After Divorce

After Divorce
AD BAB 136 - Ciuman Di hari Yang Begitu Indah


__ADS_3

4 tahun kemudian.


Alex dan Jia sudah memiliki 5 anak, tapi yang 2 masih berada di dalam kandungan Jia dan masih berusia 5 bulan.


Setelah Alden lahir, Alex sedikit memberi jarak untuk anak ke empatnya. Mereka tidak menggunakan obat KB, tapi KB secara alami. Tiap kali bercinta, Alex selalu keluar di luar.


Sampai akhirnya dia dan Jia kembali sepakat untuk menambah momongan dan tiba-tiba langsung jadilah 2.


Hal itu tentu semakin menambah kebahagiaan keluarga Carter.


Ina juga tidak bekerja lagi di rumah Jia, setelah hamil anak Sean dia memutuskan untuk berhenti bekerja.


Di hari minggu yang cerah ini, seluruh keluarga Carter pergi ke taman kota untuk piknik. Sofia pun ikut pergi juga, bermain dengan ketiga cucunya yang mulai tumbuh semakin besar.


Apalagi Rayden, semakin hari cucu pertamanya itu semakin tinggi saja, juga sangat tampan bahkan mengalahkan ketampanan anak kandungnya.


"Jangan! Abang jahat!" teriak Aleia saat Rayden terus menembaknya dengan gelembung udara. Semua gelembung itu mengarah ke tubuh mungil Aleia yang sebentar lagi berusia 6 tahun.


Bukannya berhenti, Alden pun ikut-ikut sang kakak dan menembaki Aleia pula. Jarak Aleia dan Alden hanya 2 tahun, tapi tubuh Alden lebih besar daripada Aleia.

__ADS_1


"Oma!! tolong Leia!" Dia berlari ke arah Sofia sementara Rayden dan Alden mengejar dengan tertawa.


Tawa yang membuat Alex dan Jia ikut tersenyum pula, sedari tadi mereka menyaksikan dan duduk di bawah pohon rindang.


Hamil bayi kembar membuat Jia jadi tidak bisa leluasa bergerak, 5 bulan saja Rasanya sudah seperti 7 bulan.


Karena itulah mereka berdua memutuskan untuk duduk disini san menyaksikan anak-anak bermain dengan Oma nya.


Saat Jia asik tertawa, tiba-tiba Alex mengecup pipinya. Membuat tawa itu reda dan Jia menoleh.


Tapi saat itu Alex malah menyatukan bibir mereka, merayu Jia dengan sentuhan hingga akhirnya Jia pun membalas.


Tanpa disadari oleh mereka jika ada sepasang mata yang terus memperhatikan dengan hatinya yang hancur lebur.


Mata itu adalah milik Disha.


Beberapa bulan lalu dia bebas dari dalam penjara. Abbu dan Amira yang selalu berkunjung berhasil membuat hati Disha luluh, perlahan dia menerima semua yang terjadi di dalam hidupnya.


Hanya satu yang terasa begitu sulit untuk dia ihklaskan, yaitu Alex.

__ADS_1


Minggu ini Abbu dan Amira pun mengajak Disha untuk pergi ke taman kota, ingin memberikan udara yang segar bagi anak semata wayang mereka.


Tapi siapa sangka jika mereka malah melihat keluarga Carter.


Ada air mata yang jatuh dari kedua mata Disha, namun dengan segera dia hapus.


Lalu terasa sentuhan lembut diatas pundaknya. Amira menghampiri ...


"Mereka sudah hidup bahagia Disha, jadi mulailah hidupmu yang baru, buatlah hidupmu bahagia juga tanpa mengusik mereka," ucap Amira. Dia juga mengelus kepala sang anak dengan sayang.


Meski Alex tidak pernah mengatakan tentang pemberian toko itu, tapi Amira dan Abbu sangat yakin jika toko itu adalah pemberian Alex, apalagi proyek pembangunan pasar saat itu dipimpin oleh perusahaan Carter.


Amira dan Abbu memiliki banyak hutang budi, dan mereka ingin membalasnya dengan cara menghilang. Tidak mengusik keluarga itu.


Bagaimanapun Disha anak mereka pernah menjadi duri di dalam keluarga mereka.


"Iya Ma, aku akan melakukannya," jawab Disha dengan bibir yang tersenyum tulus.


...TAMAT...

__ADS_1


__ADS_2