After Divorce

After Divorce
AD BAB 61 - Pertemuan Pertama Kali


__ADS_3

Hari berlalu.


Setelah malam puncak perayaan ulang tahun hotel dan semua hiruk pikuk yang begitu berkesan bagi para karyawan, akhirnya perayaan itu usai.


Kini Hotel kembali beroperasi seperti biasa. Jia dan Lisa pun mulai mengerjakan tugasnya bersama, bekerja dari jam 7 hingga 3 sore.


Jia sangat lelah, hari ini dia memutuskan tidak masuk Les dan langsung pulang.


Naik Bus beberapa menit hingga akhirnya sampai di pemberhentian terakhir.


Jia berjalan kaki menuju rumahnya dengan langkah pelan-pelan. Untunglah sore ini hujan tidak turun dan panas tidak terlalu terik.


Namun langkah Jia terhenti du pinggir jalan, saat dia melihat seorang wanita berdiri tepat di depan pagar rumahnya yang tertutup rapat.


Jia mengamati siapa wanita itu, sampai akhirnya dia mengenal dan jantungnya berdesir.


Deg! wanita itu adalah Amora Lance.


Jia tidak pernah bertemu langsung dengan Amora, namun Jia sempat menemukan foto wanita itu di salah satu laci kamarnya bersama Alex dulu. Wajah yang selalu terbayang dalam ingatan Jia.


Membayangkan betapa cantiknya wanita itu dan dia terus merasa kecil.


Kini setelah melihat secara langsung, ternyata Amora lebih dari yang ada di bayangannya. Amora sangat cantik, tinggi semampai dengan kulit yang putih bersih.

__ADS_1


Jia hanya mampu menelan ludahnya kasar ketika melihat dia sendiri dari atas hingga ke bawah.


Jangan lemah Jia, jangan lemah. Batin nya.


Dengan kakinya yang bergetar, Jia mulai kembali melanjutkan langkah.


Aku dan Alex sudah berpisah, aku dan wanita itu tidak memiliki hubungan apapun.


Jangan takut, kamu bukan orang ketiga, karena saat itu Alex tidak menolak untuk menikah denganmu.


Jangan takut, ini adalah rumah mu.


Jangan takut Jia, jangan takut.


Sejenak mereka saling tatap, ini adalah pertemuan pertama kali bagi keduanya.


"Anda siapa? kenapa berdiri di depan rumah ku," tanya Jia, tidak peduli betapa takutnya dia di dalam hati, namun Jia tetap menunjukkan keberaniannya.


Jia tidak ingin lagi terlihat lemah.


Sementara Amora tidak langsung menjawab, dia berdecih dengan sangat keras, hingga Jia pun mendengarnya dengan jelas.


"Ternyata benar kata Alex, kamu adalah wanita yang buruk rupa."

__ADS_1


Deg! hati Jia sakit sekali mendengar kata itu, namun dia tidak menangis, dia menunjukkan wajahnya yang nampak dingin.


Padahal sumpah, Alex tidak pernah berkata seperti itu. Apa yang ada dalam rumah tangganya hanya dia yang tahu.


Amora berkata seperti itu, karena dulu memang inilah rencananya dengan Sofia, membuat Jia menjadi wanita buruk rupa dengan menyerang batinnya.


"Aku memang wanita buruk rupa, lalu masalahnya untuk Anda apa? bahkan saya tidak mengenal Anda dan Alex sekalipun tidak pernah menyebut nama wanita lain selama menjadi suamiku." balas Jia, dia berbohong. Hingga keringat dingin membasahi kedua telapak tangannya.


Entahlah, kenapa Jia berani berbohong seperti itu. Mungkin karena dia tidak ingin, harga dirinya kembali terluka.


"Cih! sombong sekali, sadarlah posisi mu, kamu hanyalah wanita yang terbuang."


Geram saat melihat wajah Jia yang tidak terpengaruh dengan semua ucapan kasarnya, akhirnya Amora mengeluarkan sesuatu dari dalam tas.


Sebuah pisau cutter yang dia bawa untuk membuat wajah Jia semakin buruk rupa.


Kedua mata Jia membola, dia bahkan sedikit mundur ketika melihat senjata tajam itu.


Sementara wajah Amora semakin terlihat bengis.


"Aku akan membantu mu membuat wajah itu semakin buruk rupa!"


Dengan gerakan cepat, Amora mendekati Jia dan ...

__ADS_1


Crash!


__ADS_2