After Divorce

After Divorce
Pariban


__ADS_3

Sebenarnya sudah lama Niko ingin rujuk kembali dengan Widya, tapi melihat ibunya yang sangat membenci Widya, Niko pun mengurungkan niatnya. Dia yakin ibunya pasti tidak akan menerima Widya kembali dan Niko juga tidak yakin kalau Widya akan mau menerimanya kembali.


Niko menyadari bahwa selama berumah tangga, Niko sudah banyak mengecewakan Widya. Dia tidak pernah memikirkan perasaan Widya yang selalu kekurangan uang. Dia selalu bersenang-senang dengan wanita lain. Niko yang tidak tahan dengan godaan wanita akhirnya terjerumus dalam perbuatan dosa. Apalagi saat itu dia sedang jaya-jayanya. Dia banyak memenangkan kasus di pengadilan sehingga bayarannya lumayan banyak. Tapi semua uang itu dihabiskan hanya untuk bersenang-senang dengan wanita lain. Niko tidak pernah memikirkan kebahagiaan anak dan istrinya sehingga setiap dapat uang habis digunakan untuk berfoya-foya dengan wanita. Bahkan dia sering bergonta-ganti wanita.


Setahun setelah bercerai, Niko baru dapat merasakan bagaimana sakitnya perasaannya ketika berpisah dengan Widya. Tapi untuk kembali pada Widya, Niko belum berani mengatakannya pada Widya karena dia merasa sangat bersalah.


***


Setelah terjadi perdebatan yang cukup panjang antara Niko dan ibunya, akhirnya Noval diizinkan untuk diantarkan ke rumah ibunya. Tentu hal ini membuat Noval sangat senang karena akan bertemu dengan ibunya.


Sengaja Niko mengantarkan Noval sehabis magrib karena hari ini Widya masuk kerja pagi sehingga malam sudah di rumah.


Widya yang baru selesai makan malam langsung membereskan piring-piring yang kotor. Begitu mendengar suara ada orang yang datang, Widya buru-buru membukakan pintu. Saat pintu dibuka, betapa terkejutnya Widya karena tamu yang datang ternyata Noval yang sudah dinanti-nantikan sejak semalam. Widya langsung memeluk putranya. Tergambar kebahagiaan pada wajah Widya maupun Noval.


“Kamu sehatkan Sayang?” tanya Widya sambil memeluk Noval.


Noval hanya mengangguk sambil tersenyum pada ibunya. Rasa kangen yang begitu besar membuat dia tersenyum bahagia ketika melihat wajah ibunya. Kemudian Noval masuk sambil dipeluk pundaknya dari belakang oleh ibunya.


“Kamu udah makan Nak?” tanya Widya sambil mengelus kepala putranya.


“Udah Bu,” jawab Noval.


“Yang benar...” tanya Widya lagi.


“Benar loh Bu. Noval tadi makannya banyak Bu.”


“Oh, ya. Bagus donk kalau begitu biar Noval tetap sehat.”


Kemudian Widya membawa Noval ke ruang tengah, sedangkan Niko langsung duduk di ruang tamu walaupun tidak dipersilakan masuk oleh Widya. Widya masih membenci Niko sehingga tidak ada sedikit pun dia berbicara dengan Niko.


“Bu, Noval nonton tv dulu ya,” ucap Noval sambil menyalakan TV.


Widya hanya senyum-senyum saja memperhatikan putranya.


“Ibu temani ayah aja di ruang tamu ya,” pinta Noval.


Terlihat Widya langsung bingung. Sebenarnya dia malas untuk menemani mantan suaminya ngobrol.


“Apa ayah nggak langsung pulang Noval?” tanya Widya pada Noval.


“Kata ayah tadi, ada yang mau dikatakan ayah sama Ibu. Sebentar ya Bu biar Noval lihat dulu ayah.”

__ADS_1


Kemudian Noval berjalan ke ruang tamu menemui ayahnya. Tidak lama kemudian Noval kembali lagi.


“Bu, ayah masih duduk di ruang tamu sendiri. Ibu temani ayah aja ya?”


Akhirnya dengan perasaan berat Widya berjalan ke ruang tamu untuk menemui mantan suaminya. Melihat kedatangan Widya, Niko langsung tersenyum sambil menatap wajah Widya tanpa berkedip sedikit pun. Dia merasakan penyesalan yang amat dalam ketika menatap wajah Widya. Widya adalah orang yang dulu pernah disia-siakan bahkan pengorbanannya tidak pernah dihargai. Sekarang yang ada hanyalah penyesalan semata.


Widya dengan wajah datarnya kemudian duduk di depan mantan suaminya.


“Kata Noval ada yang akan Mas sampaikan. Tentang apa Mas?” tanya Widya.


Niko tidak menjawab, tapi bertanya, “Noval lagi ngapain?”


“Dia lagi nonton tuh di depan TV,” jawab Widya.


Widya yang tidak mengharapkan kehadiran Niko ingin agar Niko segera pergi, sehingga dia langsung bertanya lagi.


“Mas mau bicara apa?”


“Mas perhatikan, sekarang ini Noval sangat pendiam bahkan tidak mau berbicara kalau tidak ditanya. Melihat perkembangannya seperti ini Mas jadi khawatir Widya.”


“Apa yang Mas khawatirkan?”


“Mas khawatir, sepertinya perkembangan jiwanya terganggu mungkin akibat perceraian kita.”


Niko pun terdiam sesaat memikirkan apa yang akan diucapkan.


“Gimana kalau kita rujuk kembali.”


Widya langsung terkejut mendengar ucapan mantan suaminya itu.


“Apa, rujuk kembali?” ucap Widya sambil melihat ke arah Niko.


Niko kemudian menganggukkan kepalanya.


‘Sampai kapan pun aku nggak mau untuk kembali lagi dengan kamu mas. Hatiku sangat sakit mas. Sakit mas mendapat perlakuan dari kamu. Aku bukan hanya sakit hati sama kamu aja, aku juga sakit hati dengan perlakuan ibu kamu yang selalu semena-mena terhadap aku,’ batin Widya.


“Gimana Widya?” tanya Niko tidak sabar.


“Maaf Mas, untuk saat ini aku belum mikir untuk menikah lagi.”


“Tapi ini semua demi kebaikan Noval,” ucap Niko.

__ADS_1


“Kalau kita rujuk kembali tidak menjamin perubahan sifat Noval menjadi lebih baik Mas,” ucap Widya.


“Tapi setidaknya dengan kita bersatu kembali pasti Noval akan merasa bahagia karena mempunyai orang tua yang lengkap dan hidup bersama. Mungkin selama ini mas banyak melakukan kesalahan sama kamu dan mas menyesal. Mas akan memperbaiki semua kesalahan mas yang telah mas lakukan pada kamu Widya.”


Widya hanya diam saja mendengarkan ucapan Niko. Sedikit pun tidak ada niat di hati Widya untuk rujuk kembali. Rasanya Widya sudah terlanjur tidak mempercayai Niko, meskipun Niko sudah berjanji untuk merubah semua kelakuannya.


“Mas berharap setelah kita menikah lagi, rumah tangga kita akan lebih baik lagi. Begitu juga harapan mas pada Noval.”


“Tapi Mas, maaf saja karena aku belum berniat untuk menikah lagi. Aku merasa lebih tenang hidup sendiri seperti ini.”


Niko yang mendengar pengakuan dari Widya merasa sedikit kecewa karena harapannya untuk rujuk kembali langsung di tolak oleh Widya.


“Ya udah kalau memang itu keputusan kamu, mas maklum dan mas akan selalu menunggu sampai kamu benar-benar siap dan mau.”


***


Kemudian Niko pulang dengan harapan hampa karena keinginannya untuk rujuk kembali ditolak oleh Widya. Sampai di rumah Niko tidak banyak bicara dia banyak diam membuat ibunya merasa heran.


“Kenapa sejak tadi pagi kamu diam aja Niko? Apa kamu sedang ada masalah?”


“Nggak ada Bu.”


“Tapi kamu tidak seperti biasanya. Sejak pulang mengantarkan Noval, ibu perhatikan kamu diam aja. Memangnya apa yang terjadi antara kamu dan Widya? Apa kamu bertengkar dengan Widya?”


Niko hanya menggelengkan kepalanya.


“Lalu kenapa Niko?” tanya ibunya heran.


Setelah didesak terus oleh ibunya, akhirnya Niko pun menjelaskan bahwa dia sedang kesal karena niatnya untuk rujuk ditolak oleh Widya.


“Kan udah ibu katakan sama kamu bahwa Ririn lebih pantas jadi istri kamu dari pada Widya yang sok jual mahal. Lagian kamu sama Ririn kan sudah kenal lama dan antara kalian ada hubungan saudara. Ibu akan lebih tenang kalau kamu menikah dengan Ririn.” Ririn adalah anak abang ibunya.


“Jadi nggak mungkin kalau Ririn mengecewakan kamu.” Ibunya Niko mengharapkan agar Niko menikah dengan Ririn karena tidak mau harta kekayaan abang kandungnya jatuh ke tangan orang lain.


Sedangkan kalau menikah dengan Niko maka harta abang kandung ibunya akan jatuh kepada Niko yang merupakan keponakaanya sendiri. Itulah salah satu kekhawatiran ibunya Niko sehingga dia menginginkan agar Niko menikahi Ririn yang merupakan sepupunya. Tapi Niko yang sejak kecil sudah mengenal Ririn merasa tidak enak. Sejak kecil Niko sudah mengenalnya bahkan sejak kecil Ririn merupakan teman bermainnya ketika mereka kumpul di rumah neneknya dulu.


“Tapi Niko tidak bisa menikahi Ririn, Bu,” jelas Niko.


“Kenapa Niko? Bukankah dia cantik, masih gadis dan berpendidikan lagi. Dia juga mempunyai pekerjaan yang layak, jadi apa kurangnya dia Niko?” tanya ibunya kesal.


“Tapi Niko tidak mencintainya Bu.”

__ADS_1


“Cinta bisa tumbuh belakangan setelah kalian menikah nanti.”


Niko hanya diam saja mendengarkan ucapan ibunya.


__ADS_2