After Divorce

After Divorce
AD BAB 118 - Lebih Mengerikan


__ADS_3

Jam 7 pagi Daniel mendapatkan kabar jika Jia sudah melahirkan. Putri cantik itu sudah lahir dengan selamat.


Meski bukan anak kandungnya, namun Daniel tetap merasa berdebar, ingin buru-buru pergi ke rumah sakit dan menemui baby Aleia.


Lantas masih menggunakan baju tidur semalam Daniel segera menuju rumah sakit. Percayalah, baju tidur itu tidak mengurangi sedikit pun ketampanan Daniel. Aura nya malah semakin menggoda.


Tidak butuh waktu lama, Daniel tiba di rumah sakit Medistra. Dengan langkah cepat dia menuju ruangan dimana kini Jia dirawat pasca melahirkan.


Dilihat oleh Daniel pintu ruangan itu yang tidak tertutup rapat. Bibirnya tersenyum, dia melangkah semakin dekat.


Membuka pintu perlahan dan melihat Alex dan Jia di dalam sana, langkah kakinya terhenti, senyumnya memudar. Dilihat jelas olehnya, Jia yang tersenyum bahagia sedang menggendong baby Aleia, sementara Alex mengelus kepala Jia dengan sayang.


Pemandangan indah yang masih saja berhasil membuat dadanya terasa sesak.


Daniel tidak jadi masuk, kembali menutup pintu seperti semula dan tetap berdiri disana untuk menormalkan hati. Berulang kali menarik dan membuang nafas mencoba tenang.


Jia dan Alex sudah bahagia, dia tidak ingin kembali menjadi orang ketiga. Asik menenangkan diri, Daniel sampai tidak sadar jika ada seorang wanita yang menunggunya pergi. Dari tadi Daniel menghalanginya untuk masuk ke ruang rawat keluarga Carter ini.


Lama menunggu, Karin jengah juga.

__ADS_1


"Permisi Tuan, anda mau masuk atau tidak?" tanya Karin, dan berhasil menganggu ketenangan Daniel. Pria tampan dan rupawan ini cukup terkejut, seperti ketahuan jika sedang mengintip dan patah hati.


Lantas dengan segera Daniel menarik tangan Karin untuk menjauh dari sana.


Sang dokter hanya bisa mendelik mendapati perlakuan seperti ini, pria asing yang dengan lancangnya menarik tangan dia entah mau dibawa kemana.


"Lepas!" ucap Karin, dengan berontak. Dia tidak teriak, takut mengganggu penghuni rumah sakit yang lain.


Tapi Daniel tidak peduli, dia terus menarik Karin hingga berada ditempat yang cukup aman. Alex dan Jia tidak akan bisa melihat dia.


Daniel menghembuskan nafas lega, sampai tidak sadar jika ada wanita yang menatapnya tajam.


"Astaga, maaf Nona, apa aku menyakiti tanganmu?" tanya Daniel, kesadarannya sudah pulih, baru sadar jika dia juga menarik-narik wanita ini.


Daniel memperhatikan wajah kesal Karin, cantik juga.


Dan saking kesalnya, Karin hendak berlalu dari sana. Dia langsung berbalik dan mau pergi. Tapi dengan segera Daniel kembali menahan.


"Maaf, aku tidak sengaja," ucap Daniel, dia adalah sang Casanova. Dia tidak suka membuat wanita marah. Apalagi pergi meninggalkan dia dengan wajah masam seperti yang tergambar di wajah karin saat ini.

__ADS_1


Setidaknya Karin harus pergi setelah terpesona melihat ketampanan dia.


Lagi-lagi Karin menepis dan menatap tajam pria berandall ini. Sudah tua tapi seperti anak kecil.


"Jaga sikap anda, jangan lancang, ini rumah sakit, bersikaplah yang sopan," jawab Karin dengan suaranya yang dingin. Khas ibu dokter yang sedang marah.


"Maaf, aku hanya tidak ingin kita menganggu Alex dan Jia."


Karin tidak mengenal kedua orang itu, cukup tahu jika mereka adalah keluarga Carter. Ibunya bahkan meminta dia untuk menemui keluarga Carter itu dan mengucapkan selamat atas kelahiran anak kedua mereka.


"Menganggu? dokter masuk ke ruangan pasien itu bukan menganggu."


"Bukan begitu maksudku."


"Permisi."


Wah! Daniel terperangah. Dia melihat dengan jelas wajah dingin Karin dan kemudian wanita cantik itu pergi meninggalkan dia.


Dia jadi teringat Jia yang selalu mengacuhkan dia, tapi ini versi lain.

__ADS_1


Versi lebih mengerikan.


__ADS_2