
Daniel sudah terbiasa mendapatkan apapun yang dia mau, melakukan apapun yang dia suka tanpa peduli orang lain menilainya bagaimana.
Dan sekarang rasanya sangat sulit untuk menahan diri. Dia harus bertemu Jia, bagaimana pun dia harus terhubung dengan wanita itu.
Kesal sendiri, akhirnya Daniel bangkit dari kursi kerjanya. Menuju pusat perbelanjaan dan membeli banyak barang untuk Jia sebagai hadiah kehamilannya.
Tas branded, sepatu mahal, baju terkini dan sebuah anting yang sangat cantik.
Bibir Daniel tersenyum, dia akan memberikan semua barang ini pada Jia.
Lantas dengan segera Daniel kembali melajukan mobil nya. Bukan menuju kantor Jia, tapi Daniel pergi menuju kantor milik Alex. Dengan banyak kantong belanjaan ditangannya, dia mendatangi ruang CEO.
Sean yang pertama kali menyambutnya menatap heran, dia bahkan sampai menawarkan diri untuk membantu Daniel membawa kantong-kantong itu tapi Daniel menolak.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri. Lebih baik kamu buka saja pintunya."
Sean tidak menjawab, hanya mengangguk kecil.
Daniel masuk ke dalam sana dan disambut dengan tatapan aneh oleh Alex. Saking anehnya melihat Daniel, Alex sampai menghentikan pergerakan tangannya yang sedang memeriksa sebuah berkas.
"Untuk apa kamu datang kesini?" tanya Alex tak ada ramah-ramahnya. Hubungan mereka tidak terlalu baik untuk saling mengunjungi seperti ini.
"Astaga, wajahmu itu dingin sekali. Bagaimana Jia bisa betah memiliki suami seperti mu," balas Daniel, tanpa diminta dia langsung meletakkan semua barang belanjaannya diatas meja. Lalu duduk di sofa mengistirahatkan tubuhnya yang lelah, ternyata berbelanja itu membutuhkan banyak tenaga.
Alex yang melihat tingkah semaunya tamu tak diundang itu pun terpaksa bangkit dari duduknya, menghampiri Daniel dan duduk dihadapan.
__ADS_1
"Katakan, ada perlu apa kamu kesini? setelah itu pergilah," ucap Alex.
Sean diujung sana bahkan langsung membuka pintu, siap mengusir Daniel.
Dan Daniel yang diperlakukan seperti ini benar-benar terkejut, mulutnya bahkan sampai menganga.
"Astaga, kalian berdua adalah orang-orang yang jahat. Memangnya aku mengusir mu saat kamu berkunjung ke kantor ku?" ucap Daniel sekaligus bertanya.
"Tidak usah basa basi, katakan saja apa maumu dan pergilah."
"Astaga astaga Astaga, parah parah parah. Aku akan mengatakannya pada Jia."
"Katakan saja, setelah itu aku akan memintanya untuk tidak berhubungan lagi dengan mu, sedikit pun!"
"Astaga, kamu sangat posesif."
Daniel mengusap tengkuknya yang terasa berdenyut, bicara dengan Alex benar-benar menguji kesabarannya.
"Ini semua untuk Jia, berikan padanya," ucap Daniel yang mulai ketus.
Alex bangkit dan memeriksa barang itu, semuanya adalah barang mahal.
"Bawa kembali, Jia tidak akan mau memakai barang-barang mahal seperti ini."
"Katakan saja ini semua palsu dan harganya murah."
__ADS_1
"Kenapa tidak kamu berikan langsung?"
"Cih! memangnya boleh aku menemui Jia."
"Biasanya juga kamu selalu mengawasi Jia kan?"
"Astaga astaga astaga!" kepala Daniel berdenyut, ternyata saat dia mengawasi Jia, Alex juga mengawasi dia.
Daniel sampai tidak bisa berkata-kata.
Berulang kali Daniel menarik dan membuang nafasnya agar tenang.
"Berbelas kasih lah padaku Al, Jia sudah hamil lagi, izinkan aku bertemu dengan Rayden." pinta Daniel, sungguh dia rindu pada anak nakal itu. Tiap bertemu selalu menyusahkan dia, tapi dia sangat menyayanginya.
"Kenapa kamu tidak buat anak sendiri? malah mengharapkan anak orang lain."
"Astaga, kamu benar-benar pria kejam."
Mendengar itu Alex tersenyum kecil, sangat kecil sampai Daniel tidak menyadarinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rekomendasi Author
Kisah Cinta Anak Sultan karya RirinRohman
__ADS_1