
Sejak Andre berangkat ke studio seseorang yang mencurigakan sedang memperhatikannya dan Andre yakin bahwa orang itu adalah suruhan istrinya. Andre kemudian mengirim pesan wa pada Widya.
{Kamu nonton dengan siapa Widya?}
Widya merasa heran ketika membaca isi pesan dari Andre. Dia langsung melihat ke kanan dan ke kiri. Andre kemudian mengirim pesan lagi.
{Maaf ,aku tidak berani mendekati kamu karena aku sedang diikuti oleh seseorang suruhan istri aku. Aku sedang berdiri tidak jauh dari kamu.}
Widya langsung menoleh ke arah Andre dan ternyata Andre sedang berdiri tidak jauh dari dia. Tidak lama kemudian mobil yang dikendarai Anton berhenti di depan Andre. Andre langsung membuka mobil itu dan mengatakan pada Anton.
“Anton, sebentar lagi ya kita pulang.”
“Memangnya kenapa Pak?” tanya Anton heran.
“Udah, kamu nggak perlu banyak tanya. Tunggu aja informasi dari saya.”
Kemudian Andre mengirim pesan lagi pada Widya.
{Kamu kenapa belum pulang juga Widya?}
Widya langsung menjawab.
{Masih hujan, entar kalau hujannya reda baru aku pulang.}
{Apa kamu tidak membawa payung?}
{Aku tadi buru-buru jadi lupa membawa payung. Kamu sendiri kenapa tidak langsung pulang?}
{Sebentar lagi nunggu kamu pulang, baru aku pulang.}
{Kalau kamu mau pulang ya udah pulang aja duluan. Aku nunggu reda dan lagian rumah aku juga dekat.}
{Aku nggak akan tenang kalau kamu belum pulang.}
Akhirnya Andre masih tetap berdiri menunggu Widya pulang. Tidak lama kemudian hujan pun reda dan Widya langsung pulang ke rumah dengan berjalan kaki.
Saat Widya melangkahkan kakinya Andre mengirim pesan wa lagi.
{Kamu hati-hati ya. Kalau sudah sampai rumah cepat kabari aku.}
***
Shinta yang sejak tadi menunggu suaminya sudah tidak sabar karena suaminya belum pulang juga.
‘Kenapa Wira belum mengabari aku. Kemana perginya mas Andre,’ batin Shinta.
Kemudian Shinta menelepon Andre.
__ADS_1
[“Hallo, ada apa Shinta?”] tanya Andre.
[“Mas jam berapa pulangnya? Sekarang di mana?”] tanya Sinta khawatir.
[“Apa orang suruhan kamu tidak memberitau kamu kalau aku sekarang di studio baru selesai nonton.”]
[“Maksut Mas apa sih.”] ucap Shinta dengan nada lembut.
[“Kamu tanya aja orang suruhan kamu sekarang aku lagi di mana.”] jawab Andre ketus.
[“Mas, aku nggak ada menyuruh orang untuk mengikuti kamu. Mungkin itu orang suruhan ayah.”]
[“Aku nggak mau tau apakah itu orang suruhan ayahmu atau kamu yang pasti ada seorang pria yang sejak tadi mengikuti aku. Aku yakin itu orang suruhan kamu yang sengaja kamu bayar untuk mengikuti ke mana aku pergi. Kalau mau tau keberadaanku di mana, dan aku sedang ngapain kamu tanya aja orang suruh kamu ya.”] Andre langsung menutup ponselnya.
Setelah Widya pulang Andre langsung naik ke mobil.
“Anton kamu santai aja membawa mobilnya dan coba kamu perhatikan orang yang mengikuti kita sejak tadi. Dia masih mengikuti atau tidak ?”
Anton langsung memperhatikan orang yang sejak tadi membuntuti mereka.
“Pak, saya perhatikan dia sepertinya akan pergi.”
“Ya udah, kita pelan-pelan aja dan kita lihat ke mana dia.”
Ternyata orang yang mengikuti tadi langsung mengendarai mobilnya melewati mobil Andre.
“Coba kamu perhatikan lagi apakah dia langsung pulang atau masih mau mengikuti kita,” tanya Andre.
“Mungkin dia sudah disuruh istri saya untuk pulang karena tadi saya sudah ngomong sama istri saya bawah ada seorang pria yang membuntuti .”
“Mungkin juga ya Pak. Sengaja dia tidak membuntuti kita lagi karena sudah ketauan.”
“Ya udah kalau seperti itu sekarang cari alamat ini,” ucap Andre sambil menunjukkan alamat yang ada di handphonenya.”
“Ini alamat siapa Pak?” tanya Anton heran.
“Udah kamu nggak perlu tau cari aja alamat itu. Menurut informasinya alamat itu tidak jauh dari studio ini.”
Anton kemudian mengikuti perintah majikannya. Sambil melajukan kendaraannya pelan Anton melirik ke kanan dan ke kiri untuk mencari alamat itu. Sampai di persimpangan Anton langsung membelokkan mobilnya ke arah kanan.
“Ini Pak alamat itu.”
Andre langsung melihat dari jendela mobil alamat yang dimaksud sambil melirik ke kanan dan ke kiri. Anton dan Andre mencari alamat nomor rumah itu.
“Pak, itu nomor sembilan berarti yang nomor sepuluhnya ada di sampingnya atau di depannya.”
“Pelan sedikit ya,” pinta Andre.
__ADS_1
Begitu sampai di depan rumah nomor sepuluh Andre membulatkan matanya sempurna memperhatikan rumah itu. Rumah itu terlihat sangat kecil tetapi halamannya kelihatan sangat rapi dan indah karena terlihat banyak tanaman bunga di depan rumah itu.
Walaupun suasana malam dan gelap tapi dari cahaya lampu yang ada di jalan dan di teras rumah itu terlihat kalau halaman rumah itu sangat indah.
“Kita berhenti disini Pak?” tanya Anton.
“Nggak usah. Kita lanjutkan perjalanan kita pulang.”
“Berarti saya sudah bisa melajukan dengan kencang ya Pak?”
“Iya.”
Anton langsung melanjutkan kendaraannya dengan kecepatan tinggi setelah melewati rumah itu.
“Memangnya rumah tadi rumah siapa ya Pak?” tanya Anton ingin tau.
“Kamu nggak perlu tau. Tapi nanti suatu saat pasti akan saya ceritakan,” jelas Andre.
Akhirnya Anton diam saja walaupun sebenarnya dia sangat penasaran dengan rumah itu.
“Kita langsung pulang Pak?” tanya Anton lagi.
“Memangnya kita mau ke mana lagi?”
“Mana tau Bapak masih mau jalan-jalan lagi.”
“Sebenarnya saya malas langsung pulang karena saya belum ngantuk.”
“Maksud Bapak gimana saya nggak ngerti.” tanya Anton bingung.
“Saya masih ingin keliling-keliling dulu sampai saya betul-betul ngantuk. Kalau sudah ngantuk baru saya pulang dan sampai rumah langsung tidur.”
“Kenapa begitu Pak? Biasanya orang ingin cepat-cepat pulang ke rumah untuk ketemu keluarga mereka.”
“Tapi saya luar biasa Anton.” Andre bercanda aambil tertawa.
Anton yang mendengarkan penjelasan majikannya merasa heran sendiri. Tidak seperti biasanya Andre ingin jalan-jalan dan malas langsung pulang.
“Berarti kita masih mau jalan-jalan lagi Pak?”
“Terserah kamu aja Anton. Kamu keliling kota ini. Kalau nanti saya sudah tertidur di mobil baru kamu bawa pulang.”
“Oh gitu Pak. Ya udah kalau gitu biar saya keliling kota ini ya Pak.”
Andre langsung memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya di sandaran jok belakang. Tidak sampai lima menit Andre sudah tertidur pulas. Anton yang sedang menyetir mobil melirik ke belakang. Dilihat majikannya sudah tertidur dia langsung memutar balik untuk pulang ke rumah.
Tidak sampai lima belas menit mobil sudah masuk ke halaman rumah Andre.
__ADS_1
“Pak, kita sudah sampai.” Anton membangunkan Andre yang sedang tertidur pulas.
Begitu mendengar suara Anton, Andre langsung membuka matanya dan dia langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.