
Malam hari.
Alex benar-benar menagih ucapannya pada sang istri saat di mobil siang tadi.
Tentang dia yang akan menjenguk sang anak, tapi Alex tidak ingin memaksa. Masih butuh izin Jia untuk melancarkan aksinya.
"Mom, sedikiit saja," rayu Alex, dia memeluk istrinya yang sedang memakai cream malam duduk di kursi meja rias.
"Ya ampun Dad, kenapa masih ingat saja sih," keluh Jia, dia memukul lengan suaminya tapi tidak berpengaruh apa-apa bagi Alex.
Pria tampan yang kini sudah menjadi hot daddy itu malah menciumi tengkuk sang istri yang terbuka, terus memberikan rangsangan hinhga Jia menutup mata dan menikmati.
Tidak ada lagi kata-kata, yang ada hanyalah sentuhan yang semakin liar.
Bayangan mereka berdua terlihat jelas di dalam cermin, Jia bahkan bisa melihat dengan jelas tubuh Atasnya yang sudah polos dan Alex yang terus memberinya sentuhan dari arah belakang.
Malam itu mereka menyatu dengan begitu lembut, Jia benar-benar merasa nyaman dengan sentuhan suaminya.
Hari berlalu, kehamilan Jia pun semakin lama semakin membesar.
__ADS_1
Rayden sudah sibuk sendiri dengan jadwal sekolahnya yang mulai padat. Kadang dia pulang sekolah sudah lelah dan langsung tidur.
Di bulan April, Karin melahirkan. Anak pertama Daniel dan Karin adalah seorang putri yang sangat cantik.
Saat itu Karin melahirkan siang hari, jadi Rayden pulang sekolah dia langsung menuju rumah sakit Medistra.
Kini Rayden sudah melihat bayi cantik itu di dalam gendongan mommy Karin.
"Ya ampun, aku punya banyak sekali adik," ucap Rayden, dia melihat Aleia, mommy Jia yang hamil besar dan mommy Karin yang menggendong bayi.
"Ini belum seberapa sayang, nanti Uncle akan memverikanmu banyak adik," seloroh Daniel.
Tapi Alex lebih dulu memasang wajah sombongnya, karena sebelum Daniel dia akan melakukan itu lebih dulu.
"Kenapa wajahmu seperti itu? wajah menyebalkan." kesal Daniel.
"Karena sebelum kamu memberikan banyak adik untuk Rayden, aku sudah melakukannya lebih dulu, hahahaha," tawa Alex. Daniel yang geram langsung meninju lengan Alex.
Pertengkaran kedua pria itu hanya digeleng-gelengi kepala oleh Jia, Karin dan Rayden.
__ADS_1
"Selamat ya Karin, bayinya cantik sekali. Siapa namanya?" tanya Jia, dia duduk di tepi ranjang dan semakin menatap lekat Karin dan bayi nya.
"Namanya juga harus cantik, sama seperti dia," ucap Rayden pula. Dia berdiri diantara kedua mommy.
Karin tersenyum, lalu menjawab ...
"Namanya adalah Ariel Lincoln."
"Iihh cantik nya," gemas Rayden, sementara Karin dan Jia gemas sendiri melihat tingkah Rayden.
Jam 3 sore, Alex dan Jia pamit pulang.
Kini keluarga Carter itu sudah berada di dalam mobil yang tengah melaju. Alex mengemudikan mobil sendiri. Karena kini sang asisten tengah sibuk. Sean sedang pergi ke kampung halaman Ina untuk melamar sang baby sitter.
Jadilah 2 hari ini Alex selalu membawa mobilnya sendiri.
Sementara Jia duduk di depan, di samping sang suami. Rayden duduk di tengah bersama dengan baby Aleia dan Asni sang pengasuh.
"Dad, kalau Ina dan Sean menikahnya di kampung Ina, mommy tetap datang ya?" pinta Jia, saat itu terjadi pasti kehamilannya akan semakin membesar.
__ADS_1
"Mommy tenang saja, nanti daddy akan buat pernikahan mereka tetap di adakan di kota."
Jia menganga, menatap suaminya tidak percaya.