After Divorce

After Divorce
AD BAB 121 - Dokter Karin Mommy nya Uncle


__ADS_3

Daniel dan Rayden melihat dua orang dokter masuk ke dalam ruangan mereka. Daniel sudah mengenal dokter Alam, sementara dengan Anna belum, tapi dia cukup tahu tentang Anna, tahu dari informasi yang dia peroleh. Ternyata Anna terlihat lebih cantik dari foto yang dia dapat kemarin.


Tapi seperti biasa, Daniel akan pura-pura tidak tahu.


"Tuan Daniel," sapa Alam, Daniel pun menyambut baik sapaan itu. Disana ada perkenalan singkat diantara semua orang. Rayden juga memperkenalkan diri dengan sopan. Membuat dokter Anna gemas.


"Jadi dada Anda sakit?" tanya Alam saat waktu pemeriksaan tiba.


Dan Daniel pun mengangguk, setelahnya Alam mengatakan jika pemeriksaan lanjutan harus dilakukan, mereka harus masuk ke leb untuk memeriksa semua organ dalam Daniel.


Mendengar itu Daniel mendelik, dia langsung menggelengkan kepalanya kuat. Ini hanya bohongan, dia tidak ingin di suntik.


"Tidak separah itu dokter Alam, sepertinya aku hanya butuh infus."


"Tapi tekanan darah anda normal Tuan, kondisi fisik Anda juga bagus, tidak perlu menggunakan infus. Lebih baik kita melakukan pemeriksaan lanjutan."


"Kalau ternyata ada yang tidak beres di dadaku, apa aku akan di operasi Dok?"


"Itu langkah terakhir Tuan, lebih baik kita pastikan dulu."


"Kalau di operasi apa aku akan dibius sampai tidak sadar dok?"

__ADS_1


"Bius dengan dosis yang aman."


"Bagaimana jika dokter itu membiusku sampai mati?"


"Tidak akan ada yang seperti itu Tuan." jawab Alam dengan mengulum senyum tipis, sementara Anna sedang berusaha menahan tawanya. Daniel adalah pasien yang lumayan aneh.


"Baiklah, besok aku akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Sekarang lebih baik panggil dokter biusnya, aku ingin bicara 4 mata."


"Baiklah Tuan."


"Oh ya dokter Anna, aku ingin dokter biusnya yang satu tim dengan mu saat kamu melakukan operasi gadis remaja itu."


Anna menganggukkan kepala sebagai tanda iya dan hormatnya.


Dan setelah kepergian kedua dokter itu, Daniel dan Rayden saling tatap.


"Uncle, dokter Anna cantik sekali, kenapa bukan itu saja yang jadi mommy nya Uncle?" tanya Rayden.


"Kita harus fokus pada tujuan awal Rayden, target kita adalah dokter Karin, jadi jangan tergoda dengan yang lain. Kalau gampang tergoda, nanti malah tidak dapat dua-duanya."


Rayden mengangguk setuju, dalam benaknya langsung dia ingat-ingat pesan Uncle Daniel itu.

__ADS_1


"Fokus," ucap Daniel sekali lagi dan makin mantap lah Rayden menganggukkan kepalanya.


"Dokter Karin juga cantik Rayden."


"Iya Uncle, aku tahu itu."


15 menit menunggu dan akhirnya pintu ruangan mereka kembali berbuka.


Daniel dan Rayden langsung menatap pintu, melihat seorang dokter wanita cantik yang masuk ke ruangan mereka. Wajah Karin nampak dingin ketika matanya langsung bersitatap dengan Daniel, namun berubah hangat saat menyadari ada Rayden pula disebelah pria menyebalkan itu. Mereka sudah bertemu saat Karin memberi ucapan selamat atas lahirnya baby Aleia kemarin.


Dan memang inilah tujuan Daniel membawa Rayden, mencairkan hati Karin yang beku.


"Selamat siang Tuan, perkenalkan nama saya Karin, saya adalah salah satu dokter Anestesi di rumah sakit Medistra," ucap Karin memperkenalkan diri dengan suaranya yang lantang, tidak malu-malu seperti kebanyakan wanita saat pertama kali jumpa dengan daniel.


Yang diajak kenalan malah senyum-senyum. Daniel terpana melihat Karin yang begitu profesional. Kemarin mereka sudah bertemu, tapi sekarang Karin seolah melupakan dia.


Rayden bahkan sampai harus menyenggol lengan Uncle nya ini agar sadar.


"Selamat siang dokter Karin mommy nya Uncle, kita bertemu lagi," jelas Rayden, membuat Karin sedikit mendelik, mommy nya Uncle?


Sementara Daniel langsung memberinya dua jempol, berakhir dia dan Rayden yang saling Tos!

__ADS_1


Karin terperangah heran melihat keduanya.


__ADS_2