
Setelah Shinta selesai sarapan dia langsung masuk ke kamarnya. Tiba-tiba ponselnya berdering dan Shinta langsung meraih ponselnya yang ada di atas nakas. Terlihat panggilan masuk dari Bobby.
‘Ngapain Bobby menelpon aku. Apa dia tidak takut dengan mas Andre. Kalau mas Andre tau Bobby menghubungi aku, pasti mas Andre akan marah besar. Mumpung mas Andre tidak di rumah biar aku angkat telepon Bobby,’ batin Shinta dan langsung mengangkat telepon itu.
[“Hallo Sayang, lagi ngapain?”] tanya Bobby sambil tertawa.
[“Kamu ngapain Bobby menelpon aku. Apa kamu nggak takut dengan suami aku?”] tanya Shinta heran.
Terdengar Bobby tertawa terbahak-bahak.
[“Aku nggak takut siapa-siapa Shinta kecuali Allah. Termasuk pada suami kamu, aku nggak pernah takut.”]
[“Kamu sudah gila ya Bobby.”] ucap Shinta dengan nada marah.
[“Aku memang sudah gila Shinta, tapi itu semua karena kamu.”]
[“Bobby, kamu apa-apaan sih... Mulai sekarang jangan pernah ganggu aku lagi. Aku nggak mau sampai suami aku nanti cemburu.”] jelas Shinta.
[“Memangnya kita ngapain?”]
[“Kalau kamu sering menghubungi aku nanti dikira suami aku kita menjalin hubungan lagi.”]
[“Kenapa sih kamu takut dengan suami kamu, Sayang.”]
[“Bobby, apa maksud kamu menelepon aku?”]
Bobby tidak langsung menjawab tapi dia tertawa terbahak-bahak.
[“Aku tau Shinta, kamu itu kesepian. Kamu jarangkan dibelai oleh suami kamu.”]
[“Bobby, jaga ucapan kamu...”] ucap Shinta marah.
[“Bukankah kamu sendiri yang pernah mengatakan pada aku bahwa kamu kesepian karena suami kamu selalu sibuk, sementara aku juga kesepian. Jadi sama donk kita.”]
[“Bobby, kamu memang benar-benar gila ya.”]
Bobby kembali lagi tertawa terbahak-bahak.
[“Gimana, kita ketemu di tempat biasa ya.”] pinta Bobby Sambil tertawa.
[“Bobby, aku ingatkan sekali lagi ya. Mulai detik ini kita tidak punya hubungan apa-apa, jadi jangan pernah hubungi aku atau ganggu aku lagi.”]
[“Yang mengganggu kamu itu siapa Shinta. Aku nggak pernah mengganggu kamu. Aku hanya mau mengajak kamu untuk bersenang-senang seperti dulu lagi.”]
[“Pokoknya aku nggak mau. Aku nggak mau menemui kamu lagi mulai detik ini.”]
__ADS_1
[“Ya udah kalau kamu nggak mau nggak apa-apa.”]
Kemudian Bobby menutup ponselnya dan Shinta langsung merasa bersyukur karena Bobby tidak mengganggunya lagi. Tapi tidak lama kemudian Bobby mengirimkan sebuah foto. Begitu melihat foto yang dikirim Bobby, Shinta langsung terbelalak matanya melihat foto itu. Dia sangat terkejut karena foto yang dilihatnya adalah foto dia berdua dengan Bobby tanpa memakai sehelai baju.
Keringat dingin langsung mengguyur sekujur tubuh Shinta karena dia merasa takut dengan foto yang baru dilihatnya. Shinta langsung emosi dan menelepon Bobby.
[“Bobby, apa-apaan kamu?”] ucap Shinta marah.
[“Sayang, kenapa marah-marah nanti cantik kamu jadi hilang loh.”]
[“Bobby, cepat kamu hapus foto itu.”]
Bobby pun tertawa terbahak-bahak mendengar permintaan Shinta.
[“Kalau kamu mau aku menghapus foto itu, kamu harus temui aku dulu di tempat biasa.”]
[“Bobby, kamu jangan mengancam aku ya. Kamu pikir aku takut dengan ancaman kamu.”]
Terdengar Bobby tertawa terbahak-bahak lagi.
[“Kalau kamu nggak takut dengan ancaman aku, kenapa kamu menyuruh aku menghapus foto itu. Itu hanya foto aja belum videonya. Mungkin suatu saat akan aku kirim videonya yang lebih lengkap lagi.”]
Mendengar ucapan Bobby, Shinta semakin takut. Dia sangat takut kalau Bobby berbuat nekat dan mengirimkan foto itu pada suaminya. Apalagi Bobby barusan mengatakan kalau dia akan mengirimkan video yang lebih lengkap lagi.
[“Bobby, aku mohon tolong jangan kamu sebarluaskan foto itu.”]
[“Kamu memang sudah gila ya Bobby. Aku menyesal telah berkenalan dengan kamu.”]
[“Kamu jangan menyesal begitu donk Sayang. Kalau tidak ada aku, pasti kamu akan kesepian. Kamu tidak akan pernah bisa merasakan bagaimana nikmatnya bercinta dengan aku.”]
[“Bobby, kamu benar-benar gila ya.”]
Bobby langsung tertawa lagi karena senang menakuti Shinta. Terlihat Shinta sangat ketakutan dengan ancaman Bobby.
[“Kamu jangan marah-marah donk Sayang. Kamu hanya tinggal ikuti aja kemauan aku.”]
Mendengar ucapan Bobby, Shinta semakin muak.
[“Memangnya apa kemauan kamu, katakan.”] tanya Shinta.
[“Aku mau, kamu sekarang menemui aku di tempat biasa.”]
[“Aku nggak mau. Aku nggak mau sampai suami aku tau ya.”]
[“Ya udah kalau kamu lebih takut sama suami kamu dari pada foto ini.”]
__ADS_1
[“Bobby, tolonglah hapus foto itu.”]
[“Kan udah aku katakan pada kamu bahwa permintaanku hanya satu. Kamu temui aku sekarang juga di tempat biasa.”]
[“Kamu mau ngapain ketemu, Bobby.”]
[“Aku ingin bersenang-senang dengan kamu hari ini. Aku ingin memuaskan kamu Shinta.”]
[“Bobby, aku nggak butuh lagi hal itu.”]
[“Kalau kamu sudah nggak butuh lagi, sekarang yang butuh adalah aku. Aku sekarang ini butuh kehangatanmu. Makanya kamu datang sekarang ya Sayang. Aku tunggu kamu.”]
Kemudian Bobby menutup ponselnya membuat Shinta semakin kesal. Shinta merasa bingung dan takut. Dia takut kalau foto ini akan dilihat suaminya karena pastinya Bobby akan menunjukkan foto itu pada suaminya jika dia tidak memenuhi permintaan Bobby.
Akhirnya setelah berpikir cukup lama Shinta memutuskan akan menemui Bobby sekarang juga dengan harapan Bobby akan menghapus foto itu.
Kemudian Shinta berdandan sekedarnya. Setelah pamit pada bi Ijah dan mengatakan akan shopping, Shinta langsung melajukan mobilnya menuju tempat yang biasa mereka ketemu.
Shinta melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju tempat biasa mereka bertemu. Begitu mobil sampai di area parkir, Shinta langsung melirik ke kanan dan ke kiri untuk memastikan apakah ada orang yang dikenalnya.
Setelah dipastikan tidak ada orang yang dikenalnya Shinta langsung masuk ke dalam cafe itu tanpa memberitau lebih dahulu pada Bobby.
Shinta langsung berjalan menyusuri lorong yang cukup panjang untuk menuju kamar yang biasa dipesan mereka. Tiba di depan kamar itu, Shinta langsung mengetuk pintunya
“Tok, tok...”.
Karena tidak terdengar sahutan dari dalam, Shinta langsung membuka pegangan pintu itu.
“Ceklek...” pintu pun terbuka dan Sinta langsung masuk ke dalam.
Terlihat Bobby sedang rebahan di atas ranjang. Melihat kedatangan Shinta, Bobby langsung tersenyum senang.
Sinta yang sangat muak melihat Bobby langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia langsung melirik ke arah jendela dan melihat suasana di luar jendela.
[“Bobby, aku sekarang sudah datang.”]
Bobby kembali tersenyum melihat kedatangan Shinta.
[“Sayang, kita bicaranya di ranjang aja ya.”] bujuk Bobby yang sedang rebahan di atas ranjang.
[“Bobby, sekarang aku udah datang dan aku minta kamu menghapus foto itu.”]
Bobby pun tertawa dan langsung bangkit dari tidurnya. Dia kemudian mendekati Shinta dan berbisik di telinganya.
[“Sayang, aku butuh kehangatan kamu sekarang.”]
__ADS_1
Shinta hanya diam saja tidak berbuat apa-apa. Dia sudah pasrah dengan apa yang diinginkan Bobby karena baginya yang penting Bobby mau menghapus foto itu.