
Daniel mengikis jarak dan menyesap lembut bibir sang istri. Karin adalah wanita kaku yang pernah dia kenal, maka hanya dengan kelembutanlah Karin bisa luluh.
Dan benar saja, dengan ciuman lembut Daniel itu akhirnya Karin mau membuka mulut, memberi akses Daniel untuk masuk lebih dalam, memainkan lidahnya hingga saling bertukar saliva.
Daniel melepaskan diri, melihat bibir Karin yang nampak basah dan lebih merah.
"Ayo kita bersihkan tubuh dulu," ucap Daniel, dengan malu-malu Karin mengangguk.
Saat itu Karin yang masuk ke dalam kamar mandi lebih dulu, sementara Daniel menunggu dengan gelisah.
Sabar Niel, jangan kasar jangan kasar.
Daniel terus coba untuk menenangkan diri, bagaimana pun dia ingin menciptakan kenangan indah antara dia dan Karin, kenangan yang tidak akan pernah bisa mereka lupakan tentang malam pertama.
Deg! Jantung Daniel terasa berdenyut saat melihat pintu kamar mandi itu terbuka, Karin menggunakan gaun malamnya yang begitu pendek. Setengah pahanya bahkan terbuka dengan sempurna.
Ini adalah pemandangan paling indah yang pernah dia lihat, terlebih selama ini Karin selalu menggunakan baju yang tertutup.
Belum lagi bagian atas gaun itu yang memiliki belahan dada rendah, buat kedua bogkahan sintal itu keluar separuhnya.
__ADS_1
Dengan malu-malu Karin menghampiri Daniel. Bukan hanya Daniel, Karin pun ingin malam ini tidak terlupakan bagi mereka berdua.
"Kamu Menggodaku," ucap Daniel saat Karin sudah berdiri dihadapannya, sementara dia duduk ditepi ranjang.
"Aku aku berhasil menggoda mu?" tanya Karin dengan senyumnya yang sangat cantik, membuat Daniel begitu terlena.
"Sentuhlah sendiri, dan nilailah aku tergoda atau tidak."
Daniel menarik satu tangan Karin dan meletakkannya diatas senjata yang sudah menegang hebat.
Dan Karin menggigit bibir bawahnya, merasakan kerasnya benda di dalam celana itu.
"Tunggu aku," ucap Daniel, dia bangkit dan mengecup sekilas bibir Karin. Diciuman ini Karin pun membalas dengan memberikan bibirnya.
Manis sekali.
Selepas Daniel pergi, kini Karin yang menunggu dengan gugup. Bingung bagaimana nanti memulainya, Karin pun membuka ponsel dan mencari cara memulai malam pertama.
Banyak artikel muncul disana dan kebanyakan mengatakan jika wanita pun harus lebih aktif dari sang suami.
__ADS_1
Hanya membaca saja sudah berhasil membuat kedua pipi Karin merona.
3 menit membaca dan Karin mulai paham. Dia lantas meletakkan ponsel itu diatas nakas dan mulai menyisir rambutnya rapi, mengikatnya tinggi hingga leher jejangnya terekspos sempurna.
Karin juga menggunakan wewangian dan mengenai bajunya agar dada itu lebih terlihat.
Sibuk mempersiapkan diri, Karin sampai tidak sadar jika Daniel sudah keluar dari dalam kamar mandi. Hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya.
Daniel tersenyum, sangat bahagia mengetahui Karin telah siap. Tidak takut tentang malam ini.
Perlahan Daniel mendekat dan memeluk sang istri dari belakang, sesaat Karin terkejut, namun kemudian gugup saat menyadari jika Daniel lah yang memeluknya. Pantulan mereka berdua terpampang jelas di dalam kaca. Karin semakin gugup saat melihat sang suami yang tidak memakai baju.
"Kamu cantik sekali sayang," bisik Daniel dan melayanglah Karin saat itu juga.
Daniel menciumi leher Karin, tengkuknya dan menurunkan gaun itu hingga setengahnya jatuh ke lengan. Daniel terus mencium pundak sang istri dan berhasil membuat darah Karin terasa panas. Semakin panas saat Daniel memutar tubuh Karin dan mulai mencium bibirnya, dengan tangan yang mulai bermain di kedua dada itu.
Malam ini mereka saling memuaskan, bahkan Karin tidak mengeluh saat Daniel meminta lagi dan lagi.
Tidak ada penolakan, yang ada hanyalah desahaan.
__ADS_1