After Divorce

After Divorce
Taman bunga


__ADS_3

Begitu ayam berkokok, Noval langsung bangun dari tidurnya dan menunaikan sholat subuh seperti biasanya tanpa harus diberi tau lebih dahulu. Sejak Noval sekolah di pesantren dia lebih taat dalam beribadah.


Setelah selesai sholat subuh dia langsung membaca al quran. Tentu hal ini membuat Widya sangat senang dengan perubahan sikap Noval yang lebih taat dalam beribadah. Melihat anaknya yang rajin beribadah membuat hati Widya lebih tenang. Walau pun Noval mempunyai orang tua yang hidup berpisah, tetapi kelakuan Noval sangat baik. Dia terkenal sopan dan rajin sehingga selalu mendapat juara kelas.


Memang sejak kedua orang tuanya bercerai, ada perubahan dari sikap Noval. Noval lebih banyak diam. Sepertinya Noval tau diri dan tidak banyak menuntut seperti teman-teman lainnya. Dia selalu menerima apa adanya karena dia tau kondisi ekonomi ibunya dan noval juga tau sejak kedua orang tuanya bercerai, ibunya yang telah mencari uang untuk biaya hidup mereka berdua. Sejak saat itulah Noval banyak diam. Sebenarnya dia menyesali akan perceraian kedua orang tuanya tapi dia juga tidak bisa memaksa orang tuanya untuk rujuk kembali karena Noval melihat sendiri bagaimana perlakuan ayahnya terhadap ibunya sehingga Noval merasa kasihan pada ibunya. Setiap kali melihat ibunya menangis walaupun Noval pada saat itu masih kecil, tapi dia dapat merasakan bagaimana kesedihan ibunya akibat perlakuan ayah dan neneknya.


Noval hanya berkeinginan kalau nanti sudah dewasa ingin membahagiakan ibunya karena dia tau betul bagaimana pengorbanan ibunya saat menyelamatkan rumah tangganya. Hampir setiap hari ayahnya pulang malam dan ketika ditanya ibunya, ayahnya selalu marah bahkan pernah suatu ketika saat tengah malam Noval terbangun dari tidurnya karena mendengar keributan di ruang tengah. Noval langsung terbangun dan menuju ke ruang tengah. Terlihat dengan jelas bagaimana ayahnya menampar ibunya dengan cukup keras, tapi melihat kedatangan Noval buru-buru ibunya menghapus air matanya dan mendekati putranya.


“Kamu kenapa kok bangun Sayang?” tanya ibunya mendekati Noval.


Terlihat pipi ibunya merah akibat bekas hamparan.


“Ibu kenapa?” tanya Noval khawatir melihat kondisi ibunya.


“Ibu nggak apa-apa Sayang. Ayo kita tidur lagi.”


Kemudian Widya membawa Noval masuk ke kamarnya. Widya langsung menemani putranya dan ikut berbaring di samping Noval. Noval yang merasa heran dengan kejadian barusan langsung bertanya pada ibunya.


“Kenapa ayah tadi menampar Ibu?” tanya Noval sambil melihat ke pipi ibunya yang masih merah.


“Nggak apa-apa Sayang,” ucap Widya menutupi kesalahan ayahnya Noval.


“Ibu jangan bohong. Tadi Noval melihat sendiri kalau ayah menampar Ibu cukup keras.”


Mendengar penjelasan Noval, Widya langsung menangis dan Noval langsung memeluk ibunya.


“Ibu jangan bersedih ya. Noval berjanji akan selalu membahagiakan Ibu,” ucap Noval yang masih polos.


Mendengar ucapan putranya, tangis Widya semakin pecah. Kemudian Widya mengelus kepala Noval dengan lembut.


“Kamu jangan khawatir ya. Ibu nggak apa-apa kok,” ucap Widya menenangkan Noval yang kelihatan sangat emosi.

__ADS_1


Noval kelihatan sangat marah dan membenci ayahnya melihat perlakuan ayahnya terhadap ibunya sehingga dia berjanji dalam hatinya bahwa akan selalu hidup bersama ibunya.


***


Setelah Noval membereskan tempat tidurnya dia langsung pergi ke dapur untuk menemui ibunya yang sedang membuat sarapan pagi.


“Ibu masak apa?” tanya Noval yang baru muncul di dapur.


Widya yang mendengar suara putranya langsung menoleh ke belakang sambil tersenyum.


“Ibu masak nasi goreng kesukaan kamu, Noval.”


“Terima kasih ya Bu. Ibu sangat baik sama Noval.”


“Kamu itu permata hati ibu, Noval. Harapan satu-satunya ibu. Apapun akan ibu lakukan demi kebaikan kamu,” ucap Widya sambil mengelus kepala putranya.


Mendengar ucapan ibunya, Noval merasa sedih sekaligus bersyukur karena mempunyai seorang ibu yang begitu menyayanginya. Tapi di sudut hatinya yang paling dalam, dia sangat sedih melihat perjuangan ibunya yang dengan bersusah payah mencari uang untuk menghidupi mereka berdua.


“Apa pun yang Ibu masak pasti Noval makan. Jadi terserah Ibu mau masak apa.”


“Tapi ibu mau masak kesukaan kamu. Kamu maunya dimasukkan apa, biar ibu masakkan.”


“Ya terserah Ibu aja deh.”


“Benar kamu nggak mau request?” tanya Widya.


“Nggak Bu. Noval selalu suka apa yang Ibu masak karena masakkan Ibu, masakan yang paling enak yang pernah Noval rasakan,”


“Kamu bisa aja Sayang,” jawab ibunya sambil tertawa.


“Oh ya Noval. Kebetulan kamu kan sedang libur dan ibu hari ini lagi off. Nanti siang kita pergi jalan-jalan ya ke taman bunga.”

__ADS_1


“Ke taman bunga Bu?” tanya Noval tidak percaya.


Widya langsung mengagungkan kepalanya.


“Horee.... Noval mau Bu. Jam berapa Bu kita perginya?”


“Nanti ya kira-kira jam sebelas siang. Ibu pengen menghabiskan waktu berdua bersama kamu selagi kamu sedang liburan seperti ini.”


Noval langsung tersenyum bahagia mendengar ucapan ibunya barusan. Masih teringat dalam pikiran Noval saat kedua orang tuanya belum bercerai mereka sering menghabiskan waktu di taman bunga. Kalau sudah pergi ke sana Noval pasti sangat senang karena dia puaskan bermain-main di taman bunga. Di taman bunga itu juga banyak dijual jajanan. Kedua orang tuanya selalu memperlihatkan kasih sayangnya dengan membelikan segala macam kesukaan Noval, baik makanan atau pun mainan.


Kalau mengingat kejadian itu yang setiap bulan rutin dilakukan, Noval merasa sedih karena kebersamaan dengan kedua orang tuanya sudah tidak pernah dilakukan lagi sejak mereka bercerai.


Di hari ini rencananya Noval dan ibunya akan pergi ke taman bunga itu lagi untuk mengenang kembali kenangan Noval ketika ibunya belum bercerai.


“Ibu masih sering pergi ke taman bunga?” tanya Noval.


Terlihat Widya langsung menggelengkan kepalanya. Reaksi ibunya saat menjawab terlihat kalau Widya merasa sedih mengingat kenangan yang pernah dialami ketika dia belum bercerai. Ternyata kebahagiaan yang dulu sempat menyapanya kini hilang semuanya, yang ada hanyalah tinggal kenangan belaka.


***


Selesai sarapan Andre langsung duduk di teras untuk membaca koran. Tidak lama kemudian Shinta mengikutinya dan duduk di samping suaminya, tapi Andre masih asik dengan koran yang ada di depan.


Semakin hari hubungan Andre dan istrinya semakin renggang. Apalagi sejak mendapati istrinya tidur dengan lelaki lain.


“Mas...” ucap Shinta.


“Hemm....” Jawaban Andre cuek.


“Mas masih marah ya sama aku. Maafkan aku ya Mas. Aku berjanji nggak akan melakukan hal gila lagi,” ucap Shinta dengan sangat hati-hati.


“Syukurlah kalau kamu sudah sadar,” jawab Andre tanpa melihat wajah istrinya.

__ADS_1


Andre terlihat sangat cuek pada istrinya. Memang dia nggak ada marah, tapi sikapnya sangat cuek dan tidak perduli pada istrinya.


__ADS_2