After Divorce

After Divorce
Widya


__ADS_3

Begitu akan menyalakan mobil, tiba-tiba ponselnya berdering dan langsung diambil ponselnya yang ada di satu kemejanya. Terlihat panggilan masuk dari Shinta istrinya.


[“Hallo.... ada apa Sin?”] tanya Andre.


[“Kamu sekarang di mana Mas.”]


[“Memangnya kenapa?”] tanya Andre heran karena tidak biasanya Shinta menanyakan keberadaannya.


Sejak perselingkuhan Shinta dengan kekasihnya ketauan, hubungan antara Andre dan istrinya tampak renggang dan keduanya tidak pernah membatasi hubungan keduanya dengan siapa pun. Andre mau pulang jam berapa Shinta tidak pernah menanyakannya. Begitu juga kalau Shinta tidak di rumah Andre juga tidak pernah menanyakannya kapan pulang dan jam berapa pulangnya. Karena mereka sudah sepakat tidak akan pernah mencampuri urusan pribadi masing-masing. Itu semua permintaan Andre karena Andre tidak mau kalau Shinta membatasi ruang geraknya. Shinta yang merasa bersalah akhirnya menerima keputusan Andre.


[“Mas, aku hanya mau memberitau bahwa besok pagi aku harus terbang ke Singapura ada bisnis penting yang harus aku selesaikan.”]


[“Oh ya, kamu hati-hati ya. Aku malam ini nggak pulang.”]


[“Memangnya kamu ke mana Mas?”]


[“Aku ada urusan bisnis.”]


[“Oh, ya udah. Udah dulu ya.”]


Belakangan ini Shinta sibuk dengan bisnisnya yaitu jual beli tas branded sehingga setiap minggu dia selalu pergi ke Singapura dan ke Malaysia untuk berbelanja tas branded. Andre yang tidak memperdulikan lagi kegiatan istrinya banyak menghabiskan waktunya dengan bermain golf.


Ketika pulang kantor terkadang Andre merasa sedih dengan kehidupannya yang telah mempunyai istri dan anak tetapi dia sering merasa kesepian karena ketika pulang dari kantor jarang menemukan istrinya di rumah karena waktu istrinya banyak dihabiskan untuk bersenang-senang dengan temannya. Dulunya Andre sempat marah melihat kelakuan istrinya yang selalu sibuk dengan urusannya tapi sejak istrinya berselingkuh, Andre langsung malas untuk menegurnya.


Bahkan Andre sudah jarang tidur sekamar dengan istrinya. Hampir setiap hari waktunya dihabiskannya di ruang kerja dengan membaca dan kalau sudah ngantuk dia akan tidur di sofa yang ada di ruang kerjanya.


Sejak istrinya berselingkuh Andre ingin bercerai tapi mertua dan anaknya tidak menginginkan mereka berpisah. Bastian sempat minggat dari rumah ketika melihat Andre meninggalkan rumah saat itu.


Akhirnya Andre pulang lagi ke rumahnya tapi hubungan dengan istrinya sudah renggang dan rasa cintanya sudah hilang sama sekali akibat pengkhianatan itu.


Sejak saat itu sampai sekarang kehidupan Andre seperti hampa. Tujuan hidupnya hanya untuk menyenangkan hati anaknya dan mengorbankan perasaannya sendiri.


Setelah kandas cintanya pada Widya, Andre seperti tidak bisa mencintai wanita lain. Perasaannya seperti sudah mati terhadap wanita lain. Yang ada dalam pikirannya hanya mengingat Widya yang merupakan cinta pertamanya yang tidak pernah bisa dilupakan sampai sekarang.


Memang setelah menikah Andre berusaha untuk mencintai istrinya tapi sayangnya cintanya tidak bertahan lama akibat dikhianati.

__ADS_1


Andre sempat putus asa ketika bertahun-tahun lamanya tidak pernah menemukan Widya bahkan Andre sempat mengira kalau Widya sudah meninggal karena Andre sudah bersusah payah mencari Widya kemana-mana. Andre selalu menanyakan Widya pada teman Widya ketika kuliah dulu tapi tidak satu orang pun yang mengetahui keberadaan Widya sehingga Andre yakin tidak akan pernah menemukan Widya untuk selamanya


***


Andre buru-buru melajukan mobilnya tapi masih pertengahan perjalanan tiba-tiba hujan turun dengan derasnya sehingga dengan sangat hati-hati Andre melajukan mobilnya menuju area penginapan. Sampai di penginapan Andre membuka pintu penginapan yang tidak terkunci. Terlihat Widya masih duduk di kursi rotan yang berada di dekat jendela tapi jendela itu sudah ditutupnya karena hujan di luar sangat deras.


Andre langsung mengambil handuk dan dia langsung mandi sedangkan Widya masih duduk di kursi sambil membolak-balik majalah yang ada di tangannya.


Begitu Andre keluar dari kamar mandi dia langsung menyuruh agar Widya segera mandi.


“Kamu nggak mandi Widya?” tanya Andre.


“Iya Ndre sebentar lagi,” jawab Widya.


Tidak lama kemudian Widya langsung pergi mandi.


Selesai mandi keduanya terlihat masih aktif dengan aktivitasnya masing-masing. Widya asik dengan majalahnya sedangkan Andre sibuk dengan ponselnya. Widya terlihat sangat lelah membuat Andre merasa kasihan.


“Widya, kalau kamu lelah lebih baik kamu tiduran aja di tempat tidur ini biar aku yang duduk di kursi itu.”


“Nggak Ndre, aku nggak lelah kok.”


Tiba-tiba pintu diketuk oleh seseorang dan Andre langsung menatap Widya heran. Kemudian Andre berjalan ke arah pintu dan membuka pintu. Terlihat seorang wanita petugas resepsionis yang tadi sedang berdiri di depan pintu.


“Maaf Mbak, ekstra bad yang Mbak pesan habis pula.”


“Oh, iya,” jawab Widya heran.


“Sekali lagi kami minta maaf ya Mbak.”


“Nggak apa-apa Mbak,” jawab Andre yang sempat mendengar pembicaraan Widya dengan wanita itu.


Begitu wanita itu pergi dari hadapan mereka, Andre langsung bertanya pada Widya.


“Extra bed untuk apa Widya?” tanya Andre.

__ADS_1


“Untuk tidur kita nanti. Kan nggak mungkin kita tidur satu ranjang.”


Andre berpikir sesaat. “Nanti malam kamu aja yang tidur di ranjang biar aku tidur di dalam mobil.”


“Kalau kamu tidur di dalam mobil nanti masuk angin loh,” ucap Widya khawatir.


“Nggak apa-apa Widya dari pada nanti kamu merasa nggak nyaman tidur satu ranjang dengan aku. Kalau nggak nanti aku tidur di kursi ini pun nggak apa-apa.”


***


Setelah Widya dan Andre makan malam keduanya menghabiskan waktu di kamar sambil berdiam diri. Keduanya tampak masih kaku terutama Widya yang kelihatan masih canggung dengan Andre bahkan Widya tidak akan buka suara kalau tidak ditanya Andre.


Andre selalu bertanya tentang kehidupan pribadi Widya tapi lagi-lagi Widya selalu menutupi kehidupan pribadinya. Dia berusaha agar Andre tidak mengetahui masalah rumah tangganya terutama tentang pernikahan yang sudah kandas. Padahal Andre sudah mengetahuinya dari bu Rina pegawai perpustakaan di pesantren Noval tapi Andre pura-pura saja tidak tau.


“Suami kamu kerja apa Widya?” tanya Andre.


“Dia seorang pengacara Ndre,” jawab Widya singkat.


“Dulu dia kuliah di kampus kita juga?”


Widya menggelengkan kepalanya.


“Berarti sama donk dengan kita yang sama-sama mahasiswa hukum.”


“Iya Ndre,” jawab Widya singkat.


‘Kalau benar suami Widya seorang pengacara kenapa kehidupan Widya sepertinya sangat susah atau jangan-jangan suaminya tidak pernah memberikan tunjangan buat anaknya,’ batin Andre.


“Anak kamu berapa Widya?”


“Hanya satu Ndre.”


“Oh.... berarti hanya Noval aja.”


“Iya...”

__ADS_1


“Anak kamu kelihatan baik ya sama seperti ibunya.”


Widya hanya diam saja ketika mendapat pujian dari Andre. Tadi Andre sempat bertemu sebentar dengan Noval dan dari sikap Noval kelihatan sekali kalau Noval anaknya baik dan jujur berbeda dengan anaknya sendiri Bastian.


__ADS_2