After Divorce

After Divorce
AD BAB 84 - Isi Hati Jia


__ADS_3

Jia dan Alex mendengar dengan jelas gumaman sang anak dalam tidurnya.


Ucapan sederhana itu membuat dada keduanya sesak. Kembali teringat tentang perpisahan mereka yang membuat luka untuk Rayden.


Alex bahkan menghembuskan nafasnya kasar, hingga Jia pun mampu mendengar nya pula.


Sesaat hanya ada hening diantara mereka, sampai akhirnya Alex lebih dulu buka suara.


Dia kembali meminta maaf pada Jia tentang apa yang terjadi pada rumah tangga mereka.


Tidak menyalahkan Sofia dan Amora, tapi dia terus menyalahkan diri sendiri.


Alex bahkan langsung bersimpuh di hadapan Jia yang sedang memangku kepala Rayden, mendongak keatas menatap Jia dengan kedua matanya yang sayu, sungguh dia sangat menyesal akan masa lalu.


"Aku mohon Jia, beri aku kesempatan sekali lagi, menikahlah dengan ku." pinta Alex, dia menggenggam kedua tangan Jia dengan sangat erat. Ingin Jia tahu semua kesungguhan yang dia punya. Ingin Jia tahu betapa dia sangat tersiksa dengan perpisahan ini. Bukan hanya Rayden, namun dia pun sangat ingin mereka kembali bersama.


"Bagaimana dengan Mama?" jawab Jia lirih, bukan menjawab Iya atau Tidak, namun dia mengungkapkan keraguan yang ada di hatinya. Jia tidak ingin diantara mereka ada yang ditutupi. Jia mengatakan kepada Alex jika mendengar ucapan Sofia di rumah sakit saat itu. Tentang Sofia yang hanya akan menerima Jia menjadi ibu Rayden, bukan istri Alex.


"Itu hanya separuh yang kamu dengar, mama ingin menerima kamu seutuhnya dan dia meminta waktu untuk kita bisa kembali bersama," jelas Alex, menceritakan yang lainnya agar Jia tidak hanya tahu setengah.

__ADS_1


"Mama tidak ingin dia kembali menyakiti kamu. Tapi aku tidak bisa menunggu, aku ingin sekarang juga kita kembali bersama," timpal Alex dengan gusar. Keinginan Sofia hanya menunda kebahagiaan mereka dan Alex membenci itu.


"Ini keputusan kita Ji, tidak perlu memikirkan Mama."


Mendengar itu Jia langsung menarik satu tangannya dan mengelus kepala Alex biar tenang, dia sungguh lemah dengan raut wajah Alex yang gusar seperti Itu, dia sungguh tak sanggup melihat Alex yang seperti frustasi.


"Aku sangat mencintai kamu Ji."


"Al," sahut Jia lirih, suara lembutnya mampu menenangkan Alex, belum lagi belaian tangan Jia diatas kepalanya, membuat nafasnya yang memburu jadi lebih tenang.


"Menikah bukan hanya tentang aku dan kamu, mau tidak mau mama juga harus terlibat. Karena sekarang hanya mama orang tua kita. Papa Andreas sudah meninggal dan aku tidak punya keduanya," jelas Jia dengan air mata yang mulai menggenang.


"Kamu tahu, aku mencintai kamu lebih dulu. Sejak kita memiliki Rayden di dalam perutku, aku juga memiliki cinta untuk kamu."


Alex membeku, dia hanya mampu menatap kedua mata Jia yang mulai menjatuhkan air mata.


"Tapi aku juga ingin egois, setelah 5 tahun berlalu dan semua yang sudah terjadi, aku bukan hanya menginginkan balasan cintamu. Aku juga ingin merasakan kasih sayang Mama."


Air mata Jia jatuh semakin deras. Bertapa dia juga sangat merindukan sentuhan seorang ibu.

__ADS_1


Dan Alex sungguh tidak kuasa melihat kembali air mata Jia. Dia sedikit mengangkat tubuh dan bertumpu pada kedua lututnya, Alex menghapus air mata itu dan mendekapnya erat.


"Maafkan aku, lagi-lagi aku tidak mengerti kamu. Kita akan menikah setelah mendapatkan restu Mama," desis Alex dan Jia mengangguk.


Alex kemudian melerai pelukan mereka dan membungkam mulut Jia yang sesenggukan menggunakan ciumannya.


Jam 12 malam hujan mulai reda, Alex pun menggendong sang anak dan memindahkannya di kamar mereka.


Malam ini Rayden akan tidur dengan Jia, sementara Alex akan tidur di kamar Rayden.


Sebelum pergi keluar kamar, Alex kembali menyesap bibir Jia. Ciuman dalam penuh damba dia berikan pada mantan istrinya Itu, Kemudian mengatakan sebuah kalimat yang terdengar begitu menggoda di telinga Jia ...


"Aku bisa menunda pernikahan kita, tapi aku tidak bisa menunda untuk menyentuhmu."


Dan setelah mengatakan itu Alex keluar, meninggalkan Jia yang tubuhnya terasa panas dingin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_1


__ADS_2