After Divorce

After Divorce
AD BAB 70 - Sama-sama Menyelidiki


__ADS_3

"Sepertinya Nyonya Sofia sudah mulai bisa menerima Jia," ucap Daniel, memecah keheningan diantara dia dan Alex saat melihat Jia dan Sofia saling berpelukan, sementara Rayden tersenyum dengan lebar.


Kedua pria ini memang sudah saling menyelidiki satu sama lain, bukan hanya Daniel yang tahu semua tentang Alex. Namun Alex pun tahu siapa Daniel.


Terlalu sering muncul diantara Jia dan Rayden, Alex pun memerintahkan Sean untuk mencari tahu siapa pria bernama Uncle Niel itu dan ternyata adalah anak dari keluarga Lincoln, selama ini Daniel tinggal di LN karena itulah Alex tidak terlalu memahaminya, namun tentang keluarga Lincoln tentu semua orang tahu.


Salah satu keluarga tenama di kota ini, sama seperti keluarga Carter.


Dan Alex tidak menanggapi ucapan Daniel itu, dia membuang nafasnya kasar. Teringat akan pembicaraan dengan Sofia beberapa saat lalu, sebelum dia membuka pintu dan melihat Jia.


Mama akan terima Jia Al, mama akan meminta maaf pada Jia atas semuanya. Mama akan ganti 5 tahun penderitaan Jia dengan kasih sayang seorang ibu.


Saat itu Alex terdiam, cukup tahu bagaimana Jia begitu merindukan sosok kedua orang tuanya. Sean pun mengatakan jika tempat pertama yang dituju Jia saat keluar dari rumah adalah makam kedua orang tuanya.


Mama hanya belum bisa menerima jika dia kembali padamu Al. Mama mohon beri mama waktu.


Tapi waktu tidak pernah bisa menunggu Ma. Jawab Alex.


Mama ingin membiasakan diri Al, menerima Jia juga bukan hal yang mudah bagi mama, terlebih selama ini mama begitu membenci dia.


Saat itu Alex hanya diam, sampai akhirnya Jia datang dan mendengar beberapa ucapan terakhir Sofia.


"Jangan ganggu Jia, dia bukan seperti wanita-wanita yang selama ini menjadi kekasih mu," balas Alex, membuat Daniel tersenyum kecil. Mulai tahu jika Alex pun menyelidiki dia.


Lama tinggal di LN membuatnya menjadi pria yang bebas. Mudah berkencan dan mudah pula mengakhirinya.


Namun Alex tidak tahu, jika di mata Daniel Jia adalah wanita yang berbeda. Melihat Jia selalu membuatnya merasa iba, membuatnya selalu ingin melindungi.


Kedua pria ini kembali saling mendiami, namun dengan mata yang sama-sama menatap Jia.

__ADS_1


Melihat Jia dan Sofia yang sudah saling melepaskan pelukan.


"Mama ingin pulang, bisakah kamu mengatakan pada Alex tentang keinginan Mama ini," pinta Sofia pada Jia, jika dia yang meminta pasti Alex tidak akan menyetujui, terlebih dokter menyarankan dia harus di rawat selama 3 hari dulu. Namun Sofia sungguh merasa tidak nyaman tinggal di rumah sakit, dia ingin pulang.


"Mommy, bolehkah nanti aku ikut pulang ke rumah Oma? aku ingin menjaga Oma." pinta Rayden pula dengan wajah memelas.


"Mommy Jia juga harus ikut oma pulang, mommy kan yang membuat oma terluka, jadi mommy Jia yang harus merawat Oma sampai sembuh," ucap Sofia lagi, dia ingin Jia kembali tinggal di rumah nya dan hanya inilah cara yang dia punya.


"Tapi Ma_"


"Alex akan tetap tinggal di apartemen, pelayan di rumah juga tidak ada yang bisa membuat herbal. Memangnya kamu tidak ingin bertanggung Jawab?" potong Sofia sebelum Jia menolak.


"Bukan seperti itu Ma_"


"Lalu?"


Jia tidak bisa lagi berkata-kata, Sofia selalu memotong ucapannya. Tapi kini Jia bukan Jia yang dulu, kini Jia punya kehidupannya sendiri.


"Mama tidak akan melarang mu, lakukan apapun yang kamu mau. Mama hanya ingin kamu merawat Mama, tinggal bersama mama." balas Sofia lirih, teringat betapa menderitanya dia saat tinggal seorang diri. Sofia tidak akan mampu membayangkan jika saat sakit begini dia kembali tinggal sendirian.


Dan kini Jia kembali terdiam, bukan tak ada kata untuk membantah, namun hatinya terenyuh.


"Sana, katakan pada Alex tentang keinginan Mama dan setelah itu temui lah dokternya." titah Sofia dan Jia mengangguk.


Setelahnya dia menghampiri Alex dan Daniel, lalu pamit pada Daniel jika dia dan Alex akan menemui Dokter.


Daniel pun menganggukkan kepalanya kecil, melihat Alex dan Jia yang keluar dari ruangan ini.


Sepanjang perjalanan menuju ruangan sang dokter, Jia dan Alex saling diam. Entah kenapa tiba-tiba kembali canggung diantara mereka. Sampai akhirnya ada seorang perawat yang mendorong ranjang pasien di lorong koridor, membuat mereka harus menyingkir dan berdekatan. Alex bahkan reflek merangkul pundak Jia agar tidak sampai terantuk dinding.

__ADS_1


Lalu kembali mengambil jarak ketika perawat itu sudah berlalu.


"Al," panggil Jia.


"Hem."


"Aku akan tinggal bersama mama."


Alex menghentikan langkah, membuat Jia pun mengikuti pergerakannya.


"Kenapa?" tanya Alex, kini dia menatap kedua netra Jia.


"Aku ingin merawat Mama, setidaknya sampai mama sembuh aku akan tinggal disana."


"Di rumah itu banyak pelayan, aku juga berencana mencarikan perawat khusus untuknya, jadi kamu tidak perlu ikut mama pulang." balas Alex pula, dia sungguh tidak ingin Sofia kembali menyakiti Jia.


Namun ucapan Alex yang menggebu-gebu terhenti saat merasakan Jia yang menyentuh lengannya, ingin dia tenang.


"Mama juga meminta maaf padaku."


"Kamu percaya?"


Jia mengangguk.


Alex lalu menurunkan tangan Jia dan digenggamnya erat. Disaat mereka saling menggenggam seperti ini, hati mereka sama-sama menghangat.


Satu tangannya yang lain pun menyentuh wajah Jia, membelainya lembut.


"Aku hanya ingin kamu bahagia," ucap Alex sangat tulus. Itulah keinginan dia saat ini, perihal hatinya yang cemburu akan dia redam sendiri. Alex tidak akan lagi menuntut apalagi memaksa.

__ADS_1


"Aku sudah sangat bahagia," balas Jia dengan bibirnya yang tersenyum.


Dan Alex mengikuti senyum itu.


__ADS_2