After Divorce

After Divorce
Bahagia


__ADS_3

“Kamu Andre, nggak perlu beramah tamah dengan mantan kekasih kamu itu. Cukup hanya kamu tegur aja. Nggak harus kamu duduk di sampingnya, ngobrol lagi. Ya jelas istri kamu cemburu, apalagi wanita itu mantan kekasih kamu. Ayah sudah capek belakangan ini kalian sering ribut. Hanya untuk kedepannya kamu Ndre, harus bisa memperbaiki sikap kamu. Shinta kamu nikahi bukan untuk kamu sakiti. Ingat itu. Shinta butuh kebahagiaan lahir dan batin.”


Mendengar nasehat ayah mertuanya, Andre langsung emosi karena mertuanya terlihat selalu menyudutkannya dan selalu membela anaknya sendiri padahal Shinta selalu melakukan kesalahan. Akhirnya Andre yang sudah muak dengan semua ini meluapkan emosinya.


“Tapi Ayah juga harus ingat bagaimana kelakuan Shinta pada Andre. Andre yang ngobrol dengan Widya, aAah anggap itu salah sementara apa yang sudah dilakukan Shinta pada Andre. Dia pergi bahkan tidur dengan lelaki lain. Andre sendiri yang menangkap basah mereka berdua tidur di kamar apakah itu.”


Tiba-tiba ucapan Andre terputus karena dipotong oleh ayam mertuanya.


“Sudah... sudah... jangan dibahas lagi masalah itu.”


Akhirnya Andre pun diam saja karena malas berdebat dengan ayah mertuanya yang selalu membela putrinya. Dari situ Andre bisa menilai sendiri bagaimana perlakuan ayah mertuanya terhadap Shinta yang selalu menutupi kesalahannya dengan menyalakan Andre. Melihat sikap mertuanya yang tidak pernah berubah karena selalu membela putrinya dan menyalahkan Andre membuat Andre semakin kesal dan sudah pasrah dengan nasib rumah tangganya untuk kedepannya. Sedikit pun Tidak ada usaha di hatinya untuk mempertahankan kembali rumah tangganya karena dia sudah lelah atas sikap istri dan ayah mertuanya.


Andre yang sangat kesal dengan istri dan mertuanya kemudian keluar kamar tanpa pamit pada ayah mertuanya.

__ADS_1


“Suami kamu itu semakin hari semakin tidak ada sopan santunnya,” ucap pak Husin dengan ada marah. Mulai dari sekarang ayah Ingatkah sama kamu. Kamu jangan terlalu cingeng sehingga suami kamu semena-mena sama kamu. Ayah perhatikan dia sangat sepele sama kamu karena dilihatnya kamu sangat mencintainya. Makanya mulai dari sekarang kamu harus mandiri jangan menghadapi masalah seperti ini kamu langsung menangis, marah-marah. Suami kamu pasti besar kepala karena dilihatnya kamu sangat mencintainya, takut kehilangannya. Kamu jangan takut kalau kehilangan dia karena masih banyak pria lain di luar sana yang lebih baik dari dia. Kalau sempat dia menyakiti hati kamu lagi, ayah tidak segan-segan mengusir dia dari rumah ini dengan hanya memakai pakaian yang ada di badannya saja,” jelas pak Husin marah.


“Ayah...” ucap Shinta sambil menangis.


“Kenapa kamu takut kehilangan suami kamu.”


“Ayah juga harus mikir masa depan Bastian. Bagaimana nasib Bastian ke depannya tanpa seorang ayah,” ucap Shinta sambil menangis.


“Itulah yang membuat suami kamu sepele sama kamu, karena kamu takut kehilangannya. Kalau memang Andre selalu membuat kamu menangis, membuat hati kamu sakit, untuk apa kamu pertahankan lagi. Lebih baik kamu tinggalkan dia dan kamu nggak susah kalau kehilangan dia karena kamu memiliki semuanya. Kamu bisa meneruskan perusahaan ayah. Masa depan kamu pasti terjamin. Sementara dia tidak punya apa-apa bahkan keluar dari rumah ini dia tidak membawa apa-apa karena harta di rumah Ini semua adalah milik ayah. Makanya kamu jangan bodoh Shinta. Kamu sudah disakiti, bahkan kamu sering menangis dibuatnya tapi kamu masih juga takut kehilangannya.”


“Memangnya kenapa kalau kamu jadi janda. Ayah bisa mengurus Bastian bahkan menyekolahkannya sampai tinggi. Jadi apa yang perlu kamu khawatirkan.”


“Pokoknya Shinta nggak mau jadi janda Ayah. Nggak enak jadi janda dipandang masyarakat rendah.”

__ADS_1


“Kenapa sih pemikiran kamu picik sekali. Untuk apa punya suami kalau sering menyakiti. Kalau kamu jadi janda ayah yakin dalam waktu dekat pasti ada pria yang mau sama kamu. Jadi kamu nggak perlu pusing mikirkannya. Ayah sudah muak dengan sikap suami kamu belakangan ini. Dulu Andre itu orangnya baik dan penurut, tapi belakangan ini ayah lihat dia mulai membangkang dan tidak peduli dengan kamu dan juga dengan ayah. Ayah rasanya seperti menumpang aja di rumah ini.”


Shinta yang mendengarkan ucapan ayahnya merasa menyesal sendiri karena telah menjelekkan suaminya di depan ayahnya, sementara Shinta tidak mau kehilangan Andre. Belakangan ini baru dirasakan Shinta bahwa dia tidak bisa hidup tanpa Andre. Padahal sebelumnya Shinta selalu menyepelekan Andre dan selalu bersenang-senang dengan pria lain. Tapi melihat Andre yang semakin cuek terhadap dirinya, perasaan Shinta semakin besar. Dia merasa takut kehilangan suaminya, apalagi mengingat nasib Bastian. Shinta takut Bastian akan menjadi anak yang bandel karena keluarganya broken home. Apalagi Shinta sering melihat sendiri anak yang broken home perkembangan jiwa dan mentalnya pasti terganggu dan anak itu pasti menjadi anak yang tidak terarah dan menjadi anak yang liar dan bandel. Hal itulah yang paling ditakuti Shinta terhadap Bastian. Shinta takut kehilangan Andre karena mengingat nasib Bastian.


“Memangnya Bastian kenapa Shinta kalau kalian bercerai.”


“Ayah, pasti Bastian menjadi anak yang bandel dan tidak bisa diatur.”


“Itu semua tergantung didikkan kamu, Shinta. Kalau kamu baik mendidiknya tentu Bastian nggak akan menjadi anak yang bandel. Makanya kamu harus benar-benar memperhatikan Bastian. Kalau pun kamu sibuk, setidaknya harus kamu perhatikan anak kamu. Selama ini kamu kan tidak perduli dengan perkembangan anak kamu. Kamu selalu sibuk dengan bisnis kamu tanpa memperhatikan Bastian. Bahkan untuk menjenguk Bastian yang setiap minggunya jarang kamu lakukan. Yang selalu menjenguk Bastian hanya ayahnya bahkan terkadang ayah sendiri, sementara kamu selalu mengatakan sedang banyak pekerjaan.”


“Memang Shinta belakangan ini sibuk Ayah.”


“Ayah tau kamu sibuk, bahkan kamu sering ke luar negeri untuk belanja barang daganganm. Tapi setidaknya kamu sempatkanlah untuk menjenguk anak kamu setiap minggunya. Luangkan waktumu dalam satu minggu sekali menjenguk Bastian,” jelas pak Husin.

__ADS_1


Mendengar penjelasan ayahnya, Shinta pun merasa sadar sendiri. Memang selama ini yang sering menjenguk Bastian adalah Andre, sedangkan dirinya jarang bahkan dalam sebulan belum tentu dia menjenguk putranya sehingga kalau diperhatikan Bastian lebih dekat pada papinya dari pada maminya sendiri.


‘Mulai sekarang aku akan selalu memperhatikan Bastian. Aku akan ke pesantren menjenguk Bastian bersama mas Andre setiap minggunya. Aku harus merebut kembali hati mas Andre yang sudah membenci aku. Aku juga yakin kalau suatu saat mas Andre akan bisa mencintai aku lagi seperti dulu. Kalau aku bisa merubah kebiasaanku yang tidak disukai mas Andre, pasti mas Andre akan mencintaiku lagi. Apalagi yang aku tau mas Andre hatinya lembut dan mudah memaafkan seseorang. Kalau aku selalu memperhatikannya pasti dalam waktu dekat dia akan memperhatikan aku lagi,’ batin Shinta.


__ADS_2