
Shinta kemudian diam saja dan menuruti dengan apa yang dilakukan oleh Bobby. Yang terpenting baginya Bobby sudah berjanji akan menghapus foto itu. Setelah Shinta menuruti kemauan Bobby tidak perlu waktu lama aktivitas di ranjang itu pun berakhir. Keduanya terlihat sangat puas dengan aktivitas yang baru saja dilakukan.
Shinta yang jarang mendapat kehangatan dari suaminya merasa puas dengan kehangatan ini. Sehingga walaupun Shinta muak melihat wajah Bobby tapi mendapat elusan lembut dari Bobby, Sinta sangat menikmatinya. Apalagi dalam sebulan ini Andre tidak pernah menjamah tubuh Shinta membuat Shinta merasa sangat kesepian.
Setiap hari Andre selalu menghindar untuk melakukan aktivitas yang biasa dilakukan oleh suami istri. Andre selalu berlama-lama di ruang kerjanya bahkan tertidur di sofa yang ada di ruang kerjanya itu sehingga dia tidak pernah menyentuh tubuh istrinya lagi.
Kalau sudah capek pulang dari kantor Andre langsung tidur di kamarnya. Tapi kalau tidak ngantuk Andre biasanya berlama-lama di ruang kerjanya sampai tertidur juga di situ. Kalau sudah ketiduran di ruang kerjanya biasanya tengah malam Shinta membangunkannya dan mengajaknya untuk tidur di kamar mereka. Andre pun selalu menuruti kemauan Shinta untuk tidur di kamar mereka, tapi begitu sampai di ranjang Andre Langsung tertidur nyenyak sehingga tidak memperdulikan Shinta yang tidur di sampingnya.
Sudah sebulan ini sekali pun Andre tidak pernah menyentuh Shinta membuat Shinta haus akan belaian dan kasih sayang seorang suami. Begitu mendapatkan kehangatan dari Bobby, Shinta sepertinya merasakan kenikmatan yang luar biasa karena tidak pernah didapatkan dari suaminya belakangan ini.
Setelah kelelahan dalam menjalankan aktivitas ini keduanya langsung terkulai lemas di atas ranjang. Shinta yang merasa puas dengan kejantanan Bobby langsung tertidur nyenyak. Keduanya pun tertidur sangat nyenyak sampai lupa waktu.
Shinta terbangun ketika ponselnya berdering dan cepat-cepat diraihnya ponsel yang ada di atas meja dekat tempat tidur itu. Saat diliriknya ternyata ada panggilan masuk dari suaminya.
Dada Shinta langsung berdetak kencang. Dia seperti muda kembali seperti saat berpacaran dulu. Dadanya berdebar-debar mendapat telepon dari Andre bahkan untuk menjawab telepon Andre, Shinta harus menarik nafas dalam dulu dan membuangnya perlahan.
Kemudian Shinta menjawab telepon suaminya dan ternyata Andre mengatakan akan melakukan kunjungan kerja ke luar kota sore ini. Dia meminta Shinta untuk mempersiapkan kopernya karena sebentar lagi akan diambil oleh Anton sopir pribadi Andre. Tentu Shinta sangat terkejut karena dia sedang tidak di rumah sementara sebentar lagi Anton akan mengambil koper itu.
__ADS_1
‘Aku harus mengatakan apa pada mas Andre. Kalau aku pulang sekarang tidak akan sempat lagi karena Anton akan lebih duluan sampai rumah dari pada aku. Jadi apa yang harus aku katakan. Lebih baik aku katakan aja kalau aku sedang shopping di mall.
[“Mas Andre, maaf ya sebelumnya. Aku bukan nggak mau menyiapkan baju kamu, tapi sekarang ini aku sedang shopping di mall.”] ucap Shinta.
[“Ya udah kalau gitu biar aku telepon bi Ijah.”]
Mendengar ucapan suaminya ada perasaan menyesal di hati Shinta. ‘Kalau saja aku tidak menemui Bobby pasti aku bisa mempersiapkan baju mas Andre. Aku harus bisa merebut kembali hati mas Andre. Aku harus bersikap baik dan lembut pada mas Andre supaya mas Andre bisa tunduk dan tergila-gila padaku.’
Shinta yang merasa tidak tenang langsung bangkit dari tidurnya. Begitu turun dari tempat tidurnya Shinta langsung mengutip baju dan pakaian dalamnya yang berserakan di lantai dan membawanya ke kamar mandi. Dia kemudian mandi membersihkan seluruh tubuhnya.
Begitu keluar dari kamar mandi terlihat Bobby masih tertidur nyenyak. Shinta sebenarnya ingin langsung pulang tapi saat mengingat foto tanpa busana bersama Bobby belum dihapus Bobby, sehingga Shinta harus menunggu Bobby menghapus foto itu baru dia bisa pulang dengan tenang.
Dengan lembut Shinta mengelus kepala Bobby dan kemudian mencium kedua pipi Bobby. Bobby yang mendapat belaian lembut dari Shinta langsung terjaga dari tidurnya. Begitu dibuka matanya terlihat Shinta ada dihadapannya, Bobby langsung tersenyum. Shinta kemudian ikut tersenyum. Kemudian tangan Bobby menarik tubuh Shinta sehingga Shinta langsung terjatuh dalam dekapan Bobby.
“Bobby lepaskan. Aku mau segera pulang.”
“Kenapa buru-buru kali Sayang,” bisik Bobby sambil memeluk erat tubuh Shinta.
__ADS_1
“Suami aku mau pergi tugas luar kota jadi aku harus mempersiapkan pakaiannya,” jelas Shinta.
“Sebentar lagi ya Sayang, aku masih kangen sama kamu,” ucap Bobby sambil merangkul pinggang Shinta.
Kemudian Bobby mencium bibir Shinta membuat Shinta gelagapan dan berusaha untuk menolaknya karena Shinta ingin buru-buru pulang. Tapi Bobby yang sangat mahir dalam merayu wanita akhirnya Shinta tidak bisa menolak. Dia langsung pasrah ketika Bobby menanggalkan pakaiannya satu persatu. Tidak lama kemudian terjadilah pergulatan yang hebat untuk yang kedua kalinya.
Setelah aktivitas yang dilakukan selesai keduanya langsung kelelahan. Tidak sampai satu jam keduanya sudah melakukan dua kali aktivitas yang membuat keduanya sangat lelah seperti baru berlari mengelilingi lapangan bola kaki yang tersisa hanyalah deruh napas yang saling berkejar-kejaran. Akhirnya keduanya pun tertidur sangat nyenyak.
Hampir jam lima sore keduanya baru terbangun. Shinta langsung bangkit dari tidurnya dan masuk ke kamar mandi untuk mandi yang kedua kalinya. Sedangkan Bobby masih bermalas-malasan di atas tempat tidur. Begitu Shinta keluar dari kamar mandi dia langsung mendekati Bobby yang masih rebahan di tempat tidur. Shinta ikut rebahan di samping Bobby dan Shinta kembali memasang aktingnya dengan berpura-pura sayang dan perhatian pada Bobby.
“Udah dihapus foto itu Bobby?” tanya Shinta sambil mengelus lembut dagu Bobby.
Bobby yang merasa diperhatikan dan disayang oleh Shinta langsung menggenggam tangan Shinta.
“Sayang, kamu jangan khawatir ya. Bentar lagi pasti aku hapus.
“Tapi aku mau sekarang kamu hapus Bobby,” ucap Shinta merayu Bobby.
__ADS_1
Bobby yang tidak tahan dengan rayuan Shinta akhirnya menghapus foto mereka berdua yang tanpa busana itu. Begitu dilihat Bobby menghapus foto itu Shinta langsung bangkit dari tempat tidur, tapi Bobby langsung menarik tangan Shinta dan membawanya untuk rebahan kembali. Shinta kemudian mengikutinya dan rebahan di samping Bobby. Shinta sudah mulai lega karena foto bugilnya sudah dihapus oleh Bobby. Shinta langsung tersenyum puas melihat Bobby telah menghapus foto itu.
‘Kamu memang bodoh Bobby. Baru aku lembuti seperti itu kamu sudah nurut. Setelah foto itu terhapus kamu tidak akan bisa lagi memaksakan kehendakmu. Aku juga tidak mau berurusan lagi dengan kamu Bobby,’ batin Shinta.