After Divorce

After Divorce
Jakarta


__ADS_3

“Kamu ngapain cepat kali pulang Sayang. Aku masih kangen loh sama kamu,” ucap Bobby merayu.


“Tapi Bobby, suami aku mau pergi malam ini dan aku belum menyiapkan pakaiannya.”


“Memangnya kapan suami kamu pulang?”


“Aku belum tau karena aku belum ketemu langsung dengan suami aku.”


“Kalau begitu, ini kesempatan emas bagi kita Sayang.”


“Maksud kamu apa Bobby?” tanya Shinta heran.


“Ya jelas ini kesempatan emas bagi kita untuk ketemu lagi dan bisa bersenang-senang di tempat ini.”


Shinta tidak menjawab ucapan Bobby. Dia hanya pura-pura tersenyum supaya Bobby tidak mencurigainya bahwa Shinta sudah muak melihat kelakuan Bobby. Shinta sengaja bersikap manis di depan Bobby karena mempunyai tujuan lain. Walaupun Bobby telah menghapus foto bugil mereka, tapi Shinta masih harus bersikap manis.


“Gimana kalau kita besok ketemuan lagi di sini Sayang,” pinta Bobby.


Shinta langsung terdiam memikirkan ucapan Bobby.


“Bobby, meskipun suami aku tidak di sini tapi aku takut dia akan mengetahui perbuatan kita karena dia telah menyewa seseorang untuk memata-matai kita,” ucap Shinta bohong.


“Jadi saat kamu kemari apa ada orang yang mengikuti kamu?”


“Memang sih tadi tidak ada karena aku tidak ada cerita sama suami aku kalau aku akan kemari. Pokoknya sekarang langkahku selalu diawasi.”


Bobby pun terdiam mendengarkan penjelasan Shinta. Sebenarnya Shinta sengaja mengarang cerita itu supaya Bobby tidak mengajaknya untuk bertemu lagi.


Akhirnya Shinta pulang ke rumah setelah menjelaskan panjang lebar pada Bobby bahwa dia sudah tidak bebas seperti dulu lagi. Padahal sebenarnya Shinta yang sudah tidak mau ketemu Bobby lagi karena Shinta sudah tahu sifat buruk dari Bobby. Ternyata Bobby hanya memanfaatkan dirinya saja. Buktinya Bobby dengan tegah mengambil foto ketika mereka berdua sedang bugil. Tujuan Bobby mengambil foto itu untuk memeras Shinta.


Akhirnya dengan terpaksa Shinta menuruti semua kemauan Bobby bahkan saat akan pulang Bobby sempat meminta uang kepada Shinta. Awalnya Bobby meminta uang lima juta dengan alasan untuk menambah modal usaha, tapi Shinta yang hanya megang uang tiga juta akhirnya uang itu diberikan semua pada Bobby.


Shinta merasa kesal karena dia merasa jadi korban Bobby. Tapi ini semua dilakukannya karena dia tidak mau sampai Bobby mengirimkan foto itu pada suaminya. Kalau dulu Shinta yang tergila-gila pada Bobby dan setiap ketemu, Shinta selalu memberi uang pada Bobbyy. Shinta dengan rela memberikan uang itu karena dia merasa sangat puas dengan pelayanan Boby di atas ranjang. Tapi sekarang Shinta merasa benci pada Bobby karena foto itu.

__ADS_1


Bobby juga ada mengatakan bahwa dia telah membuat video ketika mereka di atas ranjang. Tapi ketika Shinta mendesak untuk melihat video itu, ternyata video itu tidak ada. Bobby hanya mengarang cerita supaya Shinta takut. Tapi Shinta yang tidak bodoh akhirnya mengetahui juga kalau Bobby tidak ada membuat video mesum mereka.


Sekarang Shinta merasa senang. Perasaan takutnya seketika hilang ketika mengetahui kalau Bobby ternyata berbohong.


***


Dengan perasaan puas dan tenang Shinta pulang ke rumah. Sampai di rumah suasana rumah sangat sepi. Shinta hendak masuk ke kamarnya tetapi keburu dipanggil oleh bi Ijah.


“Ada apa Bi?” tanya Shinta setelah menoleh ke belakang.


“Barusan pak Andre pergi dan saya disuruh menyampaikan pesan pada Ibu.”


“Apa pesannya Bi?” tanya Shinta tidak sabar.


“kata pak Andre, pak Andre kemungkinan sampai seminggu di sana.”


“Memangnya pak Andre pergi ke mana ya Bi, karena tadi saat menelepon saya dia hanya mengatakan pergi ke luar kota tapi nggak menjelaskan kotanya di mana.


“Oh gitu, ya udah makasih ya Bi atas informasinya.”


Shinta langsung masuk ke kamarnya sambil memikirkan ucapan bi Ijah barusan. Ada perasan kesal yang menghinggapi perasaanya.


‘Kenapa mas Andre lebih mempercayai bi Ijah dari pada aku. Dengan bi Ijah mas Andre menjelaskan bahwa dia akan pergi ke Jakarta selama seminggu. Sementara dengan aku, dia hanya mengatakan pergi keluar kota dan tidak memberitau berapa lama perginya. Ya udahlah, ngapain aku pusing mikirkannya. Yang penting dia tidak berhubungan dengan wanita itu lagi,’ batin Shinta.


***


Saat tiba di rumah, Andre terlihat buru-buru masuk ke dalam kamarnya. Bi Ijah yang sudah menyiapkan kopernya langsung mendorong bag dorong itu ke ruang tamu untuk dibawa keluar. Anton langsung masuk ke dalam mengambil koper yang sudah disiapkan bi Ijah. Tidak lama kemudian Andre pun keluar dari kamarnya.


“Kopernya sudah disiapkan Bi?” tanya Andre pada bi Ijah yang merupakan pembantu di rumah itu.


“Sudah dimasukkan ke dalam bagasi oleh mas Anton Pak,” ucap bi Ijah.


“Kalau begitu makasih ya Bi. Oh ya Bi, tolong sampaikan pada ibu bahwa saya di Jakarta selama seminggu.”

__ADS_1


“Baik Pak, akan saya sampaikan,” ucap bi Ijah.


Andre pergi ke Jakarta urusan kantor hanya tiga hari tapi dia sengaja membooking kamar hotel untuk seminggu. Dia berniat setelah urusan kantor selesai dia ingin menghabiskan waktunya di Jakarta untuk keliling kota Jakarta. Dia berharap dengan pergi jalan-jalan di kota Jakarta akan menenangkan pikirannya.


Sebelum naik ke pesawat Andre mengirim pesan pada Widya dan mengatakan kalau dia akan pergi ke Jakarta selama seminggu. Tapi Widya tidak ada merespon wa Andre. Dia hanya membaca pesan Andre tanpa menjawabnya karena Widya tidak mau merusak rumah tangga Andre. Widya takut kalau nantinya istrinya tau bahwa mereka sering chattingan tentu istrinya akan marah besar padanya.


Saat Andre melihat isi pesan wa-nya tidak dibalas oleh Widya, Andre langsung menghubungi Widya.


[“Ada apa Ndre?”] tanya Widya.


[“Widya, aku akan berangkat ke Jakarta selama seminggu.”] ucap Andre dengan harapan akan mendapat respon yang positif dari Widya.


[“Jadi kenapa Ndre?”] jawab Widya cuek.


[“Apa kamu tidak kangen dengan aku, Widya?”] Widya hanya diam saja tidak menjawab.


[“Kalau kamu tidak kangen dengan aku, ya nggak apa-apa. Tapi aku pasti kangen sama kamu Widya. Setelah urusanku selesai, kamu jemput aku ke Jakarta ya.”]


[“Maksud kamu apa Ndre?”] tanya Widya heran.


[“Aku mau kamu juga berangkat ke Jakarta menemui aku.”]


[“Kamu sudah gila ya Ndre.”]


[“Iya Widya, aku gila. Semua ini karena kamu Widya. Tiga hari lagi aku akan pesan tiket pesawat untuk kamu kemari.”] jelas Andre membuat Widya semakin bingung sendiri.


[“Kamu memang sudah gila ya Ndre...”]


Tiba-tiba ponsel Andre terputus karena ada pemberitahuan dari pramugari bahwa pesawat akan terbang.


Begitu panggilan dari Andre terputus Widya masih terbengong memikirkan ucapan Andre barusan. Dia bingung dengan ucapan Andre barusan antara percaya dan tidak.


‘Apa mungkin Andre membelikan tiket untukku agar aku bisa ke Jakarta menemuinya. Tapi apa mungkin Andre berbohong,’ batin Widya bingung.

__ADS_1


__ADS_2