tersebut.


Dan kepergiannya tadi membuat kedua bodyguardnya dengan sigap menghampiri Al dengan payung di tangan mereka berdua. Dan setelah Al masuk kedalam mobil itu. Al menatap kearah makam Yura yang masih bisa ia lihat dari kejauhan. Bahkan sampai mobil yang ia tumpangi itu melaju, Al masih menatap kearah makam Yura dan terakhir tatapannya itu jatuh ke bunga yang ia bawa tadi. Bunga dengan memiliki berjuta makna indah tentang keceriaan, harapan, kejujuran dan persahabatan. Tak hanya keempat bunga yang disukai oleh Yura saja yang Al bawa, melainkan Al juga menyelipkan beberapa bunga yang melambangkan arti kesetiaan dan kerinduan yang sangat-sangat menggambarkan keadaannya saat ini. Kesetiaan dengan sahabat yang tak akan pernah bisa ia ajak tertawa dan menangis bersama. Dan kerinduan yang selama ini menghantui dirinya, tapi sayangnya kerinduannya itu sudah tak memiliki alamat untuknya pulang lagi. Kerinduan yang hanya bisa tersampaikan lewat doa bukan dengan bertatap muka...


...~END~...


...****************...


Yuhuuuuuu akhirnya S2 dari cerita Young Mother telah selesai, yeyyyyy...


Author juga mau mengucapkan banyak-banyak terimakasih ke kalian semua yang sudah setia dan mendukung cerita ini dari awal sampai akhir, dari S1 sampai S2 yang ceritanya super-super gak jelas ini.


Maaf jika didalam cerita ini banyak kesalahnya entah itu typo, entah itu ceritanya muter disitu-situ saja, entah alurnya lambat atau yang lainnya, author meminta maaf yang sebesar-besarnya ke kalian semua. Dan harap di maklumi ya, karena author juga masih belajar hehehe 🤭


Dan untuk kisah Al atau Kiya. Kalian mau yang mana lebih dulu, karena rencananya author mau buat cerita mereka secara terpisah buat author gak pusing hehehe sekalian kalian nanti gak bingung juga saat baca. Jadi buruan kutyyy kasih saran ke author yang mana lebih baik author dulukan, kisah Al atau kisah Kiya? Author tunggu di kolom komentar.


Dan untuk perilisan cerita baru tentang mereka berdua, author akan umumkan di dalam cerita ini juga didalam IG author ya. Jadi jangan lupa follow dulu akunnya.


@author_absurb


Dan untuk menunggu pengumuman tentang cerita baru mengenai kedua anak itu, jangan lupa baca cerita author yang lainnya.


Sekali lagi author ucapankan terimakasih ke kalian semua. Salam hangat untuk kalian semua.


See you di cerita selanjutnya bye👋

__ADS_1


__ADS_2