After Divorce

After Divorce
AD BAB 77 - Coba Lihat Aku Juga


__ADS_3

Daniel memperhatikan Jia yang sedang membersihkan bibirnya setelah mereka selesai makan siang bersama.


Wanita manis yang terlihat lugu ini sibuk sendiri seolah Daniel tidak ada dihadapannya. Selesai membersihkan bibirnya, Jia merapikan kotak bekal. Juga menutup botol minum lebih rapat.


"Sudah minumnya?" tanya Jia, membuat lamunan Daniel seketika buyar, lamunan menatap wajah cantik alami itu. Jia hanya menggunakan make up tipis, dengan lisptik yang lebih merah agar wajahnya tidak pucat.


"Belum," jawab Daniel bohong, didekat Jia jadi seorang pembohong untuk mendapatkan perhatian lebih.


Dilihatnya Jia yang kembali membuka botol minum itu dan menyerahkan kepadanya.


"Cepat minum, tiba-tiba kok mendung ya, jangan-jangan mau hujan," ucap Jia.


Namun Daniel tidak mau dengar, dia tetap pada node santai. Tidak ingin waktu cepat berlalu dan mereka berpisah.


Sedikit rahasia tentang Daniel, dulu dia memang merasa iba pada Jia, hanya ingin membuat wanita menderita ini bahagia.


Namun lambat laun mengenal, entah kenapa perasaan itu berubah, bahkan Daniel tidak tahu kapan pastinya.


Hanya saja dia merasa tidak rela jika ada laki-laki lain yang membahagiakan wanita ini, apalagi Alex, mantan suami yang sudah pernah mencampakkan Jia.


Cemburunya muncul ketika kemarin dia melihat secara langsung interaksi Jia dan Alex, dadanya bergemuruh Ingin menarik Jia ikut bersamanya.

__ADS_1


"Cepat minum! malah melamun," ucap Jia.


Daniel tersenyum kecil, lantas meneguk minuman itu.


Salah siapa membuatku memikirkan kamu. Batin Daniel.


"Ji."


"Apa?"


Daniel menyerahkan kembali minumnya dan Jia kembali menutup rapat.


"Bagaimana kemarin, kamu menginap di rumah tante Sofia?"


"Kamu mau tau satu hal?"


"Apa?"


"Aku ikut bahagia jika hubunga mu dengan tante Sofia baik-baik saja, tapi aku benci jika kamu kembali pada mantan suami mu itu," ucap Daniel jujur, beginilah dia. Selain pandai membohongi Jia, dia juga selalu mengatakan apa yang ada di dalam hati dan otaknya. Tidak ingin menutupi apapun, terlebih tentang perasaannya sendiri.


Dan ucapan Daniel itu mampu membuat Jia bingung.

__ADS_1


"Aku tau kamu masih mencintai dia, tapi apa harus kembali bersama? tidak bisakah kamu menemukan orang lain saja? aku misalnya."


Jia melebarkan mata, kenapa ucapan Daniel jadi kemana-mana.


"Jangan bingung seperti itu, aku menyukai mu, mengerti Tidak?" tanya Daniel lagi, bukannya mengangguk Jia malah semakin bingung harus menanggapinya bagaimana.


Jika ini pernyataan cinta, tapi Daniel seolah sedang memberikan tugas kepadanya.


"Kali ini aku mohon, jangan berikan hatimu sepenuhnya untuk mantan suamimu itu. Kamu begitu mencintai dia karena selama ini yang kamu lihat hanya dia seorang, coba beri aku sedikit ruang di hatimu, coba lihat aku juga," ucap Daniel lagi, dengan suaranya yang lebih pelan dan tatapan yang dalam.


Daniel pun ingin tahu, apakah dia benar mencintai Jia? perasaan yang tidak pernah dia rasakan pada wanita manapun, mengiba untuk dibalas perasaannya seperti ini.


Mereka saling tatap, cukup lama mengunci tatapan satu sama lain.


Sampai akhirnya tatapan itu putus saat tiba-tiba beberapa tetes air menjatuhi wajah dan tubuh mereka.


Hujan turun.


Jia dan Daniel sontak terkejut, mereka segera bangkit dan berlari menuju hotel.


Diantara lari itu, Daniel melepas topi yang dia kenakan lalu memasangnya di kepala Jia. Menggunakan lengan besarnya pula untuk sedikit menghadang agar air hujan tidak menjatuhi wanita nya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



__ADS_2