
Selesai sarapan bersama, kini Sofia, Rayden, Alex dan Jia masih berada di meja makan.
"Mama akan antar Rayden ke sekolah dulu sebentar, kalian jangan pergi. Ada yang ingin mama bicarakan," ucap Sofia, dua tangannya membersihkan bibir menggunakan tissue.
Sementara Jia langsung menelan ludahnya kasar, menebak jika pasti Sofia akan membicarakan adegan panasnya dengan Alex tadi.
Ya ampun! hanya membayangkannya saja sudah membuat Jia malu. Berulang kali Jia merutuki kebodohannya sendiri, kenapa dia dan Alex dimana-mana selalu berciuman.
"Ji, dengar tidak?"
"Iya Ma," jawab Jia pasrah dan malu sekaligus.
Setelahnya Sofia dan Rayden pergi. Membuat Jia mulai bisa bernafas lega.
"Bagaimana ini Al? pasti mama ingin membicarakan tentang kita di dapur tadi," tanya Jia dengan cemas, kini Jia dan Alex masih berada di ruang tamu setelah melihat kepergian Sofia dan Rayden.
"Memangnya tadi di dapur kita ngapain?"
"Al!!"
Alex terkekeh.
"Sudah saatnya mama tahu," ucap Alex kemudian, dia pun menarik lembut tangan Jia dan membawanya duduk di sofa ruang tamu itu.
Kini mereka sudah duduk berdampingan, Alex menggenggam kedua tangan Jia erat.
"Ji."
"Hem."
"Kamu mau kan kita menikah lagi?"
Belum sempat Jia menjawab, Alex sudah kembali berucap.
"Aku tidak akan memaksamu untuk menikah sekarang, tapi ayo kita katakan pada mama bahwa kita akan kembali bersama, kembali menikah," jelas Alex dengan raut wajahnya yang nampak tidak tenang, sesungguhnya dia masih takut jika Jia akan menolaknya.
__ADS_1
Dan melihat kegusaran di wajah Alex, Jia pun menarik 1 tangannya yang digenggam erat, lalu mengelus wajah cemas itu dengan sayang.
"Al."
Alex melebarkan penglihatan dan menajamkan pendengarannya. Siap mendengar apapun jawaban Jia.
"Aku mencintai kamu Al, kamu tau?"
Alex mengangguk, "Tapi aku takut kamu meninggalkan aku Jia, cinta saja tidak cukup. Aku ingin memilki kamu sepenuhnya, seperti dulu." balas Alex kemudian.
"Aku sangat menginginkan kamu," ucap Alex lagi lirih, kini kedua matanya sudah berkabut.
"Sebenarnya aku tidak bisa menunggu, aku tidak bisa menahannya lagi." Alex menyatukan kening mereka, sedikit menunduk dan menjangkau bibir Jia untuk dikecupnya. Nafas panah Alex membuat tubuh Jia terbakar. Dari sentuhan ini Jia tahu Alex menginginkan Dia, namun tidak bisa karena mereka bukan lagi suami dan istri.
"Al_"
"Aku tahu Jia, aku tidak akan memaksa kamu. Tidak perduli betapa tersiksanya aku, aku akan menunggu."
"Bukan begitu."
"Lalu?"
"Aku juga menginginkan kamu, tapi_"
"Tapi kamu butuh waktu kan, kamu ingin mencapai cita-cita mu terlebih dulu." potong Alex, dia bahkan menganggukkan kepala, memahami keinginan Jia. Dan Alex mengerti itu, dia akan menunggu dan tidak akan memaksa.
Hanya saja Alex ingin Jia tahu, bahwa dia sangat menginginkan Jia. Mereka pernah menikah dan sebagai pria dia selalu menginginkan kebersamaan mereka diatas ranjang kembali terulang.
"Bukan Al, bukan itu," sanggah Jia.
"Lalu?"
"Aku bisa mendapatkan cita-citaku setelah kita bersama. Tapi aku ingin mendapatkan restu Mama dulu."
Alex mendelik, "Benarkah?"
__ADS_1
Jia mengangguk.
"Jadi kalau mama merestui hubungan kita, kamu bersedia kita menikah sekarang juga?"
lagi lagi Jia mengangguk dan Alex langsung tersenyum dengan lebar. Dalam hatinya Alex bertekad saat ini juga dia akan memaksa Sofia untuk merestui hubungannya dengan Jia.
Ciuman dalam kembali Alex berikan, sebagai tanda perasaannya yang amat sangat bahagia pagi ini. Jia bahkan sampai terdorong hingga bersandar di sofa, kualahan membalas ciuman sang mantan.
"Alex!!" pekik Sofia yang lagi-lagi melihat anak dan menantunya ini berbuat mesyum. Dia bahkan sampai memijat kepala nya yang berdenyut. Membayangkan jika dia akan memiliki cucu kedua diluar pernikahan, kasihan sekali anak itu nanti.
"Mama," desis Jia yang sama terkejutnya. Makin takut jika Sofia tidak merestui mereka. Karena kini Jia merasa sudah menjadi wanita penggoda.
"Sebaiknya kalian cepat daftarkan pernikahan kalian lagi, mama tidak ingin Jia hamil di luar nikah."
Alex dan Jia mendelik, sedikit tidak percaya dengan apa yang mereka dengarkan.
"Apa Ma?" tanya Jia yang takut salah dengar.
Sofia lantas mendekat dan memeluk Jia erat.
"Mama mohon Ji, jadilah menantu mama lagi," ucap Sofia lirih.
Dan mendengar itu Jia sungguh terharu, namun belum sempat Jia menjawab. Alex sudah lebih dulu melerai pelukan kedua orang ini.
"Baiklah, sekarang juga kami akan mendaftarkan pernikahan kami," ucap Alex tiba-tiba, dia bahkan langsung menarik tangan Jia untuk segera pergi.
Meninggalkan Sofia yang geleng-geleng kepala melihat tingkah anak laki-lakinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Catatan Author
Nikahnya mereka cepet ya, sehari selesai. Cuma dicatat dan resmi. sudah ku bilang sejak awal cerita ini tidak mengandung unsur agama dan negara manapun. Semua nya bebas tanpa mengenal dosa mereka ciuman dimana-mana. Tidak ada aturan Jia harus menikah lagi dengan orang lain dan baru kembali ke Alex. No! tidak ada yang seperti itu.
Maaf jika mengecewakan kalian, aku tahu cerita ini banyak kekurangannya.
__ADS_1
Terima kasih untuk yang masih setia mendukung sampai di bab ini dan semoga bisa terus sampai tamat nanti.
Salam cinta, author Lunoxs.