After Divorce

After Divorce
es krim


__ADS_3

Andre masih asik dengan koran yang ada di tangannya. Sejak Andre menangkap basah istrinya tidur dengan lelaki lain di diskotik, sikap Andre semakin cuek dan acuh tak acuh. Tentu hal ini membuat Shinta semakin sedih dan kecewa.


Shinta yang selama ini selalu menyepelekan suaminya tapi melihat suaminya yang sangat cuek terhadapnya, dia merasa sedih. Andre juga tidak menunjukkan rasa marah pada Shinta ketika menjemput Shinta di diskotik membuat Shinta merasa sangat menyesal. Dia semakin takut ketika melihat suaminya sudah tidak memperdulikannya lagi. Sekarang Shinta merasa sangat takut kehilangan Andre. Apalagi setelah mengetaui kalau Andre pernah menjalin hubungan dengan Widya. Hati Shinta semakin terbakar karena api cemburu. Bahkan sengaja Shinta menyewa seseorang untuk mencari tau tentang keberadaan Widya sekaligus mencari tau masa lalu Widya. Dari informasi yang diterima Shinta, bahwa Widya adalah mantan kekasih Andre ketika masih kuliah dulu.


Tentu hal ini membuat Shnta merasa tidak tenang apalagi dengan sikap Andre tidak memperdulikannya lagi. Padahal pada saat itu Shinta yang merasa kesal dengan suaminya dan langsung ketemu Bobby untuk menceritakan kekesalannya itu, karena dia sangat stress mendengar berita bahwa Andre ketemu dengan mantan kekasihnya yang bernama Widya.


Tapi ternyata Bobby memanfaatkan kesempatan ini dan sengaja menjebak Shinta. Shinta juga tidak menyangka kalau suaminya bakalan datang ke tempat itu dan menemukan Shinta yang sedang berada dalam satu kamar dengan Bobby.


Akhirnya perasaan takut Shinta akan kehilangan Andre semakin hari semakin besar. Sekarang Shinta baru menyadari bahwa dia tidak bisa hidup tanpa Andre. Dia berjanji dalam hatinya akan merubah semua kelakuannya yang tidak baik selama ini. Dia ingin merebut kembali hati suaminya.


“Mas, kebetulan kan ini hari Minggu. Gimana kalau kita pergi jalan-jalan ke taman bunga bersama Bastian.”


“Kalau kamu mau pergi jalan-jalan, ya udah pergi aja berdua dengan Bastian. Aku ingin istirahat hari ini,” jawab Andre.


“Mas, kamu apa nggak kasihan melihat kami hanya berjalan berdua. Sama saja aku seperti janda yang gak punya suami,” jelas Shinta.


Tiba-tiba Bastian muncul di hadapan mereka.


“Bastian, kamu mau pergi jalan-jalan ke taman bunga?” tanya maminya.


“Mau Mi, Bastian mau,” jawab Bastian senang.


“Ya udah, sebentar lagi kamu siap-siap.”


“Papi juga ikut kan?” tanya Bastian.


Andre terlihat diam aja.


“Kamu tanya aja papi kamu, mau nggak ikut dengan kita.”


“Papi ikut ya?” ucap Bastian senang.


Melihat Bastian yang kelihatan sangat senang akhirnya Andre pun tidak dapat mengelak. Dia langsung menganggukkan kepalanya demi kebahagiaan anaknya.


***


Tepat jam sebelas siang Widya dan Noval sudah siap-siap akan pergi ke taman bunga untuk jalan-jalan.

__ADS_1


“Kamu udah siap Noval?” tanya ibunya masuk ke kamar Noval.


“Udah Bu, sejak tadi Noval udah siap.”


“Ayo kita pergi sekarang,” ajak ibunya.


“Iya Bu,” jawab Noval dan langsung berjalan mengikuti ibunya.


Setelah semua pintu dikunci, Widya dan Noval berangkat ke taman bunga dengan naik becak. Kebetulan antara rumah Widya ke taman bunga jaraknya tidak terlalu jauh sehingga mereka langsung memesan becak yang ada di dekat simpang rumahnya.


Dalam perjalanan terlihat Noval sangat senang karena sudah cukup lama dia tidak pergi jalan-jalan ke taman bunga. Kalau dulu saat masih tinggal bersama ibu dan ayahnya mereka selalu pergi ke taman bunga. Setiap bulannya Widya dan Niko selalu membawa Noval yang masih kecil untuk rekreasi di taman bunga karena di taman bunga itu bukan hanya bunganya aja yang cantik-cantik, tapi di taman bunga juga lengkap dengan permainan anak-anak. Tempatnya juga sangat sejuk dengan banyaknya pohon yang rindang dikelilingi dengan bunga-bunga yang sangat cantik seperti bunga bougenvile dan bunga mawar yang terdapat di setiap sudut taman. Bunganya yang selalu berkembang membuat suasana menjadi sangat indah dan asri.


Widya yang senang akan keindahan alam membuatnya selalu betah untuk berlama-lama di tempat itu. Biasanya Niko yang selalu membawa anaknya bermain, sedangkan Widya hanya duduk di bawah pohon sambil menikmati keindahan alam di sekitarnya.


Kalau Noval sudah lelah bermain maka Widya akan membawa Noval untuk jajan makanan yang ada di dekat situ. Di taman bunga itu juga banyak penjual makanan sehingga kalau pergi ke sana tidak perlu membawa bontot karena segala macam makanan tersedia.


***


Setelah hampir lima belas menit perjalanan Widya dan Noval sampai di tempat tujuan. Terlihat suasana di taman bunga itu sudah ramai oleh pengunjung. Pengunjungnya adalah orang tua muda yang membawa anaknya untuk bermain di taman itu. Sedangkan Widya dan Noval berjalan di sekitar taman bunga itu sambil memperhatikan keindahan alam di sekitarnya dan juga memperhatikan anak-anak yang sedang bermain. Noval sangat senang dan sesekali tersenyum melihat kelucuan anak-anak yang bermain.


“Kenapa kamu senyum-senyum sendiri Noval?” tanya ibunya ketika melihat Noval tersenyum sendiri memperhatikan anak-anak yang sedang bermain.


“Kamu juga dulu kan seperti itu. Kalau sudah asyik bermain diajak pulang pasti nangis,” jelas ibunya.


Noval pun tersenyum mendengar penjelasan ibunya.


“Kamu masih ingat kan?” tanya ibunya lagi.


Noval hanya menganggukkan kepalanya karena dia masih ingat saat kecil dulu kalau kedua orang tuanya membawa main ke taman bunga ini. Masih teringat dalam pikiran Noval ketika dia sedang asyik bermain tiba-tiba langit mendung dan ibunya langsung mengajaknya pulang tapi Noval tidak mau. Bahkan dia menangis sehingga ayahnya langsung menggendongnya dan membawanya pulang. Dalam gendongan ayahnya Noval menangis terus. Tapi syukurnya ayahnya sangat sabar dan tidak pernah marah.


Kalau mengingat hal itu Noval merasa sedih. Noval juga merasa heran dengan sikap ayahnya yang tidak pernah memarahinya walaupun Noval selalu cengeng. Sementara sikap ayahnya terhadap ibunya sangat jauh berbeda. Ayahnya sering marah-marah pada ibunya hanya karena masalah sepele. Sedangkan dengan Noval, ayahnya tidak pernah marah.


“Kamu masih ingat apa yang kamu minta kalau sudah kemari?” tanya ibunya membuka kenangan masa lalu.


“Apa ya Bu. Noval kok lupa,” jawab Noval sambil berpikir-pikir.


“Kamu nggak ingat?” tanya ibunya.

__ADS_1


Noval pun berpikir sesaat dan kemudian dia mengingatnya.


“Maksud Ibu, balon ya?”


“Benar Sayang. Kalau kemari pasti yang kamu minta adalah balon itu,” ucap ibunya sambil menunjuk ke abang tukang balon.


Noval pun tersenyum mengingat kenangan ketika dia masih kecil.


“Kamu mau ibu belikan balon? tanya ibunya bercanda.


“Ibu ada-ada aja sih. Noval kan sudah besar,” jelas Noval sambil tertawa.


Widya langsung tersenyum dan mengelus kepala putranya.


“Kalau kamu masih pingin dibelikan balon, biar ibu belikan sekarang.”


“Nggak deh Bu.”


Widya tersenyum mendengar ucapan putranya.


“Ayo kita duduk di sana.” Widya menunjuk ke bangku yang kosong.


Kemudian Widya dan Noval duduk di bangku itu.


“Kamu mau popcorn Noval, biar kita beli.”


“Mau Bu,” jawab Noval.


“Ya udah, kamu beli ya,” ucap Widya langsung memberikan uang pada Noval.


“Noval juga beli es krim ya Bu?”


“Iya Sayang.”


“Ibu mau es krim?” tanya Noval.


“Nggak Noval.”

__ADS_1


Kemudian Noval pergi membeli popcorn dan es krim yang berada di dekat mereka. Widya hanya melihat saja ketika Noval memesan es krim.


__ADS_2