
Hari berlalu.
Tiap harinya selalu Ina lewati dengan berdebar menunggu hari sabtu tiba.
Tentang kepergian Ina dan Sean hari ini pun sudah terdengar di telinga Jia. Sofia yang mengatakannya jika Ina dan Sean akan pergi kencan.
Saat mendengar cerita itu Jia mengulum senyum, jadi ingat kebersamaan mereka saat dulu piknik di taman kota. Sean dan Ina saling mengejar, berlari entah menertawakan apa.
Pagi ini sebelum Sean menjemput, Jia mendatangi kamar Ina. Membawa sebuah gaun cantik yang bisa Ina gunakan saat pergi bersama dengan Sean siang nanti.
"Nyonya Jia, kenapa kemari? kenapa tidak memanggil saya saja? apa yang bisa saya bantu?" tanya Ina bertubi, sungguh dia merasa tidak enak hati Jia sampai menghampiri ke kamarnya.
"Banyak sekali pertanyaan mu, aku sampai bingung," jawab Jia dan Ina hanya mampu tersenyum kikuk.
Jia masuk ke dalam kamar itu dan duduk ditepi ranjang, lalu memberikan paper bag yang dia bawa untuk Ina.
"Gunakan baju ini dan nanti saat pergi ikat rambut mu yang rapi," ucap Jia.
Kedua pipi Ina langsung merona. Selama ini dia memang selalu menggerai rambutnya, rasanya begitu malu untuk menunjukan bagian leher.
"Tapi Nyonya_"
__ADS_1
"Ini perintah," balas Jia dengan mengulum senyum.
Siang datang.
Demi memastikan penampilan Ina sempurna Jia sampai kembali menghampiri kamar pengasuh anaknya ini.
Ina menggunakan baju yang dia beri, terlihat begitu pas di tubuhnya yang kecil. Mirip Jia saat gadis, kini Jia tidak seramping itu, tubuhnya lebih berisi.
"Cantik sekali," puji Jia, membuat Ina mengulum senyum malu.
"Rambutnya tidak udah diikat ya Nyonya? saya malu."
"Ikat."
Dia sedikit terkejut dengan penampilan Ina yang nampak berbeda. Selama ini Ina menggunakan baju seragam kerjanya sebagai baby sitter. Tapi kini Ina menggunakan gaun yang sangat cantik.
Rayden sangat suka melihatnya.
"Wah Inaaa, cantik sekali, seperti boneka barbie milik Tasya." Tasya adalah teman Rayden, anak tetangga. Sesekali mereka main bersama dan Tasya selalu membawa boneka itu.
"Tuan Muda jangan bohong."
__ADS_1
"Tidak Ina, bukan hanya cantik. Ina super cantik." jawab Rayden dengan menunjukkan 2 jempol nya.
Jia yang melihat kelakukan anaknya itu pun mulai menatap lekat Rayden, kini anaknya ini pintar selali menyenangkan orang dengan kata-katanya yang manis, seperti seseorang yang Jia kenal.
Tapi siapa ya? Jia tidak ingat.
Tepat jam 2 siang Sean datang ke rumah keluarga Carter, Sean pun nampak berbeda. Jika biasanya selalu menggunakan setelan jas lengkap, kini Sean nampak lebih santai.
Jia dan Rayden mendampingi Ina untuk menemui Sean, saat itu Alex sedang menggendong baby Aleia, jadi tidak melihat keuwuan ini 😄
Di ruang tamu, Ina dan Sean bertemu. Mereka saling tatap terpesona satu sama lainnya.
Apalagi Sean, sungguh dia tidak menyangka jika Ina akan secantik ini jika berdandan. Selama ini dimatanya Ina adalah gadis polos, meski tanpa polesan Ina sudah terlihat manis.
Tapi hari ini, Ina sangat mempesona. Membuat jantungnya semakin berdebar.
"Nyonya Jia, kami pamit," ucap Sean saat Ina sudah berdiri disampingnya.
"Hem, pulang nya jangan terlalu malam ya?"
"Baik Nyonya." Ina yang mejawab dengan gugup.
__ADS_1
Sementara Jia mengulum senyum, dia seperti sedang mengantar anaknya untuk pergi kencan.