After Divorce

After Divorce
Kumis kucing


__ADS_3

Hal itulah yang sering membuat Widya kesal. Sebenarnya Widya tidak marah kalau suaminya memberikan uang belanja pada ibunya tapi Widya menginginkan kalau suaminya bersikap adil pada dirinya. Niko tidak mampu berbuat adil pada istrinya. Dia lebih mengutamakan ibu kandungnya dari pada istrinya, terutama dalam hal keuangan. Sementara ibu mertuanya setiap bulannya ada gaji pensiun dari almarhum suaminya karena ayahnya Niko pensiunan PNS sehingga gaji pensiun suaminya sudah cukup untuk keperluan ibu mertuanya sendiri. Tapi ini tidak, ibu mertuanya masih sering minta uang pada anaknya yaitu Niko. Sementara kebutuhan Niko dan keluarganya sangat banyak apalagi setelah Noval lahir. Tapi Niko tidak pernah memperhatikan kebutuhan anak dan istrinya. Yang sering diutamakan adalah kebutuhan ibunya.


Setelah lelah karena seringnya bertengkar dengan Niko, akhirnya Widya memutuskan untuk bercerai. Hal ini disebabkan karena Widya sudah tidak tahan dengan kelakuan suami dan ibu mertuanya. Apalagi setelah Niko ketahuan berselingkuh dengan seorang wanita perasaan cinta Widya langsung hilang sama sekali. Cinta yang dibangunnya dengan susah payah akhirnya hilang begitu saja ketika mengetahui suaminya menghianatinya. Sejak saat itu perasaan Widya langsung hampa pada suaminya. Tapi dia tetap berusaha untuk mempertahankan rumah tangganya. Ternyata pengorbanan Widya sia-sia karena di saat Noval kelas empat SD Widya resmi bercerai dari Niko.


Widya yang hidup sebatang kara akhirnya mengontrak rumah di dekat SD tempat Noval bersekolah. Sejak saat itu Widya pun bekerja di Indomaret sebagai pramuniaga. Setelah pulang kerja Widya tidak tinggal diam karena dia harus mencari usaha sampingan untuk menghidupi dirinya dan Noval. Sehingga dia setiap hari membuat keripik ubi atau pun keripik pisang untuk dititip ke warung-warung yang ada di dekat rumahnya. Dari situlah Widya belajar untuk mandiri karena dia sekarang hidup sebatang kara. Ibu dan kakaknya sudah meninggal akibat kebakaran yang terjadi di rumahnya sedangkan ayahnya masih hidup tapi sekarang berada di rumah sakit jiwa.


Ayahnya mengalami gangguan jiwa ketika istri dan kakak Widya meninggal dalam kebakaran itu. Berita yang begitu mengejutkan itu membuat ayahnya Widya sok berat dan kemudian mengalami depresi. Setiap hari kerjanya merenungi nasib istri dan anaknya yang telah meninggal dunia. Lama-kelamaan ayahnya Widya pun harus dimasukkan ke rumah sakit jiwa karena kondisinya sangat mengkhawatirkan.


Dia sering marah-marah bahkan memukul orang yang ada di dekatnya. Hal itulah yang membuat ayahnya Widya harus dikirim ke rumah sakit jiwa supaya mendapat penanganan yang tepat. Sejak saat itu Widya hidup sendiri. Niko yang kasihan melihat nasib keluarga Widya akhirnya melamar Widya untuk dijadikan istri. Akhirnya Widya menerima lamaran Niko karena dia sudah tidak punya pilihan lain karena keberadaan Andre tidak pernah diketahuinya. Sehingga Widya mengalami frustasi karena orang yang dicintainya semua pergi jauh. Akhirnya Widya dan Niko melangsungkan pernikahan dengan sangat sederhana.


Diawal pernikahan Widya merasakan bahagia hidup dengan Niko. Apalagi setelah mereka dikaruniai seorang putra yaitu Noval. Lengkaplah kebahagiaan yang dirasakan mereka berdua.


Tapi begitu ayah Niko meninggal, ibunya sering datang ke rumah Niko dan selalu ikut campur dalam masalah rumah tangga Niko dan Widya. Bahkan mau masak apa ibunya Niko yang mengatur. Ibunya Niko selalu meminta Widya masak makanan kesukaan anaknya tanpa pernah memperdulikan kesukaan Widya sendiri.


Awalnya Widya selalu menurut saja karena dia merasa senang kalau suaminya makan masakannya dengan sangat lahap. Tapi lama-kelamaan ibunya Niko semakin jauh dalam mencampuri rumah tangga anaknya. Bahkan ibunya Niko sering memarahi menantunya tanpa memperdulikan perasaannya. Lama-kelamaan Widya tidak tahan sehingga dia memutuskan untuk bercerai.


***


Terdengar ayam berkokok di luar menandakan waktu pagi sudah tiba. Tapi Widya masih bermalas-malasan hari ini. Dia libur kerja sehingga dia malas cepat-cepat bangun. Selesai sholat subuh dia tidur kembali. Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan Widya pun terbangun. Diraihnya ponsel yang ada di atas nakas dan saat dilihat terlihat panggilan masuk dari Noval. Widya buru-buru bangkit dari tidurnya dan kemudian dia duduk sambil mengangkat telepon itu.


[“Hallo, Assalamualaikum Noval, gimana keadaan kamu Nak. Sudah sehat kan?”]


[“Waalaikumsalam. Noval udah mendingan Bu. Ibu baik-baik aja kan?”] tanya Noval.


[“Iya Nak, ibu baik. Yang terpenting kamu sehat kan?”]


[“Iya Bu, Noval udah sehat.”]

__ADS_1


[“Kamu udah sarapan?”]


[“Sebentar lagi Bu, Noval sarapan.”]


[“Ya udah, kamu sarapan yang banyak ya Sayang biar cepat sembuh. Kalau udah sembuh nanti ke rumah ibu kan?”]


[“Iya Bu. Kata ayah, nanti Noval akan diantar ayah ke rumah Ibu.”]


[“Oh iya, syukurlah kalau gitu.”]


[“Udah dulu ya Bu, Noval mau sarapan.”]


Neneknya Noval yang mendengar pembicaraan cucunya langsung bertanya.


“Ibu kamu ngomong apa Noval?” tanya neneknya ingin tau.


“Ibu kamu lagi ngapain tadi Noval?”


“Sepertinya ibu baru bangun tidur Nek,” jawab Noval jujur.


“Udah jam segini baru bangun tidur? Kelihatan sekali kalau ibu kamu itu pemalas,” jelas nenek Noval kelihatan tidak suka.


Niko yang sudah duduk di kursi makan langsung berkata pada ibunya.


“Mungkin Widya sedang tidak sholat Bu, makanya jam segini baru bangun. Setau Niko, Widya itu orangnya rajin, pagi-pagi sekali sudah bangun dan subuh juga tidak pernah ditinggalkan,” jelas Niko membela mantan istrinya.


“Kamu itu ya, selalu membela mantan istri kamu. Ngapain kamu bela-bela dia kalau akhirnya kalian bercerai juga.”

__ADS_1


“Udah deh Bu, jangan membahas masalah itu lagi. Nggak enak ada Noval.”


Noval yang mendengar pembicaraan ayah dan neneknya hanya diam saja, tapi dia semakin membenci neneknya karena dari ucapan neneknya terlihat sekali kalau neneknya tidak menyukai ibunya. Sedangkan ayahnya sendiri tidak bisa membela ibunya.


“Kamu makan yang banyak ya Noval,” ucap neneknya sambil menambah lauk ke piring Noval.


Selama sarapan pagi Noval hanya diam saja. Dia sangat kesal dengan perilaku neneknya yang selalu menyudutkan ibunya.


***


Widya yang tidak masuk kerja hari ini tanpak malas untuk melakukan aktivitas rutinnya. Biasanya kalau sedang off dari kerjaan, banyak yang bisa dilakukan Widya terutama dia akan menghabiskan waktunya untuk membersihkan rumah dan halaman. Dia selalu rajin merawat bunga-bunga yang ada di sekitar halaman rumahnya. Tapi hari ini Widya malas ngapa-ngapain, bahkan untuk sarapan pagi dia hanya membuat telur dadar. Dia sedang memikirkan Noval dan mengharapkan Noval agar segera kembali ke rumahnya sebelum liburan semester ganjil selesai.


Selesai sarapan pagi dia langsung menyapu halaman depan. Walau pun dengan perasaan berat tapi dilakukan juga mengingat halaman rumahnya sudah kotor oleh daun bunga yang berguguran. Saat dia sedang menyapu halaman tiba-tiba ada seseorang yang menyapa dirinya.


“Rajin ya mbak Widya...”


Widya langsung menoleh ke arah suara itu. Terlihat pak Jamal berjalan kaki lewat di depan rumahnya.


“Eh pak Jamal. Pak Jamal mau ke mana?” tanya Widya ramah.


“Bu Ika ada Mbak?” tanya pak Jamal.


“Ada Pak, barusan saya lihat bu Ika menyapu halaman belakang,” ucap Widya sambil menghentikan menyapunya.


“Oh ya mbak Widya. Itu bunga kumis kucing ya?” tanya pak Jamal melirik ke sebuah pot yang berbunga putih.


“Iya Pak, ini bunga kumis kucing.”

__ADS_1


Kemudian pak Jamal berjalan mendekati bunga itu. Dia ingin untuk meminta bunga itu yang sekarang sudah sangat langkah.


__ADS_2