
"Ayo mom kita pergi, Uncle Niel sudah datang," ucap Rayden, membuyarkan keterkejutan Jia atas datangnya Daniel ke apartemen ini.
Jia jadi benar-benar yakin jika Daniel adalah penguntit tingkat tinggi, bahkan sampai tahu apartemen Alex.
"Aku akan mengantar kalian ke rumah sakit," ucap Daniel pula, karena Jia masih saja bengong.
Jia belum memahami situasi.
"Rayden menelpon ku," desis Daniel lagi, dia sedikit mendekatkan wajahnya pada telinga Jia, sementara Rayden ada diantara mereka.
Jia bahkan sontak mundur saat Daniel mendekat.
"Tidak perlu Niel, kami bisa pergi sendiri," tolak Jia, mulai sadar apa yang terjadi. Mulai ingat pula jika di luaran seperti ini tidak perlu memanggil Tuan, panggil saja Daniel.
"Aku sudah sampai disini, cepatlah bersiap," titah Daniel.
"Cepat Mom!" perintah Rayden pula.
Membuat Jia akhirnya hanya bisa pasrah.
Mereka pergi bertiga, saat itu Ina tidak ikut. Jia mengatakan jika Ina bisa istirahat di apartemen saja, lagipula hari ini dia tidak bekerja.
Rayden duduk di depan, menggunakan sabuk pengaman dan menemani Daniel. Sementara Jia duduk di belakang, memperhatikan kedekatan antara Daniel dan Rayden yang membuatnya tersenyum kecil.
Senyum yang diam-diam Daniel lihat dari kaca spion di atas kepalanya.
Membuat Daniel pun ikut tersenyum pula. Jia sangat manis, batinnya.
15 menit perjalanan dan akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Daniel ikut turun, membantu Rayden keluar dan tetap diam saat ibu dan anak itu mulai melangkah menjauh.
__ADS_1
Sampai akhirnya Jia menyadari jika Daniel tidak ikut dan dia kembali berbalik.
Awalnya Jia memang ragu untuk mengajak Daniel masuk. Namun rasanya itu bukanlah tindakan yang benar. Daniel bukanlah supir mereka, bukan hanya teman Jia, tapi Daniel juga adalah teman Rayden.
"Kenapa diam? kamu tidak ingin ikut masuk?" tanya Jia, dengan tangannya yang menggandeng Rayden dia kembali menghampiri Daniel hingga berdiri berhadapan.
"Iya, kenapa Uncle tidak masuk, kan mau lihat Oma ku yang sakit," jelas Rayden pula.
Diantara tangan kanannya yang mengelus pundak Rayden, Daniel terus menatap lekat kedua netra Jia.
"Benarkah aku boleh masuk?" tanya Daniel.
"Kenapa tidak?"
"Ku pikir kamu butuh privasi saat bertemu mereka."
"Bukannya kamu sudah tahu semua, apa yang bisa ku sembunyikan?"
"Masih banyak yang tidak aku tahu tentang kamu Ji."
Jia mencebik, tidak percaya ucapan Daniel itu.
"Ayo masuk," ajak Jia.
Rayden juga langsung menggandeng tangan Daniel hingga dia tidak bisa lagi berkilah.
Mereka terlihat seperti keluarga kecil yang utuh, apalagi saat Rayden begitu riangnya berjalan dengan menggandeng tangan mommy dan Uncle. Membuat siapapun yang melihatnya pasti akan terpana dengan kebersamaan mereka bertiga.
Sampai di ruang rawat Sofia, Jia hendak mengetuk pintu itu. Namun urung saat tiba-tiba dia sayup-sayup mendengar pembicaraan antara Alex dengan Sofia.
__ADS_1
"Mama bisa menerima Jia menjadi mommy nya Rayden, tapi mama tidak akan bisa menerima Jia menjadi Istri mu Al," ucap Sofia.
"Maafkan mama," ucapnya lagi.
Daniel juga mendengar ucapan itu, pintu kamar ini tidak tertutup rapat. Ada sela kecil yang membuat pembicaraan itu keluar.
Rayden pun bingung kenapa ibunya tidak langsung masuk, dia ingin mengetuk pintu juga tapi takut salah ruangan. Jadi Rayden pun memutuskan hanya diam.
"Ayo masuk dan tersenyumlah," bisik Daniel.
Hingga membuat Jia terkejut, Daniel suka sekali bisik-bisik mendadak seperti itu, membuatnya kaget.
Jia kembali hendak mengetuk pintu, namun kembali urung saat tiba-tiba pintunya terbuka sendiri.
Pintu itu dibuka oleh Alex yang hendak keluar.
Lalu menatap nanar atas pemandangan di depan matanya, melihat Jia, Rayden dan Daniel bersama. Belum reda kekesalannya atas ucapan Sofia dan kini ditambah dengan pemandangan ini.
Dadanya bergemuruh, darahnya bahkan langsung mendidih. Kenapa pria ini selalu ada diantara Jia dan Rayden.
Dengan segera Alex menarik tangan Jia, membuat wanitanya berdiri tepat di sampingnya. Bahkan Jia dapat merasakan, Alex yang menggenggam tangannya dengan sangat erat.
Seperti ada rasa takut dan marah sekaligus.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa Vote untuk Rayden 🌹
Baca novel tamat ku juga ya 💕
__ADS_1