After Divorce

After Divorce
AD BAB 133 - Tebakan Benar


__ADS_3

Tidak ingin menduga-duga akhirnya pagi itu Alex dan Jia langsung mendatangi rumah sakit Medistra untuk memeriksakan kandungan Jia, benarkah saat ini Jia tengah mengandung atau tidak?


Semenjak melahirkan baby Aleia di rumah sakit itu kini mereka jadi terbiasa datang ke rumah sakit ini.


Kembali menemui dokter Diah, dokter kandungan Jia.


Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan akhirnya hasil pun sudah didapat.


Dan benar seperti dugaan Alex, saat ini Jia hamil.


Alex tersenyum lebar, sementara Jia tersenyum diantara rasa takutnya. Dalam benak Jia, dia mulai terbayang hal yang tidak-tidak, dia justru mencemaskan baby Aleia.


Dan kecemasan yang tergambar di raut wajah Jia itu dapat dilihat jelas oleh sang dokter.


"Anda tidak perlu khawatir Nyonya, bayi Anda yang sekarang dan baby Aleia akan baik-baik saja, asalkan Anda tidak menjadikan ini sebagai beban. Berbahagialah, ini adalah berkah," ucap Diah dengan tersenyum hangat.


Dan mendengar ucapan sang dokter, cukup menenangkan hati Jia yang merasa gundah.


Alex pun terus menggenggam tangan sang istri, selalu memberikan dukungan untuk Jia. Tidak pernah membiarkan Jia menjalani semuanya sendirian. Alex selalu ada.


Setelah mendapatkan obat, Alex dan Jia pulang.


Dilangkah kaki mereka yang keluar dari rumah sakit, mereka tidak sengaja bertemu dengan Daniel dan Karin. Saat ini Karin sudah hamil 6 Bulan, perutnya sudah mulai membesar.


"Karin." "Jia." Panggil kedua wanita itu bersamaan, mereka juga langsung saling memeluk.

__ADS_1


"Kenapa datang kesini? siapa yang sakit?" tanya Karin, menatap bergantian Alex dan Jia. Andai ada sakit yang serius, dia bisa membantu untuk pengobatan yang lebih baik dan cepat.


Tapi ditanya seperti itu, Jia malah mengulum senyum. Entah kenapa jadi sedikit canggung untuk mengatakannya, sampai akhirnya Alex yang menjawab ...


"Jia hamil 1 bulan," jawab Alex dengan bangganya.


Karin dan Daniel langsung terperangah.


"Astaga! kalian terlalu aktif," ledek Daniel.


Jia hanya menurunkan pandangannya dan Alex tetap tersenyum bangga.


Pertemuan mereka tidak lama, setelah saling sapa mereka berpisah.


Di dalam mobil menuju rumah, Alex terus menggenggam erat tangan sang istri dengan satu tangan. Sementara tangan kirinya tetap berada di atas kemudi.


"Daddy sepertinya bahagia sekali," ucap Jia, dia menatap suaminya, tidak melihat jalanan.


"Tentu saja, karena mimpi daddy perlahan mulai terwujud."


"Mimpi?"


"Hem, punya 5 anak."


"Iss daddy!"

__ADS_1


Alex terkekeh, saat lampu merah dia berhentilah mobilnya dan langsung mengecup punggung tangan Jia. Lalu menarik istrinya masuk ke dalam dekapan.


"Terima kasih sayang, kamu tidak menolak untuk tidak memakai KB, kamu bahkan bersedia hamil lagi."


"Mommy juga mau bilang terima kasih Dad."


"bilang apa?"


"Terima kasih, terima kasih karena Daddy selalu ada mendampingi mommy."


"Jangan berterima kasih, itu memang tanggung jawab daddy."


Jia tersenyum. Mereka saling mengeratkan pelukan.


"I love you," ucap Alex dan Jia menjawabnya dengan cepat ...


"I love you too Dad."


Alex hendak mencium bibir istrinya, namun urung saat terdengar suara klakson dari belakang mobil mereka.


Lampu rambu lalu lintas sudah berubah jadi hijau.


Jia terkekeh saat melihat suaminya mendengus.


"Aku akan menagihnya saat di rumah," ucap Alex menuntut, tapi Jia menggeleng. Karena kalau sudah sampai di rumah pasti mintanya lebih.

__ADS_1


"Nanti sekalian Daddy jenguk anak ketiga kita."


Tuh kan! tebakan Jia benar 😄


__ADS_2