
Jam 8 pagi Alex sampai di kantor.
Kedatangannya sontak menarik perhatian semua orang. Hampir satu bulan ini Alex tidak pernah mendatangi perusahaan.
Dan kini Alex datang dengan wajahnya yang seperti biasa, nampak dingin. Namun lama tidak terlihat, membuat para pegawai wanita malah semakin terpesona.
Tapi mereka sadar diri untuk tidak memiliki rasa lebih selain kagum. Semua karyawan sudah tahu jika Alex begitu cinta mati pada sang istri. Setelah bercerai dengan Jia Alex terpuruk dan semua orang tahu itu. Hingga akhirnya Alex meminta istrinya untuk kembali dan hidup dengan bahagia.
Di kantor Alex hanya singgah 1 Jam, setelahnya dia dan Sean mendatangi proyek yang sedang mereka bangun bersama para pengusaha yang lain.
Pembangunan pasar modern di salah satu sudut kota.
Di tengah jalan, Alex tidak sengaja melihat Abbu yang tengah bekerja. Membawa motornya dan membonceng seorang penumpang.
Melihat itu membuat Alex terenyuh, membayangkan bagaimana jika itu adalah ayahnya.
"Sean."
"Ya Tuan." jawab Sean, saat itu mobil masih melaju, membuat perhatiannya terbelah dua. Antara jalanan dan menunggu perintah sang tuan.
__ADS_1
"Berapa persen pembangun pasar Itu?"
"Sudah 85 persen Tuan, di bagian depan bahkan beberapa kiosnya sudah diisi oleh pedagang."
"Apa masih ada slot yang kosong."
"Ada beberapa Tuan."
"Satu berikan pada pak Abbu, langsung penuhi dengan sembako. Aturlah jangan sampai dia tahu jika itu dari ku."
"Baik Tuan."
1 bulan berlalu.
Di hari minggu ini Alex berkumpul bersama keluarganya di rumah.
Mereka juga menunggu kedatangan Daniel yang katanya ingin datang.
Jam 10 pagi, akhirnya yang di tunggu-tunggu tiba juga. Daniel tidak datang sendiri, dia menggandeng sang calon istri.
__ADS_1
"Mommy Kariiin," panggil Rayden dengan antusias, membuat Alex dan Jia saling pandang. Bertanya-tanya sejak kapan anaknya punya mommy lain?
"Mom, Dad, ini mommy Karin, mommy nya Uncle," terang Rayden, membuat Daniel sangat bangga pada anak didiknya ini.
Dan ini bukanlah pertemuan pertama mereka, jadi tidak terlalu canggung.
Sofia bahkan ikut menemui, menyambut hangat kedatangan Daniel dan Karin. Dia bahkan berulang kali menyengol lengan Jia, mengatakan dengan isyarat jika rencananya dulu untuk membuat Daniel dan Karin dekat berhasil.
Pagi menjelang siang saat itu, Daniel mengatakan jika dia dan Karin akan menikah dalam waktu dekat, tangga 26 maret. Karena itulah mereka ingin meminta Jia untuk menjadi WO nya, diadakan di ballroom Five Season Hotel.
Jia sungguh merasa terhormat, saat itu juga dia mengangguk. Lalu lupa jika harus meminta izin sang suami. Jia melihat suaminya, menatap penuh harap. Hingga akhirnya Alex mengangguk kecil sebagai jawaban.
Menjelang makan siang, Daniel dan Karin malah pamit pulang. Berkilah ingin makan siang berdua saja di cafe.
"Aku cukup terkejut mendengar Rayden memanggil Karin dengan sebutan Mommy, karena aku tidak punya istri selain Jia," ucap Alex pada Daniel. Mereka jalan di depan dan para wanita masih dibelakang. Karin masih menggendong baby Aleia. Mereka samua menuju halaman rumah dimana mobil Daniel terparkir.
"Jangan gila, Karin memang mommy keduanya Rayden. Tapi tidak akan pernah jadi istri kedua mu!" kesal Daniel.
Dan saat itu juga Alex tertawa keras.
__ADS_1