After Divorce

After Divorce
Cuek


__ADS_3

Sampai di rumah neneknya, Noval langsung masuk ke kamar ayahnya.


“Noval, kamu istirahat di depan TV aja ya sekalian temani nenek nonton TV,” ajak neneknya.


Noval yang masih kesal dengan kelakuan neneknya karena telah menampar ibunya langsung menolaknya.


“Noval mau istirahat di kamar aja Nek,” ucap Noval dengan nada malas.


“Nggak ada donk yang nemani nenek,” ucap neneknya.


Noval tidak menghiraukan ucapan neneknya. Dia langsung masuk ke kamar ayahnya. Sampai di kamar langsung direbahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan wajahnya ditutup dengan bantal. Noval langsung meluapkan tangisnya di balik bantal. Hatinya sangat sedih mengingat kejadian barusan saat di rumah sakit, ketika neneknya menampar pipi ibunya. Noval juga sangat kesal pada ayahnya karena melihat neneknya menampar ibunya, ayahnya hanya diam saja tidak berbuat apa-apa. Hal itulah yang membuat Noval semakin kesal bukan hanya pada neneknya tapi juga pada ayahnya.


‘Maafkan Noval bu karena nggak bisa membela ibu. Noval berjanji akan selalu membahagiakan ibu. Noval juga berjanji tidak akan membuat ibu sedih lagi. Noval menyesal telah melukai Bastian sehingga ibu harus bolak-balik ke sekolah. Kalau pun nanti hak asuh Noval jatuh pada ayah, tapi Noval tidak akan pernah melupakan ibu. Noval akan selalu menemui ibu. Noval berharap apa yang dikatakan nenek di mobil tadi tidak benar,’ batin Noval sedih.


Saat di mobil tadi Noval sempat mendengar pembicaraan antara nenek dan ayahnya. Neneknya meminta pada ayahnya agar mengurus hak asuh Noval supaya jatuh ke tangan ayahnya. Tapi ayahnya tadi hanya diam saja tidak menanggapi permintaan neneknya sehingga Noval merasa takut kalau ayahnya akan mengabulkan permintaan neneknya.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan ayahnya Noval langsung masuk mendekati putranya.


“Noval, kamu sudah tidur?” tanya ayahnya.


Noval yang mendengar suara ayahnya pura-pura tidur dengan wajah ditutup bantal. Karena tidak mendapat jawaban dari Noval, akhirnya ayahnya menarik bantal yang ada di wajah Noval. Begitu bantal ditarik terlihat wajah Noval basah oleh air mata. Ayahnya Noval langsung bertanya pada putranya.


“Noval kenapa menangis?” tanya ayahnya sambil mengelus kepala anaknya.


Sambil terisak-isak Noval pun berkata pada ayahnya.


“Noval kangen sama ibu, Yah.”


“Tapi kamu kan masih sakit. Kalau nanti sudah sembuh pasti ayah antar ke rumah ibu,” ucap ayahnya menghibur.


“Tapi Noval udah nggak sakit Yah. Noval udah sembuh.”


“Belum Nak, kamu belum sembuh betul. Nanti kalau sudah sembuh betul pasti ayah antar ke rumah ibu.”

__ADS_1


“Benar ya, Yah.”


“Iya Nak, ayah nggak akan bohong.” Dengan lembut ayahnya Noval mengelus kepala putranya.


“Ya udah, sekarang kamu istirahat dulu ya biar kamu cepat sembuh.” Niko kemudian keluar dari kamar dan membiarkan Noval istirahat.


***


Sampai di rumah Andre langsung disambut dengan kemarahan istrinya.


“Kamu dari mana Mas?” tanya Shinta curiga.


“Memangnya kenapa?” jawab Andre cuek.


“Ngapain kamu urus lagi anak itu.”


“Memangnya kenapa kalau aku menolong orang yang sedang sakit, apa nggak boleh?” ucap Andre sambil berjalan masuk ke kamarnya.


Shinta yang tidak puas dengan jawaban suaminya kemudian mengikuti suaminya masuk ke kamar.


“Memangnya kenapa kalau anaknya Widya. Bukankah aku kenal dengan ibunya jadi wajar donk kalau aku menolong anaknya karena Noval sedang sakit.”


“Kamu sengaja menolong anaknya karena mau mencari simpati ibunya kan? Kamu jujur aja Mas jangan berbelit-belit.”


Andre yang malas mendengar ucapan istrimu langsung masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Begitu keluar dari kamar mandi ternyata Shinta sudah menunggu di depan pintu kamar mandi. Episode kedua pun berlanjut lagi.


“Mas jujur aja. Mas barusan dari mama? Kalau hanya mengantar anak itu ke rumah sakit seharusnya Mas sudah pulang dari tadi.”


“Aku pergi kemana pun bukan urusan kamu. Jadi nggak perlu kamu cari tau ke mana aku pergi.”


“Ya jelas aku harus tau Mas, karena kamu kan suami aku. Jadi wajar donk kalau aku mau tau kamu pergi ke mana dan dengan siapa kamu pergi.”


“Kenapa kamu mau tau urusan aku, sementara aku nggak boleh tau urusan kamu selama ini.”

__ADS_1


“Tapi sekarang aku kan selalu memberitau kamu, Mas kalau aku mau pergi kemana pun.”


“Kamu sekarang mau memberitau karena kamu sudah ketahuan selingkuh bukan?”


“Mas jangan ungkit-ungkit masalah itu donk. Yang penting kan sekarang aku sudah berubah. Aku sudah setia nggak selingkuh lagi.”


Andre yang malas berdebat dengan istrinya langsung keluar kamar dan menuju ke ruang kerjanya. Shinta yang tidak puas dengan jawaban suaminya langsung mengikuti suaminya sampai ke ruang kerja. Begitu Andre masuk ke ruang kerja Shinta pun ikut masuk ke dalam.


Andre kemudian duduk di sofa sambil membaca koran sedangkan Shinta duduk di depan suaminya dan ingin meluapkan kekesalannya tapi Andre mencuekinnya dan dia tetap fokus membaca koran.


“Mas, aku belum selesai berbicara,” ucap Shinta memulai pembicaraannya lagi.


Tapi Andre tidak bergeming, dia tetap membaca koran tanpa menghiraukan kehadiran Shinta yang sudah duduk di depannya.


“Mas, dengarkan aku donk. Aku ingin bicara,” ucap Shinta lagi.


Tapi Andre tetap cuek tidak menghiraukan omongan istrinya. Melihat kelakuan Andre yang begitu cuek Shinta merasa kesal. Dia kemudian bangkit dari duduknya dan memandang ke wajah suaminya dengan pandangan marah.


“Pokoknya ingat ya Mas, aku nggak akan tinggal diam dengan kelakuan kamu yang telah menghianati aku. Dan aku akan selalu mengawasi wanita itu. Kamu jangan menyesal kalau terjadi sesuatu pada wanita itu.”


Mendengar ancaman dari istrinya tentang Widya, Andre langsung naik pitam.


“Sekali saja kamu melukai Widya, aku lawan kamu,” ucap Andre ketus.


Mendengar suaminya lebih membela wanita itu Shinta semakin marah. Dia kemudian mengambil asbak yang ada di atas meja itu dan langsung mencampakkan ke lantai sehingga asbak yang terbuat dari kaca hancur berkeping-keping di lantai.


Suara benturan yang lumayan keras membuat ayah mertua Andre mendengarnya. Kemudian ayah mertua Andre buru-buru turun ke lantai bawah begitu mendengar keributan di ruang kerja Andre.


“Apa yang terjadi Shinta?” tanya ayahnya Shinta.


Shinta hanya diam saja dan tetap berdiri di dekat sofa. Dia merasa bingung harus cerita apa pada ayahnya. Kalau dia menceritakan yang sebenarnya bawa Andre telah mencuekinya maka Shinta khawatir kalau ayahnya akan marah besar pada suaminya. Sehingga Shinta tidak berani mengadu pada ayahnya lagi. Shinta juga tidak mau kalau ayahnya akan membenci suaminya.


“Andre, apa yang telah kamu lakukan pada Shinta?” tanya ayah mertuanya.

__ADS_1


“Ayah tanya aja pada anak ayah,” jawab Andre sambil meninggalkan istri dan ayah mertuanya di ruang kerjanya dan kemudian dia berjalan menuju kamarnya.


__ADS_2