After Divorce

After Divorce
AD BAB 81 - Mati Kutu


__ADS_3

Rayden menarik Alex hingga masuk ke dalam kamar mommy dan daddy nya di lantai 2. Rayden bersikeras meminta Alex tetap tinggal dan mandi dulu, membersihkan tubuh dan mengganti baju dengan yang lebih hangat.


"Daddy mandilah, aku akan meminta mommy untuk menyiapkan baju ganti Daddy," ucap Rayden. Setelah mengatakan itu bocah yang 2 bulan lagi menginjak usia 5 tahun ini segera berlari dan memanggil ibunya yang masih berada di lantai 1.


Dan Alex yang melihat itu pun mengulum senyumnya, lalu menatap kamar ini dengan perasaan yang entah.


Semua kenangannya bersama Jia masih terekam jelas, dimana kenangan itu adalah kenangan yang buruk.


Di ruangan yang sepi ini, Alex mampu mendengar dengan jelas helaan nafas kasarnya sendiri.


Rasanya masih belum pantas untuk kembali bersama Jia.


"Loh Daddy! kenapa masih diam disitu, cepat sana mandi," titah Rayden yang sudah kembali ke dalam kamar ini, kini dia tidak sendiri, Rayden datang bersama Jia yang tersenyum melihat mantan suaminya.


Sementara Alex terpaku, hati nya yang egois berharap kebersamaan mereka bertiga ini adalah nyata, sebagai keluarga yang utuh.


"Mandilah, aku akan siapkan baju ganti," ucap Jia, ketika dia dan Rayden berdiri di hadapan Alex.


"Aku akan mandi di kamar tamu."


"Ha? kenapa mandi di kamar tamu? memang kamar mandi disini rusak?" Rayden yang menanggapi dengan banyak pertanyaan. Sementara Jia terkekeh, dia mendorong tubuh Alex untuk menuju kamar mandi.


"Mandilah, setelah menyiapkan baju ganti mu, aku akan menunggu di luar," bisik Jia.

__ADS_1


Dan akhirnya Alex hanya bisa menurut, dalam hatinya pun dia bersorak kecil.


Setelah Alex masuk ke dalam sana, Jia pun menyiapkan baju ganti, meletakkannya diatas ranjang dan Rayden terus memperhatikan gerakan mommy nya.


"Baju mommy juga sedikit basah, kenapa tidak mandi sekalian bersama Daddy?" tanya Rayden,


Sebuah pertanyaan yang membuat Jia terperangah, bahkan mulutnya menganga dan Jia segera menutupinya dengan satu tangan.


Seumur-umur dia tidak pernah membayangkan hal itu, mandi bersama Alex? Jia menggelengkan kepalanya cepat.


Tidak! batinnya.


"Mom-mommy kan harus menyiapkan baju ganti Daddy, ja-jadi tidak bisa mandi bersama," jawab Jia gagap, wajahnya sudah merona entah kenapa. Mungkin karena pikiran kotor sudah mulai menghampiri.


"Ayo kita keluar, kita temani oma di bawah." ajak Jia mengalihkan pembicaraan.


"Kita tunggu Daddy saja, setelah daddy selesai mandi gantian mommy, baru setelahnya kita turun bersama."


Jia terdiam, mengigit bibir bawahnya dan berpikir mencari alasan untuk keluar dari dalam kamar ini. Sebelum Alex selesai, dia harus segera pergi.


"Tapi oma sudah menunggu kita."


"Tidak perlu cemas Mom, oma kan tahu kita disini."

__ADS_1


Rayden duduk meloncat dan naik ke atas ranjang, duduk manis disana dan menunggu daddy nya.


Sementara Jia mengusap tengkuknya bingung.


Jantungnya gugup menghitung waktu yang berjalan, makin bergemuruh hatinya saat mendengar tidak ada lagi suara gemericik air dari dalam kamar mandi.


Jia ingin lari namun Rayden terus berbicara banyak hal yang seperti angin lalu di telinganya.


Berdirinya Jia tidak tenang, terus berharap agar Alex keluar menggunakan handuk kimono.


Ah! tapi handuk kimono disana hanya milikku, untuk Alex hanya ada handuk pinggang.


Tidak, aku harus keluar.


"Rayden, mommy lupa satu hal, ada yang tertinggal dibawah, mommy ambil dulu ya," pamit Jia cepat-cepat.


Namun sialnya kalah cepat dengan Alex yang lebih dulu keluar dari dalam kamar mandi.


Sontak Jia dan Rayden menoleh, melihat daddy Alex yang sudah mandi, nampak segar dan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Sementara dada bidang itu dibiarkan terbuka.


Deg! Jia, mati kutu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1



__ADS_2