After Divorce

After Divorce
AD BAB 54 - Pengaruh Jia


__ADS_3

Sofia kembali ke rumahnya.


Tapi lama mobil itu terparkir di halaman rumah, Sofia tidak juga berniat turun.


Dia hanya memandangi rumah itu, rumah yang dulu selalu ramai dengan tawa keluarganya kini jadi sangat sepi. Sofia teringat suaminya, Rayden, Alex dan ... Jia.


Namun dari semuanya hanya menyisahkan dia seorang diri di rumah ini.


"Maaf Nyonya, apa kita akan pergi lagi?" tanya sang supir saat melihat Sofia tidak ada pergerakan sedikitpun untuk turun.


Dan bukannya menjawab, Sofia hanya membuang nafasnya kasar. Dia lantas turun, melangkah kakinya yang terasa berat.


Sampai di ruang tengah dia duduk, lalu terbatuk-batuk tidak bisa terhenti.


Sulit tidur membuat badannya melemah.


Seorang pelayan bahkan langsung berlari ke arah dapur dan mengambilkan air putih hangat.


"Nyonya, minumlah dulu," ucap pelayan itu, meletakkan gelas berisi air di atas meja dengan bersimpuh di atas lantai.


Sementara Sofia masih bersusah payah meredakan batuk nya sendiri, batuk yang membuat tenggorokan nya terasa sakit.

__ADS_1


"Buatkan aku herbal," pinta Sofia setelah dia meminum air hangat itu.


"Baik Nyonya."


10 menit menunggu dan pelayan itu kembali datang, dengan segelas minuman herbal hangat di tangannya.


"Maaf menunggu lama Nyonya, ini minuman Anda."


Sofia meraih gelas itu dan segera mengasuhnya, namun rasa pahit yang berlebih membuatnya ingin muntah.


"Apa kamu ingin meracuni aku?! buat yang benar! ini terlalu pahit!" bentak Sofia, hatinya dalam keadaan tidak baik dan kini pelayan bekerja dengan tidak becus.


"Maaf Nyonya." Pelayan itu kembali lagi ke dapur, bahkan meminta rekan sesama pelayan untuk membantunya membuat herbal itu. Hingga segelas minuman kesehatan itu kembali dia buat.


"Silahkan Nyonya," ucap salah satu pelayan.


Dengan wajahnya yang dingin Sofia menerima itu, kembali meneguknya dan tetap merasa tak nyaman dengan minuman herbal ini.


"Kenapa rasanya bisa berubah pahit seperti ini? apa kemampuan kalian meracik herbal sudah berkurang?" tanya Sofia sinis, tatapan tajamnya makin membuat 2 pelayan itu takut.


"Maaf Nyonya, semua takaran sudah benar dan rasanya memang pahit."

__ADS_1


"Tapi ini terlalu pahit! biasanya tidak seperti ini!"


"Maafkan kami Nyonya, selama ini setiap anda sakit nyonya Jia yang meraciknya untuk Anda."


Sofia terdiam, cacian yang ingin dia keluarkan tertahan di ujung lidah, mendadak tidak bisa berkata-kata.


Sementara kedua pelayan itu semakin menunduk, merasa takut, apalagi setelah tanpa sadar mereka menyebutkan nama Jia.


Sofia hanya mampu mengangkat tangannya, membuat gerakan mengusir kedua pelayan itu. kembali menyisahkan dia seorang diri di ruang tengah ini.


Di sudut hatinya yang paling dalam Sofia mengakui, bahwa keberadaan Jia di dalam keluarganya memang memberi pengaruh yang baik. Namun egonya selalu menekan rasa itu. Sofia tidak ingin mengakuinya.


Dia masih percaya, bahwa Alex dan Rayden akan bahagia tanpa Jia, dan percaya bahwa sebentar lagi anak dan cucunya itu akan kembali ke rumah ini. Kembali berkumpul bersama dengannya.


Ya, Sofia percaya itu dan dia akan menunggu.


Lamunan Sofia buyar saat seorang pelayan kembali menghampiri Dia.


"Maaf Nyonya, ada Nona Amora di depan. Apa Anda ingin menemuinya?" tanya pelayan itu, Amora belum diizinkan masuk. Masih Berdiri di depan gerbang rumah ini.


Dan mendengar nama wanita itu, membuat darah Sofia semakin mendidih.

__ADS_1


"Jangan suruh dia masuk ke rumah ini, biar aku yang menemui dia diluar."


__ADS_2