
1 bulan kemudian.
Hari yang ditunggu-tunggu oleh Daniel dan Karin akhirnya tiba juga. Pernikahan super mewah itu digelar di Five Season Hotel.
Saat acara berlangsung tim WO Jia adalah yang paling sibuk, memastikan acaranya ini berlangsung dengan baik dan aman.
Di bagian paling depan, disaat semua tamu sudah duduk dan menyaksikan. Daniel dan Karin mengucapkan janji suci sebagai pengikat diantara mereka berdua.
Dan sebuah kecupan ringan di bibir Karin adalah ciuman pertama diantara keduanya.
Semua orang tersenyum haru, termasuk Jia dan Alex yang jadi saling memeluk saat melihat adegan romantis itu.
"Dulu saat kita rujuk tidak ada pemihakan mewah seperti Ini, maafkan ya mom?" bisik Alex.
"Mommy maafkan Dad, dulu kita terlalu buru-buru." balas Jia.
Mereka berdua lantas tersenyum, ingat bagaimana tidak sabar ya mereka berdua untuk menyatu.
Acara terus berlangsung meriah, bahkan ada pesta dansa dalam gelaran pernikahan itu. Tapi Jia dan Alex memutuskan untuk pulang cepat, karena baby Aleia tidak diajak. Mereka hanya mengajak Rayden dan Sofia saja.
__ADS_1
Belum jam 9 malam Alex dan Jia pamit pulang.
Di atas pelaminan, Alex dan Jia mengucapkan selamat. Daniel tersenyum, menatap wanita yang pernah dicintainya. Mereka berjabat tangan, meski Daniel sungguh sangat ingin memeluk Jia sebagai tanda perpisahan.
Tapi rasa itu Daniel tahan sendiri, kini dia juga punya hati yang harus dijaga, Karin.
Nyaris tengah malam, pesta itu usai. Daniel dan Karin sudah menyiapkan kamar pengantin mereka di hotel ini.
Keduanya masuk dan langsung jatuh di atas ranjang karena sangat lelah.
"Ya ampun, tamunya banyak sekali, aku lelah," keluh Karin, kaki dan seluruh tubuhnya rasanya sudah remuk.
"Jangan lelah, malam kita masih panjang."
Deg! jantung Karin bergemuruh Hebat saat mendengar Daniel mengucapkan kata itu.
Semua orang tahu, setelah hari pernikahan yang lelah pasti akan ada malam pertama yang penuh gairah.
Tapi, apa mereka berdua akan melakukannya? mengingat jika pernikahan ini awalnya hanyalah sebuah kesempatan. bukankah mereka butuh waktu untuk mengenal?
__ADS_1
Karin terus bertanya-tanya. Sampai akhirnya terlontar juga dari mulutnya.
"Kenapa bicara seperti itu? memangnya kita akan melakukannya?" tanya Karin, dia menatap lekat wajah Daniel yang kini berada tepat diatas wajahnya.
Mereka saling mengamati satu sama lain.
"Malam pertama tidak akan pernah sama dengan malam-malam berikutnya, jadi ayo kita lakukan. Buat kenangan indah di hari yang paling berharga ini," ucap Daniel lembut, saat mengatakan itu satu tangannya membelai lembut wajah Karin.
Membuat Karin merasa begitu berharga dan dicintai. Semua ucapan yang keluar dari mulut Daniel terlalu manis dan selalu mampu membuatnya luluh.
Daniel tidak langsung menyerang istrinya, dia menggoda Karin dengan mengusap lembut bibir sang istri menggunakan ibu jari.
"Pengikat yang paling kuat dalam pernikahan adalah anak, dan aku sangat ingin memiliki keturunan dari mu sayang," ucap Daniel lagi, benar-benar seperti bisa ular yang melumpuhkan Karin. Dia tidak berdaya, selain pasrah dan menyerahkan semuanya.
Saat Daniel bertanya tentang kesiapannya, Karin mengangguk.
Daniel tersenyum, lalu mengikis jarak dan mulai menyesap bibir sang istri.
Memulai malam pertama mereka.
__ADS_1