
Hari minggu.
Sesuai rencana hari ini Alex, Jia dan Rayden akan pergi piknik bersama di taman kota.
Semua yang mereka butuhkan sudah disiapkan oleh Ina.
Sean pun membawa semuanya untuk masuk ke dalam bagasi mobil.
"Biar aku saja," ucap Sean pada Ina yang merasa wanita tidak boleh membawa barang-barang berat.
"Terima kasih Sean."
"Hem."
Interaksi keduanya sangat manis di mata anak kecil bernama Rayden. Jika besar nanti dia ingin seperti om Sean. Selalu sigap melindungi siapapun.
"Bersenang-senanglah," ucap Sofia pada cucu dan mantan menantunya, Rayden dan Jia pun menganggukkan kepalanya antusias.
Sementara Alex hanya diam dan sejenak saling tatap dengan sang mama, namun tidak saling berucap.
Setelah pamit mereka semua segera pergi. Sean mengemudikan mobil dan di sebelahnya duduklah Ina.
Sementara di kursi tengah berisi Alex, Jia dan Rayden.
Sesekali Rayden bahkan menyanyikan lagu piknik yang sering Ina ajarkan, akhirnya lagu itu kini bisa jadi kenyataan.
30 menit perjalanan dan akhirnya mereka semua sampai.
Hari minggu seperti ini di taman kota sudah ramai, bahkan dilapangan hijau itu sudah banyak anak-anak kecil berlari dan bermain gelembung.
Kaki Rayden juga sudah gatal rasanya ingin berlari juga.
"Ayo Dad, kita beli itu!" ucap Rayden, tangannya sudah menunjuk sesuatu yang dia mau.
Belum sempat Alex menjawab Rayden sudah lebih dulu menarik daddynya.
Jia hanya terkekeh, menyaksikan ayah dan anak itu yang berlari menjauh.
__ADS_1
"Nyonya, sana susul lah. Biar ini saya dan Sean yang siapkan," ucap Ina pada sang Nyonya.
Jia pun mengangguk lantas segera menyusul anak dan mantan suaminya itu.
Kini giliran Ina dan Sean yang tersenyum melihat keluarga itu utuh kembali.
"Kenapa mereka tidak langsung menikah lagi saja ya?" tanya Sean, dia dan Ina mulai menggelar tikar piknik dan menyusun semua barang.
"Belum, nanti pasti akan menikah lagi," jawab Ina.
"Kasihan tuan Alex kalau lama menunggu."
"Kasihan nyonya Jia kalau cepat-cepat."
"Kenapa? bukannya dua orang yang saling mencintai selalu ingin segera bersatu."
"Itu kalau yang masih muda dan belum pernah menikah, lain dengan nyonya Jia. Beliau tidak ingin masa lalunya terulang lagi, jadi sekarang dia sedang berusaha untuk memantaskan diri bersanding dengan tuan Alex."
Sean terdiam.
"Nyonya Jia ingin membuat sebuah WO."
"Kenapa?"
"Di hotel tempat nyonya Jia bekerja sering diadakan pesat pernikahan, sesekali nyonya mengintip para pekerja WO disana dan dia jadi bercita-cita untuk memiliki WO sendiri," jelas Ina.
"Itu pasti butuh waktu yang lama."
"2 atau 3 tahun mungkin."
"Tuan Alex keburu karatan."
"Iss, sebenarnya apa yang kamu bicarakan!" kesal Ina, sementara Sean langsung tergelak.
Tawanya reda saat keluarga kecil itu kembali menghampiri mereka dengan nafasnya yang ngos-ngosan.
Ina pun langsung memberikan sebotol air mineral untuk sang Nyonya.
__ADS_1
"Ya ampun Mom, Dad aku belum puas mainnya," keluh Rayden.
"Istirahat sebentar sayang, nanti kita lari-lari lagi." Jia yang menjawab.
"Nyonya istirahat saja, biar saya yang temani tuan muda Rayden," ucap Ina dan Rayden langsung tersenyum lebar.
"Benar, sekarang Mommy dan Daddy istirahat saja. Aku akan bermain dengan Ina dan om Sean."
Keputusan Rayden tidak bisa ditolak.
Kini Alex dan Jia duduk di tikar mereka, menyaksikan Rayden, Ina dan Sean saling berlari mengejar satu sama lain. Bermain dengan gelembung udara di tangan Sean.
Jia tersenyum melihat itu dan senyumnya makin lebar saat Alex menarik pinggangnya untuk duduk lebih dekat.
"Kamu bahagia?" tanya Alex dan Jia mengangguk.
"Tapi ada yang kurang," ucap Alex
"Apa?"
Dan Alex menjawabnya dengan sebuah ciuman. Di bawah pohon rindang di pinggir taman itu mereka berdua saling memagut mesra, beberapa orang yang melihat hanya mampu tersenyum. Karena kebahagian dan cinta dari keduanya terpancar begitu saja.
Ina di ujung sana yang melihat tuan dan nyonya nya saling berciuman pun langusng mendelik. Dia buru-buru menahan kepala Sean agar tidak melihat adegan itu.
"Hei apa yang kamu lakukan."
"Jangan lihat! pokoknya jangan lihat!"
Rayden tertawa terbahak melihat pertengkaran keduanya.
Hari ini, benar-benar hari yang indah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rekomendasi dari author
Jerat Cinta CEO Arrogant karya Iin Nuryati
__ADS_1