After Divorce

After Divorce
AD BAB 126 - Ajakan Kencan


__ADS_3

Harusnya Ina bersikap biasa saja, namun karena pembicaraannya dengan Rayden tadi tentang menyukai Sean, kini membuat Ina merasa canggung.


Apa lagi kini Sean menatapnya dengan lekat, membuatnya jadi salah tingkah.


"Ayo turun,"ajak Ina, dia sedikit menurunkan pandangannya, berpura-pura menyelipkan anak rambut ke belakang telinga. Padahal sedang menghindari tatapan Sean yang begitu melemahkan dia.


"Bagaimana kabar mu?" tanya Sean, beberapa hari ini dia memang tidak melihat Ina, hanya Ina saja yang selalu melihat kesibukan Sean.


Lama tidak melihat Ina, membuat Sean sedikit mencemaskan pula wanita lugu ini. Ada perasaan rindu yang tiba-tiba menyelip di hatinya. Sean sadar, pengasuh tuan mudanya ini berhasil membuatnya jatuh cinta.


"Kabar ku baik." jawab Ina yang semakin kikuk, menanyakan kabar seolah mereka tidak bertemu selama bertahun-tahun.


"Baguslah, apa hari sabtu besok kamu ada acara?"


Ina mengangguk.


"Acara apa?"


"Menemani tuan muda Rayden melukis."


"Ya ampun, ku kira acara apa. Memangnya melukis sampai malam?"


"Tidak, jam 5 selesai."


"Setelah itu apa rencana mu?"


"Tidak ada, hanya bersama tuan muda."

__ADS_1


"Kalau begitu ayo kita pergi, aku akan meminta izin pada nyonya Sofia untuk itu."


Ina melebarkan mata, pergi di hari sabtu dan malam minggu bersama lawan jenis seperti sebuah kencan baginya.


Tapi kenapa?


Kenapa sean mengajaknya pergi.


Ina tidak ingin berpikir terlalu jauh, jadi dia putuskan untuk menolak.


"Mau pergi kemana? Aku tidak mau, lebih baik di rumah bersama tuan muda Rayden."


"Pergi kemanapun, kamu maunya kemana? nonton? mau?"


Ina bingung.


"Kenapa?"


"Kenapa tiba-tiba mengajakku pergi? itu sedikit mencurigakan."


"Mencurigakan bagaimana?" tanya Sean yang bibirnya mulai tersenyum, tiap kali bicara dengan Ina dia selalu merasa gemas pada wanita ini. Selalu saja ada pertanyaan polos yang membuatnya merasa lucu.


"Pokoknya mencurigakan, tapi entah apa."


"Aku ingin mengajakku kencan, apa ini cukup jelas?"


"Ke-kenapa mengajakku kencan?"

__ADS_1


"Karena aku menyukaimu, nanti saat pergi aku ingin mengatakan itu. Tapi kamu malah menuntutnya sekarang."


Ina mendelik, dia menelan ludahnya dengan kasar. Meski Sean menjawab dengan lantang, tapi tetap saja rasanya Ina tidak percaya, dia seperti salah dengar.


"Hah? Apa?" tanya Ina cengo.


Bingung mau menjawab apa, Sean akhirnya menjawab dengan tindakan. Dia mengecup sekilas pipi Ina dan setelahnya langusng menuruni anak tangga. Kabur meninggalkan Ina yang membeku.


Sean turun dan menemui Sofia yang berada di ruang tengah. Dia menghadap pada Nyonya nya ini. Menundukkan kepala memberi hormat lalu langsung mengatakan tujuannya.


Malam minggu besok Sean ingin mengajak Ina untuk pergi menonton,


"Apakah Anda mengizinkan?" tanya Sean, menatap penuh harap.


Bukan hanya Ina, Sofia pun terkejut mendengar ucapan asisten anaknya itu. Dari gelagatnya ini saja sudah nampak jika Sean menyukai Ina. Tapi masalahnya, sejak kapan hal itu terjadi? selama ini dimata Sofia, Ina dan Sean nampak biasa saja.


Ina yang baru menuruni anak tangga pun semakin dibuat terkejut saat melihat Sean yang menghadap pada Sofia. Dengan rasa malu yang membuncah, Ina menghampiri keduanya.


"Nah ini Ina, tanyakan saja sendiri pada dia, mau atau Tidak?" jawab Sofia pada pertanyaan Sean tadi. Sofia pun bingung harus bagaimana.


Jika keduanya memang ingin bersama, sungguh dia tidak akan menolak. 100 persen Sofia akan mendukung. Saat ini dia hanya sedang terkejut saja.


"Jawablah Ina, sabtu besok mau tidak pergi dengan Sean?" tanya Sofia lagi pada sang pengasuh cucunya.


Ina seperti disidak, kedua orang ini menatap nya dengan tatapan yang entah.


Membuatnya semakin bingung, namun kemudian kepalanya mengangguk kecil.

__ADS_1


__ADS_2