
Sore itu Alex pulang ke rumah dengan membawa banyak kantong belanjaan dari Daniel. Dia terpaksa membawa barang-barang ini pulang dan memberikan nya pada Jia, karena Daniel terus merengek mengganggunya.
Jia bahkan sampai terperangah melihat barang-barang itu.
"Ini banyak sekali Dad, semuanya dari Daniel?"
Alex mengangguk, duduk di kursi meja rias Jia dan melepas sepatu kerjanya.
"Pakailah Mom, biar dia senang."
"Daddy tidak marah?"
"Tidak."
"Kenapa?"
"Karena itu hadiah untuk kehamilan mommy , bukan hadiah untuk merayu mommy."
"Tapi sepertinya ini barang mahal Dad, mommy malah malu mau pakainya."
"Itu semua palsu Mom, tenang saja."
"Apa iya? tas ini mahal kan?"
"Itu juga palsu."
Jia tidak percaya, tapi juga tidak ingin berdebat dengan suaminya. Jia lantas menyimpan semua barang itu, menyusunnya di dalam lemari dan melihat sebuah kotak perhiasan.
"Ada anting nya juga Dad?"
"Iya sayang, sini aku pakaikan, siapa tahu anak kita nanti perempuan Mom."
Jia mengulum senyum, "Tapi aku masih pakai anting pembelian daddy."
"Lepas dulu tidak apa-apa, pakai ini sebentar saja, biar Daniel melihatnya dulu."
__ADS_1
"Tapi kan aku tidak pernah bertemu Daniel."
"Nanti malam dia makan malam disini."
"Ha? daddy mengundangnya?"
"Tidak, dia yang memaksa."
Jia terkekeh.
"Apa hubungan Daddy dan Daniel sudah membaik."
Alex tidak menjawab, dia menuntun istrinya untuk duduk dan mulai mengambil satu anting untuk dipasang.
"Cantik, dia punya selera yang bagus." ucap Alex saat melihat anting pemberian Daniel sudah terpasang 1.
Jia menyentuh anting itu, sedikit memutar tubuh dan melihat pantulannya di dalam cermin.
"Tapi aku lebih suka pemberian daddy, ini terlalu besar."
"Sesekali memakai yang besar juga tidak apa Mom."
Jia mengerucutkan bibir dan Alex langsung menyambutnya dengan sebuah ciuman dalam. Pagutan mesra hingga tubuh keduanya terasa panas.
"Aku akan mandi dulu, jatah ku untuk nanti malam saja," ucap Alex dan membuat Jia langsung memukul lengannya.
Kenapa harus direncanakan seperti itu, harusnya diam-diam saja.
Makan malam kali ini Daniel datang ke rumah Carter. Dia tidak datang seorang diri. Dia mengajak ibunya agar bisa berbincang dengan Sofia.
Rayden yang sudah diberi tahu dari tadi sore jika malam ini Daniel datang pun menunggu dengan setia. Tidak sabar rasanya bertemu dengan Uncle saputangan. Beberapa bulan ini Daniel tidak pernah menampakkan diri.
Sambutan hangat diberikan saat Daniel dan ibunya datang. Mereka makan malam dengan saling bertukar cerita.
Ketika makan malam itu usai, Sofia mengajak ibu Daniel untuk berbincang di ruang tengah. Sementara Alex, Jia, Rayden dan Daniel berkumpul di ruang tamu.
__ADS_1
Daniel memperhatikan perut Jia yang sedikit membuncit, itu lebih terlihat seperti kekenyangan daripada hamil.
Diam-diam Daniel mengulum senyum, lucu sendiri dengan pemikirannya.
"Uncle, kata daddy Uncle mau menikah sama seperti mommy dan daddy, lalu dimana mommy nya Uncle?" tanya Rayden. Sebuah pertanyaan yang membuat Daniel berpikir dulu sebelum menjawab, mencerna ucapan Rayden membutuhkan cukup waktu.
"Apa?" ulang Daniel.
"Kata Daddy, Uncle akan menikah sama seperti mommy Jia dan Daddy Alex. Laluuuu, dimana mommy nya Uncle?"
"Mommy nya Uncle?"
Rayden mengangguk. Alex dan Jia yang mendengar itu hanya terkekeh pelan.
"Kalau Mommy nya Uncle adalah mommy Jia boleh Tidak, kita sama-sama?" jawab Daniel dan Alex langsung melemparinya dengan bantal sofa.
Daniel terkekeh, melihat wajah kesal cukup membuatnya senang.
Lagipula siapa suruh membuat kebohongan aku akan menikah. Batin Daniel.
"Yah kenapa mommy Jia? padahal kalau Uncle punya mommy sendiri aku akan punya dua mommy." jawab Rayden dengan wajah kecewa.
"Tidak tidak, Uncle akan mencari mommy sendiri."
"Benar?"
"Iyaaa," jawab Daniel pasrah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rekomendasi Author
Fatty Become Sexy karya Misshel
__ADS_1