After Divorce

After Divorce
AD BAB 94 - Part Spesial


__ADS_3

Flasback malam pernikahan Alex dan Jia.


Pernikahan keduanya dilakukan di pagi hari. Hanya pernikahan sederhana dan dihadiri oleh para kerabat. Setelah Alex dan Jia resmi menjadi suami dan istri, Andreas mengajak semua keluarganya untuk mengunjungi makam kedua orang tua Jia.


Disana Andreas kembali memohon maaf sebanyak-banyaknya, tiap kata yang terucap dari mulut Andreas selalu mampu membuat air mata Jia jatuh.


Alex yang melihat kesedihan sang ayah pun ikut terenyuh, dia bahkan sampai lupa tentang kesedihannya sendiri yang harus berpisah dengan Amora demi menikahi Jia.


"Percayalah padaku, aku akan menyayangi Jia seperti anakku sendiri," ucap Andreas, saat mengatakan itu jatuh pula air matanya di atas tanah.


Sofia lantas meminta suaminya untuk bangkit dan mereka semua segera pulang ke rumah.


Tepat jam 2 siang, Andreas memanggil Alex dan Jia untuk menemui dia terlebih dulu di ruang tengah sebelum masuk ke dalam kamar.


Kini ketiga orang itu duduk disana, sementara Sofia sudah lebih dulu beristirahat.


"Sekarang kalian sudah menjadi suami dan istri, saling menerima lah satu sama lain agar pernikahan kalian bisa berjalan dengan mudah. Meskipun sebenarnya kalian adalah orang asing," ucap Andreas, rasanya perlu mengingatkan keduanya tentang arti keluarga.


"Jia punya masa lalu, Alex pun begitu, pernikahan ini sama-sama sulit untuk kalian berdua. Jadi jangan merasa salah satu diantara kalian adalah yang paling menderita. Lihatlah dari sudut pandang yang berbeda."


Alex dan Jia terdiam, membenarkan ucapan Andreas. Jia selalu merasa jika dia lah yang paling menderita, apa lagi Alex, mereka berdua sama saja sampai tidak ingat tentang orang lain.

__ADS_1


"Penerimaanlah yang membuat semuanya jadi mudah, terima pernikahan ini dengan hati yang lapang. Pernikahan bukanlah sebuah permainan, jadi pertahankanlah. Tumbuhkan cinta itu jangan dicegah."


Setelah mendengar petuah Andreas, Alex dan Jia akhirnya naik ke lantai 2 menuju kamar mereka.


"Jangan sungkan, masuklah. Kamar ini juga akan menjadi kamar mu," ucap Alex saat melihat Jia ragu-ragu untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Bersihkan tubuhmu lebih dulu, aku akan menunggu," ucap Alex lagi dan Jia mengangguk.


Setelah sama-sama mandi, Alex pamit pada Jia untuk keluar menemui Sean, karena ada beberapa pekerjaan yang harus dia lakukan. Alex juga meminta Jia untuk beristirahat saja.


Malam datang.


Hingga makan malam lewat Alex belum juga pulang.


Jia pun menurut.


Dia memang belum mencintai Alex, tidak ada rasa apapun. Namun ditinggalkan di malam ini entah kenapa hatinya berdesir. Tetap saja rasanya ada yang kosong.


Diam-diam Jia menunggu Alex pulang.


Hingga saat jam 9 malam akhirnya pintu kamar yang tertutup rapat itu dibuka oleh seseorang.

__ADS_1


Seseorang yang Jia tunggu kepulangannya.


Jia pun lantas turun dari atas ranjang dan menyambut suaminya, dia reflek begitu saja.


Dan melihat Jia yang tergesa menghampiri Dia, membuat Alex tahu jika Jia menunggu.


"Maaf, aku tidak tahu jika pertemuannya akan selama ini," ucap Alex.


"Tidak apa-apa, yang penting kamu pulang."


Alex tersenyum kecil.


"Tentu saja aku pulang, ini malam yang tidak boleh dilewatkan."


Kedua pipi Jia bersemu merah, entah kenapa kini tubuhnya jadi terasa panas.


Belum lagi saat Alex mengangkat dagunya naik hingga kedua mata meraka bertemu dan saling mengunci.


"Bolehkah malam ini kita melakukannya?" tanya Alex lirih, rasanya dia harus meminta izin untuk hal ini.


Dan anggukan kecil kepala Jia membuat Alex langsung menyesap bibir istrinya.

__ADS_1


Malam itu gerimis turun, menemani keduanya saling bersenggamaa dalam nikmat.


Flasback selesai.


__ADS_2