After Divorce

After Divorce
AD BAB 60 - Tidak Mudah Ditemukan


__ADS_3

Setelah Alex pergi, Jia menemani Rayden bermain hingga puas.


Hingga waktu istirahat telah tiba dan Rayden kelelahan bermain.


Rayden bahkan sampai tertidur di lengan Jia setelah makan siang.


"Biar saya gantikan Nyonya, Anda istirahat saja," ucap Ina, namun Jia menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak apa-apa Ina, tolong belikan aku minuman saja, air mineral Ya?" pinta Jia.


Dan Ina menganggukkan kepalanya patuh.


"Baik Nyonya."


Setelahnya Ina pergi, meninggalkan Jia sendiri dengan memangku Rayden di kursi taman hotel. Tadi Rayden ingin makan siang disini, daripada makan di restoran hotel.


Kata Rayden makan disini seperti piknik. Tadi Rayden juga mengatakan jika dia sangat ingin piknik bersama dengan Mommy dan Daddy, menghabiskan hari hanya bertiga dan bermain di taman hingga puas. Sesuatu yang tidak pernah mereka lakukan selama ini.


Mendengar itu Jia hanya mampu tersenyum kecut. Bingung bagaimana cara mewujudkannya.


Jia menghela nafas berat, keputusannya berpisah dengan Alex memang akan menimbulkan dampak bagi Rayden. Anaknya pasti akan selalu bertanya, kenapa kita tidak pernah bisa bersama?


Dan lagi, Jia membuang nafasnya kasar. Lalu sedikit menunduk dan memandangi wajah Rayden yang tertidur pulas.


Jia mengelus wajah itu dengan sayang, seraya terus mengucapkan kata maaf di dalam hati.

__ADS_1


Semuanya akan baik-baik saja sayang. Batin Jia.


Lamunannya putus saat mendengar suara seorang pria memanggilnya.


"Jia."


Jia pun menoleh ke arah sumber suara itu dan melihat Daniel datang menghampiri, lalu langsung duduk di sampingnya.


"Tuan_"


"Sudah ku bilang jangan panggil aku Tuan jika hanya berdua seperti ini." Potong Daniel.


"Tapi ini masih di hotel, tidak enak kalau ada yang dengar."


"Ya sudah terserah mu. Sini biar Rayden aku yang pangku."


"Kapan rindu mu bisa habis?"


"Tidak akan pernah."


Keduanya terkekeh pelan.


"Apa tadi itu mantan suamimu? daddy nya Rayden?" tanya Daniel, seolah dia tidak tahu. Padahal semua tentang Jia dan keluarganya dia tahu semua, bahkan tentang perlakuan buruk sofia selama ini.


"Bukannya kamu sudah tahu? Kata mu, kamu tau aku karena menyelidiki tentang Rayden, berarti kamu juga tahu tentang Alex."

__ADS_1


Daniel terdiam, seolah ditembak tepat di jantungnya.


"Kamu memang selalu bisa menyudutkan aku," kesal Daniel, dia ingin sekali mengacak rambut Jia asal, namun urung dilakukan karena tidak ingin membuat hubungan mereka jadi canggung.


"Jika dia meminta mu kembali, apa kamu akan menerimanya?" tanya Daniel lagi, semua tentang Jia entah kenapa dia ingin tahu.


Seolah ingin memastikan bahwa wanita ini tidak akan merasa terluka lagi, seperti 5 tahun pernikahan yang dia jalani dulu.


Terlebih Daniel sangat tahu jika Jia masih mencintai mantan suaminya itu.


"Alex tidak mungkin memintaku kembali."


"Kenapa?"


"Bukankah kamu juga tahu apa alasanya? aku hanyalah wanita buruk rupa dan miskin, yang kebetulan menjadi ibu dari anaknya."


"Pikiran mu terlalu sempit, ku lihat dia juga mencintai mu."


Jia menggeleng pelan, dia sangat tahu siapa wanita yang dicintai oleh Alex, dan wanita itu bukan dia.


Amora Lance, seseorang yang selalu menghantui dia selama ini.


"Dia akan sangat menyesal jika benar-benar melepas mu."


"Kenapa?" tanya Jia.

__ADS_1


"Karena harta bisa dicari, kecantikan juga bisa dibuat, tapi seseorang yang memiliki hati tulus tidak akan semudah itu untuk ditemukan."


__ADS_2