After Divorce

After Divorce
AD BAB 85 - Memiliki Sifat Yang Sama


__ADS_3

"Mom, dimana Daddy?" tanya Rayden, dia terbangun dan tidak melihat sang ayah dimanapun. Dia lantas duduk dan menatap ibunya yang masih berbaring namun sudah membuka mata.


Dan Jia yang mendengar pertanyaan sang anak pun tersenyum, sudah dia duga jika pagi ini Rayden akan menanyakan hal itu, dan ternyata dugaannya benar.


Jia membenahi posisi tidurnya, menyamping menghadap sang anak.


"Daddy sudah bangun lebih dulu, dia sudah keluar," jawab Jia berbohong, tapi tidak apa-apa berbohong demi kebaikan.


"Benarkah?"


Jia mengangguk kecil.


Perhatian keduanya teralihkan saat mendengar pintu kamar mereka dibuka, Rayden dan Jia menatap ke arah sana dan melihat daddy Alex masuk.


Rayden langsung bangkit dan melompat di kasur, sangat bahagia ayahnya benar-benar ada.


"Daddy!!" panggilnya dengan begitu bersemangat. Sementara Jia langsung duduk, membenahi selimut dan rambutnya yang acak-acakan.

__ADS_1


Dan melihat Alex mendekat dengan dada yang bergemuruh, dan perasaan tidak percaya diri yang begitu besar.


Aku pasti terlihat sangat jelek, batin Jia. Dia wanita normal, selalu ingin terlihat cantik didepan pria yang dicintainya.


Namun kegusaran hati Jia sirna begitu saja saat tiba-tiba Alex menyentuh kepalanya dan mencium keningnya begitu dalam. Lalu menggendong Rayden hingga anaknya kegirangan.


Hati Jia menghangat, dia sedikit menunduk dan tersenyum malu-malu. Ah, hanya begini saja, dia sudah merasa sangat sangat bahagia.


"Daddy dan Rayden akan mandi bersama, mommy mau ikut?" goda Alex, namun dengan cepat Jia langsung melempar bantal pada mantan suaminya itu.


Alex terkekeh, sementara Rayden yang tidak tahu apa-apa hanya ikut tertawa seperti daddy nya.


Jam 7 pagi, mereka semua turun ke lantai 1 dan Sofia sudah menunggu.


Sofia tersenyum, melihat kebersamaan Alex, Jia dan Rayden. Senyum ketiga orang itu pun ikut menular pada bibirnya.


Hatinya kembali berdesir, mau tidak mau dia memang harus mengakui jika selama ini dialah yang salah. Dialah yang sudah merusak rumah tangga anaknya. Merusak kebahagiaan Alex.

__ADS_1


Saat Jia hamil, Sofia tahu jika Alex mulai menaruh rasa pada Jia, namun saat itu melihat Alex yang semakin memperhatikan Jia makin pula membuat dia benci.


Sofia membuang nafasnya pelan dan menyambut kedatangan mereka semua.


"Ma, aku sudah terlambat, aku tidak ikut sarapan ya," ucap Jia, sekaligus ingin pamit pergi.


"Mama tahu sayang, ada bekal yang sudah mama siapkan di meja makan, bawa bekal itu."


Jia mengangguk dan segera berlalu menuju meja makan. Meninggalkan Sofia, Alex dan Rayden di ruang tengah.


"Kamu mau mengantar Jia?" tanya Sofia pada Alex.


Tapi entah kenapa, Alex sungguh enggan untuk menjawab. Dan melihat ada jeda yang diciptakan oleh sang ayah, akhirnya Rayden yang mengambil alih untuk menjawab.


"Iya Oma, daddy akan mengantar mommy kerja, aku juga ikut. Habis itu aku ikut daddy sebentar ke kantor, siang nya pulang diantar om Sean." jelas Rayden dengan suaranya yang menggemaskan.


Lagi-lagi Sofia tersenyum, sangat bersyukur ada Rayden diantara mereka.

__ADS_1


Sofia hanya bisa pasrah mendapati sikap dingin Alex.


Alex adalah anaknya, sedikit banyak darah yang dia punya mengalir pula pada anak laki-lakinya itu. Mereka memiliki sifat yang sama, Alex juga tidak bisa dengan mudah memaafkan, sama seperti dia.


__ADS_2