After Divorce

After Divorce
Tak mau rujuk


__ADS_3

Melihat kedatangan suaminya Shinta langsung menyambutnya dengan membawakan tas kerja suaminya. Sampai di kamar Andre langsung masuk ke kamar mandi dan berganti pakaian. Kemudian dia merebahkan dirinya di tempat tidur untuk melanjutkan tidurnya yang sempat terputus.


“Mas kita makan dulu ya. Aku tadi udah makan Sinta,” jawab Andre langsung memejamkan matanya karena ngantuk berat.


Akhirnya Andre langsung tertidur hanya dalam hitungan detik sedangkan Shinta merasa kesal sendiri karena suami yang ditunggu-tunggunya sejak tadi. Dia bahkan sampai tidak makan karena menunggu suaminya tapi suami yang ditunggunya ternyata tidur. Sementara Shinta yang sejak tadi lapar ditahannya karena ingin makan bersama suaminya.


Akhirnya dengan perasaan kecewa Shinta pergi ke dapur dan makan sendiri. Walaupun perasaannya kecewa karena tidak makan bersama suaminya tapi di sisi lain Shinta merasa senang karena berdasarkan informasi yang diterima dari Wira bahwa suaminya tadi pergi nonton bersama sopirnya Anton. Tentu Shinta merasa senang karena Shinta sedang mencurigai suaminya mempunyai hubungan dekat dengan Widya tapi belum terbukti.


***


Saat Shinta sedang makan pak Husin turun dari lantai dua menuju ke dapur untuk mengambil air hangat. Betapa terkejutnya pak Usin ketika melihat Shinta makan sendiri di ruang makan.


“Kenapa kamu makan sendiri, mana suami kamu?”


“Mas Andre sudah tidur Ayah,” jawab Shinta.


“Bukankah dia baru pulang?”


“Iya Yah. Mas Andre tadi sampai kamar langsung tidur. Katanya udah makan di luar.”


“Jadi kamu sejak tadi nggak mau makan katanya mau makan bersama suami kamu. Ternyata suami kamu sendiri sudah makan di luar.”


“Iya Yah. Mas Andre tadi katanya sudah makan di luar makanya Shinta makan sendiri.”


“Kamu itu harus tegas Shinta. Jangan dibiarkan suami kamu suka-suka seperti itu. Dia sepertinya tidak menghargai pengorbanan kamu. Kamu sejak tadi menunggunya ternyata dia sudah makan di luar.”


“Nggak apa-apa Yah.”


“Jangan-jangan dia makan di luar sama dengan pacarnya,” ucap pak Husin kesal.


“Ayah nggak boleh berburuk sangka sama mas Andre.”

__ADS_1


“Ayah bukan mau berburuk sangka Shinta. Tapi ayah hanya mengingatkan kamu saja. Kebanyakan suami kalau sudah tidak peduli sama istrinya, bahkan sering makan di luar kamu harus berhati-hati. Bisa jadi dia makan di luar bersama pacarnya.”


“Ayah jangan khawatir karena Shinta sudah menyewa seseorang untuk mengikuti mas Andre kemanapun pergi dan berdasarkan informasi yang Shinta terima dari Wira bawa mas Andre tadi pergi menonton berdua dengan Anton supirnya.”


“Apa Wira itu bisa kamu percaya Shinta.”


“Mudah-mudahan Ayah. Wira itu orangnya jujur, nggak mungkin Wira itu menghianati Shinta. Sementara kan Shinta yang menggaji dia. Sinta sekarang sudah lebih tenang Ayah karena selalu mendapatkan informasi dari Wira.”


“Ya udah kalau memang seperti itu. Tapi ayah ingatkan sama kamu. Kamu juga tetap harus hati-hati dan kamu jangan mau dibodohi suami kamu.”


“Iya Ayah.”


Kemudian setelah meminum air hangat pak Husin kembali lagi ke kamarnya yang berada di lantai dua, sedangkan Shinta masih duduk di meja makan sambil merenung sendiri.


‘Apa yang dikatakan ayah memang benar. Aku harus lebih berhati-hati dan selalu memantau mas Andre. Aku nggak mau sampai kecolongan,’ batin Shinta


*****


Pagi ini seperti biasa sebelum berangkat ke kantor Niko sarapan berdua bersama ibunya.


“Niko, kamu nanti pulang jam berapa?” tanya ibunya.


“Sebelum maghrib Bu. Memangnya kenapa Bu?” tanya Niko.


“Nanti Ririn mau datang ke rumah kita,” jelas bu Tanti.


“Lalu kenapa Bu kalau Ririn datang?”


“Maksud ibu, kamu pulang cepat biar bisa ketemu Ririn.”


Mendengar penjelasan ibunya, Niko sudah bisa menebak.

__ADS_1


“Tapi Ibu kan di rumah.”


“Memang sih ibu di rumah. Tapi kalau kamu sudah pulang kan lebih enak biar bisa ngobrol dengan Ririn dan juga orang tuanya.”


“Pasti Ibu mau menjodohkan Niko dengan Ririn kan?” tanya Niko.


Ibunya Niko tidak menjawab. Dia hanya menganggukkan kepalanya.


“Kan udah Niko katakan sama Ibu bahwa Niko tidak mau dijodohkan dengan Ririn karena Ririn sudah Niko anggap adik sendiri,” jelas Niko.


“Tapi hubungan kita bisa lebih dekat lagi. Apalagi kamu kan sudah kenal Ririn sejak kecil. Kamu sudah tau kelakuan dia dan juga sifatnya. Jadi ibu mengharapkan kamu bisa menikahi dia supaya hubungan kita dengan keluarga Ririn bisa lebih dekat lagi. Ibu bisa menjamin Ririn akan bisa menjadi istri yang baik buat kamu karena sejak kecil ibu sudah mengenalnya.”


“Tapi Bu, Niko belum siap untuk menikahi Ririn.”


“Ya udah kalau kamu belum siap saat ini, mungkin nanti-nanti kamu pasti sudah siap. Ibu akan menunggu keputusan kamu.”


Kemudian Niko cepat-cepat menyelesaikan sarapan paginya karena dia malas mendengarkan permintaan ibunya yang selalu memintanya untuk menikahi Ririn yang merupakan sepupunya.


“Niko berangkat sekarang ya Bu.”


Setelah menyalam tangan ibunya, Niko langsung berangkat kerja.


***


Dalam perjalanan menuju tempat kerja, Niko merasa tidak tenang dengan ucapan ibunya barusan. Memang maksud ibunya baik yaitu supaya hubungan keluarga Niko dan keluarga Ririn semakin dekat tapi Niko merasa keberatan karena Niko sudah menganggap Ririn seperti adik kandungnya sendiri. Apalagi sejak kecil Niko sering bermain dengan Ririn sehingga sedikit pun tidak ada perasaan di hati Niko selain hanya sebatas adik.


Melihat keinginan ibunya yang begitu keras membuat Niko merasa kesal sendiri. Sudah berkali-kali Niko mengatakan pada ibunya bahwa dia tidak menginginkan perjodohan itu tapi ibunya tetap memaksa terus membuat Niko merasa pusing sendiri.


Setelah bercerai dengan Widya, Niko baru merasakan ternyata dia merasa kehilangan. Padahal selama pernikahan Niko sering menyakiti perasaan Widya bahkan dia tidak pernah menghargai istrinya itu. Dia selalu semena-mena terhadap istrinya. Tetapi begitu bercerai Niko baru bisa merasakan ternyata Widya sangat berarti bagi dirinya. Bahkan sekarang perasaan itu terhadap Widya sangat besar. Niko seperti merasakan mudah kembali.


Setiap hari yang selalu dilihatnya adalah foto kebersamaannya dengan Widya ketika mereka belum bercerai. Niko ingin rujuk kembali dengan Widya. Tapi ibunya tidak menyetujuinya dan Widya juga tidak mau rujuk kembali. Hal inilah yang membuat Niko semakin pusing.

__ADS_1


Widya yang sudah sangat kecewa dengan sikap Niko tidak mau lagi diajak untuk rujuk. Perasaannya sudah sangat sakit ketika berumah tangga dengan Niko yang selalu disakitinya. Bahkan Niko ringan tangan membuat Widya tidak mempercayainya lagi. Karena biasanya orang yang ringan tangan tidak akan berubah sampai kapan pun akan selalu ringan tangan. Itulah alasan kenapa Widya tidak mau rujuk kembali dengan Niko.


__ADS_2