After Divorce

After Divorce
AD BAB 83 - Tidak Gratis


__ADS_3

Belum sempat Jia menjawab, terdengar pintu kamar mereka diketuk dari luar.


Sofia datang menghampiri mereka semua. Didampingi perawat pribadinya dia menaiki anak tangga secara perlahan.


Jia yang membukakan pintu kamarnya lebar-lebar dan membantu Sofia untuk masuk.


"Kenapa mama kesini? minta saja pelayan untuk memanggil kami, kami pasti akan langsung turun." ucap Jia, Dia sungguh tidak tega melihat melihat Sofia yang susah payah naik ke lantai 2.


Tahu punggung mantan mertuanya ini masih sering ngilu. Luka sayatan itu cukup panjang melukai punggungnya.


Sebelum menjawab, Sofia bahkan mengatur nafasnya lebih dulu, nafas yang terengah karena lelah.


"Di luar hujan semakin deras, sebaiknya Alex menginap disini saja," ucap Sofia, tidak hanya mengatakan itu, dia juga mengatakan jika nanti malam sepertinya dia tidak ikut makan malam bersama. Dia sudah ingin masuk ke dalam kamarnya sore ini juga, karena itulah dia datang kemari sebelum beristirahat.


Dan Jia yang mendengar ucapan Sofia semakin dibuat terperangah, seolah keinginan sang anak di dukung pula oleh alam.


"Yes! nanti malam Rayden tidur bersama dengan Mommy dan Daddy!" pekik Rayden antusias.


Mendengar itu Sofia mengerutkan dahinya, menginap bukan berarti tidur bersama, karena Alex dan Jia sudah berpisah. Mereka berdua harus menikah kembali untuk bisa tidur dalam satu ranjang.


Tapi lidah Sofia pun terasa lalu untuk memutuskan tawa riang sang cucu.


Akhirnya dia hanya mampu tersenyum kecil sebagai tanggapan, bagaimana nanti malam terserah Alex dan Jia.


Sofia tidak ingin kembali ikut campur.


Malam pun tiba.


Sofia benar-benar tidak keluar, dia bahkan makan malam di dalam kamarnya.

__ADS_1


Kini selepas makan malam bersama, Alex, Jia dan Rayden duduk di ruang tengah. Menikmati perapian untuk menghangatkan tubuh.


Semakin malam Rayden pun mengantuk, dia memutuskan untuk berbaring di pangkuan sang ibu, Jia mengelus kepalanya hingga terlelap.


Getar ponsel Jia diatas meja mencuri perhatian kedua insan yang tengah diselimuti kecanggungan ini.


Alex pun mengambil ponsel itu dan memberikannya kepada Jia.


Sebuah pesan masuk, pesan berisi materi Les Jia hari ini. Les diliburkan karena hujan yang deras, jadi materi disebar untuk setiap peserta.


Jia membukanya dan membaca sekilas, namun terlalu asik sampai membaca terus menerus sampai lupa Alex ada disampingnya, dan ikut membaca pula isi materi itu.


"Pembuatan proposal," ucap Alex, dan berhasil membuat Jia terkejut.


Jia langsung menoleh tanpa tahu jika wajah Alex ada disampingnya, membuat hidung mereka saling bersentuhan tanpa sengaja.


Sementara Alex terpaku, hanya matanya yang terus menatap Jia lekat. Sentuhan kecil itu, mampu membuatnya menginginkan lebih.


Tapi sekuat tenaga Alex menahan.


"Itu materi Les mu?" tanya Alex yang ingin mencairkan suasana diantara mereka.


Setelah menelan salivanya dengan susah payah, Jia mengangguk. Lalu membenahi duduknya seperti semula.


"Iya," jawab Jia kemudian.


"Apa ada yang tidak kamu mengerti? aku bisa membantu mu." Alex semakin mendekat, bahkan hingga kini tubuh mereka tak berjarak.


"Harusnya kamu ambil kuliah saja, kenapa malah Les?"

__ADS_1


"Aku tidak percaya diri dengan umur ku, bagaimana cara memulainya pun aku bingung. Hanya ikut Les ini yang aku bisa," jawab Jia apa adanya. Sebuah jawaban sederhana namun mampu memporak porandakan hati Alex. mengetahui betapa Jia ingin memperbaiki hidupnya setelah berpisah dengan dia.


"Apa yang ingin kamu tuju dengan ilmu yang kamu dapat ini?" tanya Alex, bertanya dengan kedua matanya yang terus menatap lekat Jia.


"Aku ingin punya usaha sendiri, jadi tidak perlu bergantung pada siapapun."


"Boleh aku membantu mu?"


"Bantu apa?"


"Membuat proposal, merencanakan manajemen, membuat izin usaha, menganalisa peluang, semuanya, semuanya akan aku bantu."


Jia tersenyum kecil, dia pikir Alex akan merendahkan keinginannya itu, juga menganggapnya tidak akan mampu. Namun ternyata Alex malah mendukungnya.


Kecil, Jia mengangguk.


"Tapi tidak gratis," ucap Alex dan membuat senyum kecil Jia hilang seketika.


"Ini bayarannya," timpal Alex lagi, dia menarik tengkuk Jia dan menjatuhkan sebuah ciuman di atas bibir ranum itu.


Melumaatnya dengan lembut hingga Jia terbuai dan menutup mata. Lambat laun Jia pun membalas, tidak ada yang tergesa-gesa, mereka saling menggerakan bibir dengan gerakan pelan. Seolah saling menikmati sentuhan satu sama lain.


Di ruang tengah dengan pencahayaan temaram itu, mereka terus saling bertukar saliva dan terhenti ketika mendengar Rayden yang mengigau.


"Rayden sayang mommy dan daddy," gumam Rayden dari alam bawah sadarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_1


__ADS_2