After Divorce

After Divorce
Jujur


__ADS_3

Dia kemudian meraih shampo yang ada di dekatnya. Saat tangannya menyentuh botol shampo tiba-tiba ada sesuatu yang terjatuh berwarna putih kecil. Andre yang merasa penasaran langsung meraih benda tersebut. Begitu dilihatnya Andre langsung terkejut melihat benda itu. Ternyata benda itu adalah tespek untuk mengetes kehamilan. Di alat itu terlihat ada garis dua berwarna merah yang menandakan positif hamil.


Andre yang merasa terkejut bertanya-tanya dalam hati ini.


‘Tespect siapa ini. Memangnya siapa yang hamil. Atau jangan-jangan Sinta sedang hamil. Tapi dia hamil anak siapa. Apakah anakku,’ batin Andre.


Andre yang tidak tenang memikirkannya langsung mematikan air shower itu. Kemudian dilihatnya tespect itu lagi sambil berpikir sesaat.


‘Bukankah aku sudah hampir dua bulan tidak menyentuh Shinta. Kalau dia hamil dan usia kandungannya baru sebulan, berarti bukan anakku. Tapi kalau usianya lebih dari dua bulan bisa jadi itu anakku. Lalu kalau Shinta benar-benar hamil anakku, gimana dengan Widya. Nggak mungkin aku menikahi Widya sementara Shinta sedang mengandung anakku. Mudah-mudahan saja Shinta tidak mengandung anakku. Mudah-mudahan saja yang dikandung Shinta adalah anak kekasihnya sehingga aku lebih mudah untuk menceraikannya,’ batin Andre.


Masih dengan perasaan bingung Andre kemudian memberi sabun ke seluruh tubuhnya dan memberi sampo di kepalanya.


***


Terdengar suara ayam berkokok menandakan waktu pagi pun tiba. Andre langsung terbangun dari tidurnya. Saat dia membuka matanya perlahan, terlihat Shinta tidur di sampingnya. Andre langsung terkejut sambil berpikir sesaat.


‘Kenapa Shinta bisa tidur di sini. Bukankah tadi malam aku aja yang tidur di ambal ini.’


Saat Andre akan bangkit terlihat tangan Sinta sedang memeluk pigangnya.


‘Apa sebenarnya yang terjadi tadi malam. Apakah aku melakukan sesuatu pada Shinta. Ah, mana mungkin. Aku aja tidurnya sangat nyenyak. Pasti Shinta yang sengaja pindah tidur tadi malam,’ batin Andre.


Kemudian Andre pelan-pelan melepaskan tangan Shinta yang sedang memeluk pinggangnya. Saat akan bangkit tiba-tiba Shinta menarik tubuh Andre kuat sehingga Andre tergeletak di samping Shinta dan Shinta langsung memeluknya erat Andre membuat Andre susah bernafas. Andre langsung melepaskan pelukan itu, tapi Shinta tetap bertahan memeluk Andre kuat.


Andre kemudian ingat kembali akan tespect itu. Dia langsung bangkit dari tidurnya. Dia takut nantinya akan dijebak oleh Shinta dan meminta pertanggungjawaban akan anak yang dikandungnya.

__ADS_1


“Mas, kenapa kamu bersikap dingin terhadapku?’ tanya Shinta masih setengah sadara.


Andre hanya melihat sekilas wajah Shinta dan kemudian dia masuk ke kamar mandi. Sengaja dia tidak mau menanggapi ucapan Shinta.


Begitu melihat Andre masuk ke kamar mandi Shinta merasa kecewa. Ternyata niatnya untuk menjebak Andre tidak berhasil. Shinta semakin bingung saat ini. Dia sedang bingung karena Bobby tidak mau menikahinya sehingga Shinta mencari cara agar Andre bisa mengakui anak yang dikandungnya adalah anaknya. Tapi Shinta bingung cara menjebaknya.


Shinta kemudian duduk di sisi tempat tidur sambil berpikir cara untuk menjebak Andre. Usahanya yang tadi untuk menjebak Andre ternyata tidak berhasil.


‘Apa yang harus aku lakukan sementara Bobby tidak mau menikahi aku. Mas Andre juga tidak mau menyentuh aku lagi. Kalau mas Andre melakukan hubungan intim denganku, aku bisa mengatakan padanya bulan depan bawah aku hamil anaknya, walaupun bulan depan usia kandunganku sudah dua bulan. Pasti dia nggak akan tau kalau aku katakan seperti itu. Dan kalau dia mau mengakui kehamilanku maka dia tidak akan menikahi Widya karena dia pasti lebih mengutamakan aku dari pada Widya.


Begitu Andre keluar dari kamar mandi Shinta memasang aksinya lagi. Saat Andre sedang berdiri di depan cermin sambil menyisir rambutnya, Shinta langsung mendekatinya dan memeluk pinggang Andre dari belakang. Dia berharap Andre akan tergoda, tapi dugaannya ternyata salah.


“Apa-apaan kamu Shinta?” ucap Andre sambil melepaskan tangan Shinta kasar.


“Mas Andre, aku kangen sama kamu. Aku ingin tidur sama kamu Mas. Bukankah kita masih suami istri?”


“Aku tau tujuan kamu. Kamu mau menjebak aku kan?” ucap Andre tegas.


Mendengar tuduhan Andre, Shinta langsung terkejut.


“Maksud kamu apa Mas? Kenapa kamu setegah itu menuduh aku.”


“Kamu jangan pura-pura bodoh Shinta karena aku sudah tau semuanya. Kamu sengaja mau tidur dengan aku supaya setelah itu aku mau mengakui kehamilanmu dan akan kamu katakan bahwa kamu hamil anakku. Padahal kamu sudah hamil bulan ini,” jelas Andre.


“Mas Andre...” ucap Shinta marah.

__ADS_1


“Shinta, jangan kamu pikir aku bodoh ya. Kamu telah hamil anak Bobby dan Bobby tidak mau menikahi kamu. Sekarang kamu sengaja menjebak aku supaya aku bisa mengakui anak yang ada dalam kandunganmu adalah anakku. Bukankah seperti itu Shinta?”


Shinta langsung terdiam sambil berpikir sesaat.


“Apa maksud Mas mengatakan seperti itu. Mas jangan asal menuduh aja. Bicara tanpa bukti itu sama dengan fitnah Mas,” jelas Shinta emosi.


Andre langsung tersenyum sinis mendengar ucapan Shinta.


“Kamu mau bukti? Buktinya ada di kamar mandi dan aku sudah melihat sendiri tespect kamu yang ada di dalam kamar mandi.”


“Mas...” ucap Shinta terputus.


“Mau bukti yang lain lagi, aku sudah mendengarkan pembicaraanmu dengan Bobby. Kamu meminta dia untuk menikahi kamu tapi dia nggak mau. Makanya kamu berusaha keras untuk menjebak aku. Setelah aku menggauli kamu, bulan depan pasti kamu minta pertanggungjawaban aku dengan alasan kamu sudah hamil anak aku.”


Akhirnya Shnta pun terdiam. Dia sudah kehabisan akal dan dia juga merasa malu sendiri.


‘Kenapa mas Andre bisa tau semua ini. Siapa yang telah memberitaunya. Bahkan tespect yang di kamar mandi pun dia tau. Mungkin aja semalam itu sebelum kubuang tespect itu, sudah dilihat oleh mas Andre. Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang. Sudah pasti Mas Andre akan menceraikan aku sementara Bobby tidak mau menikahi aku,’ batin Shinta bingung.


Akhirnya dia pun menangis karena tidak dapat mencari solusinya. Tanpa rasa malu lagi Shinta yang sudah kehabisan akal meminta pertanggungjawaban pada Andre.


“Mas, maafkan aku sekali lagi. Aku sekarang mengaku salah dan menyesal. Aku hanya minta tolong pada kamu, Mas. Bantulah aku dalam menyelesaikan masalah ini,” ucap Shinta sambil bermohon.


“Maksud kamu apa Shinta?” tanya Andre tidak mengerti.


Shinta kemudian menangis. Dia merasa sedih dan juga bingung harus menceritakan kepada siapa dan mencari solusi kepada siapa. Akhirnya dia pun berterus terang pada Andre tanpa rasa malu lagi.

__ADS_1


“Mau kah Mas mengakui anak yang ada di dalam kandunganku adalah anak Mas. Ini hanya untuk menutupi aib saja Mas. Aku juga nggak mau sampai ayah mengetahui ini semua. Aku mohon pada kamu, Mas. Akuilah bayi yang ada dalam kandunganku sebagai anak kamu.”


“Shinta, bukan aku tidak mau membantu kamu. Tapi kalau ada solusi yang lain aku rasa cari solusi yang lain yang tidak merugikan anak kamu nantinya,” jelas Andre.


__ADS_2