After Divorce

After Divorce
AD BAB 55 - Sekali Benci Akan Terus Membenci


__ADS_3

Amora menunggu dengan cemas, dia sangat berharap Sofia masih mau menemui dirinya.


Sebulan ini Amora tinggal di sebuah Motel di pinggiran kota. Dia tidak lagi diterima oleh keluarga Lance, terlebih saat Sean menunjukkan bukti-bukti tentang dia yang memperdaya Sofia. Makin murka lah kedua orang tua angkatnya, saat itu juga nama Lance dicopot dari nama Amora.


Tidak memiliki pemasukan uang, Amora menjual semua barang berharganya untuk tetap bertahan di kota ini. Barang-jarang yang dia dapatkan dulu saat Sofia masih mengirimnya uang milik Jia.


Berulang kali dia ingin menemui Sofia, ingin bersujud dan meminta maaf. Namun orang-orang suruhan Sean selalu menghalangi jalannya.


Tapi entah kenapa, minggu ini orang-orang Sean tidak ada yang mengawasi Dia, hingga Amora bisa sampai di rumah Sofia.


Cukup lama menunggu akhirnya gerbang tinggi itu kembali terbuka. Senyum Amora terkembang, saat melihat Sofia datang menghampiri. Namun dia sedikit kecewa, kenapa tidak dia saja yang diminta untuk masuk.


"Ma_"


Plak!


Ucapan Amora terpotong, saat Sofia langsung melayangkan sebuah tamparan keras diwajah Cantik nya. Amora tertunduk, memegangi pipinya yang terasa pedih.

__ADS_1


"Mau apa lagi kamu datang kemari Hah?! dasar perempuan tidak tahu malu!" hardik Sofia, lengkap dengan tatapannya yang menghina.


"Dengarkan aku dulu Ma, aku bisa menjelaskan semuanya." Bela Amora.


"Penjelasan Apa? Penjelasan bahwa kamu hanya memperdaya aku untuk tetap bertahan hidup? Hah! hamil diluar nikah dan kamu aborsi anak tidak bersalah itu, lalu berlagak ingin mengasuh Rayden! jangan mimpi!!"


"Waktu itu aku di perkosa Ma, aku tidak mungkin melahirkan anak tanpa seorang ayah." Jelas Amora bohong, dia hamil karena one night stand yang dia lakukan dalam keadaan sadar.


"Berhentilah bersikap menjijikkan seperti itu, aku sudah tidak sudi memiliki hubungan denganmu. Kembalikan ini, semua yang ada padamu adalah miliki!"


"Jangan Ma, aku mohon!"


Tapi Sofia tidak peduli, salah satu penjaga keamanan bahkan memegangi Amora agar tidak melawan dengan tindakan Sofia. Uang cash, kartu kredit, sebuah cincin berlian dan ponsel yang ada di dalam tas itu semua Sofia ambil. Menyisahkan tas berserta data diri Amora saja.


Bahkan Sofia melepaskan kalung dan anting yang sedang dipakai oleh Amora.


Dan Amora terus menangis, tidak bisa melawan. Itu adalah hartanya yang terakhir. Karena itulah dia datang kemari untuk meminta bantuan.

__ADS_1


"Ma, jangan begini Ma. Maafkan aku, Aku akan melakukan apapun perintah Mama." pinta Amora lagi diantara air mata yang terus mengalir.


"Aku punya banyak pelayan yang bisa ku suruh, aku tidak sudi memakai perempuan hina seperti mu."


"Aku akan bantu Mama menghancurkan Jia."


"Terserah apa maumu tentang Jia aku tidak peduli, bahkan jika kamu mencelakaianya aku tidak akan berterima kasih. Yang aku pedulikan hanya Rayden! camkan itu!"


Sofia pergi, memang inilah tujuannya untuk menemui Amora. Mengambil semua barang berharga milik wanita itu.


Sungguh, sekali membenci Sofia akan terus membenci orang itu, termasuk Amora.


Setelah Sofia masuk, penjaga itu melepaskan cekalannya pada tangan Amora, lalu masuk pula dan kembali menutup gerbang tinggi itu.


Amora menjerit bahkan juga menjambak rambutnya frustasi, dia sudah seperti orang gila didepan sana namun tidak ada satupun orang yang peduli.


"Jia, ini semua karena wanita sialan itu."

__ADS_1


__ADS_2