After Divorce

After Divorce
AD BAB 86 - Penyesalan Terdalam


__ADS_3

"Rayden, makan sandwich mu," ucap Jia, setelah dia, Alex dan Rayden masuk ke dalam mobil.


Keluarga kecil itu duduk di kursi tengah, sementara yang mengemudikannya adalah Sean.


Karena Alex dan Rayden melewatkan sarapan, Sofia juga menyiapkan makanan untuk mereka.


Sofia terus berdiri di teras rumah, memperhatikan mobil Alex hingga benar-benar hilang dari halaman rumah.


"Mari masuk Nyonya, anda juga belum sarapan. Sebaiknya sekarang anda makan setelah itu minum obat," ucap sang perawat.


Sejak bangun Sofia hanya sibuk menyiapkan keperluan untuk Jia, dia memang tidak memasak secara langsung, namun mulutnya aktif memberikan perintah pada para pelayan.


"Nyonya," ulang perawat itu karena Sofia hanya diam. Sampai akhirnya sang perawat memberanikan diri untuk menyentuh Sofia dan pembimbingnya masuk barulah Sofia bergerak.


Dan disinilah kini Sofia berada, duduk sendirian di meja makan yang begitu panjang.


Menja makan ini bisa digunakan oleh 10 orang sekaligus, namun kini dia hanya duduk sendirian.


Banyak hidangan tersaji, namun tidak satupun yang membuatnya berselera untuk makan.


"Cukup, jangan beri banyak lauk di piring ku," cegah Sofia dengan suaranya yang lirih, sang perawat yang sedang menyiapkan makanan itupun terpaksa menghentikan pergerakan tangannya, lalu meletakkan piring berisi nasi dan sedikit sayuran di hadapan Sofia.

__ADS_1


"Silahkan Anda makan Nyonya, makan Seafood dapat membuat luka anda lebih cepat kering." Perawat itu masih menawarkan lauk yang lain, namun dilihatnya Sofia yang menggeleng pelan.


"Aku tidak berselera untuk makan," balas Sofia apa adanya.


Bagaimana dia bisa makan dengan enak, saat kini dia sendiri seperti ini. Sofia hanya mampu menelan ludahnya dengan kasar, ketika menyadari apa yang dia alami kini adalah karma atas perbuatannya dimasa lalu.


Saat menjelang waktu makan, Sofia akan membuat Jia sibuk. Hingga akhirnya nanti Jia akan makan sendirian, tidak bersama keluarga besarnya.


Dan saat ini bukannya langsung makan, Sofia malah menangis. Bahkan tanpa sengaja air matanya jatuh ke dalam piring.


Membuat perawat itu dan beberapa pelayan jadi bingung, bercampur iba.


"Nyonya, anda kenapa?" tanya sang Perawat, namun Sofia tidak mampu menjawab, tenggorokkannya tercekat dan dia hanya mampu menggeleng dan menutup wajahnya menggunakan kedua tangan.


Pagi itu mereka hanya diam melihat Sofia menangis sesenggukan.


Hingga entah di menit keberapa akhirnya tangis Sofia mereda. Dia memanggil para pelayan untuk berkumpul di ruang makan itu.


Sofia bertanya pada mereka semua tentang bagaimana Jia selama ini.


"Apa dia makan?" tanya Sofia, bertanya dengan mulutnya yang bergetar dan air mata yang tidak bisa ditahan, terus mengalir dengan sendirinya.

__ADS_1


"Nyonya Jia selalu makan Nyonya, meskipun hanya sedikit. Beliau alergi seafood, tapi saat itu anda selalu menyajikan seafood." jawab salah satu pelayan apa adanya.


Dan tangis Sofia makin mengalir dengan deras, tidak tahu jika alasannya sedalam itu.


Sofia pikir Jia hanya tidak menyukai Seafood. Hingga tiap hari dia selalu menyajikan makanan itu di meja makan. Tidak tahu ternyata jika Jia alergi. Karena itulah Seafood diatas meja tidak pernah disentuh Jia.


"Apa makanan kesukaannya?" tanya Sofia lagi.


"Nyonya Jia tidak memiliki makanan kesukaan, asal bukan Seafood pasti beliau makan."


Dada Sofia semakin sesak dan terasa sangat sakit, seolah dihimpit dengan paksa. Dia merasakan penyesalan yang begitu mendalam atas semua tindakannya pada Jia di masa lalu.


Seorang anak yang tanpa dosa selalu dia siksa.


Pagi itu juga, Sofia melarang para pelayan untuk menyajikan Seafood diatas meja makan. Tidak peduli meski makanan itu untuk pengobatannya sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mampir ya, novel anak lanang 🙏


Pengantin Pengganti Duda Diktator by Ridz

__ADS_1



__ADS_2