
Hari yang dinanti-nantikan pun tiba. Hari ini adalah hari Minggu di mana hari pernikahan bagi Andre dan Widya. Sejak pagi tadi Andre sudah tidak sabar menunggu hari pernikahan ini. Selesai sarapan Andre langsung rebahan di tempat tidur di dalam penginapan yang disewa menjelang hari pernikahannya.
Andre yang akan menikah sengaja menetap di Medan sampai pernikahan tiba. Setelh pernikahan selesai dia baru kembali ke Jakarta sekalian membawa istrinya. Sejak kemarin Bastian selalu menemani papinya di penginapan ini.
Setelah kedua orang tuanya bercerai Bastian ikut dengan Shinta tetapi kalau sedang liburan dia akan pergi ke rumah Andre yang ada di Jakarta. Bastian sekarang sudah mempunyai adik perempuan dari pernikahan maminya dan Bobby. Awalnya Bobby tidak mau menikahi Shinta tapi karena didesak oleh budenya Bobby, akhirnya Bobby menikahi Shinta walaupun di awal pernikahan Bobby tanpa membenci Shinta karena dia merasa anak yang dikandung Shinta bukan anaknya.
Begitu anak itu lahir Shinta langsung melakukan tes DNA untuk anaknya dan ternyata hasilnya memang positif kalau anak itu adalah anak Bobby.
Begitu mendapat hasil tes DNA Shinta langsung menyerahkan pada Bobby. Bobby membaca hasil tes itu seperti tidak percaya. Shinta pada saat itu sudah pasrah kalau seandainya Bobby juga tidak mau mengakui sebagai anaknya maka Shinta akan meninggalkan Bobby selamanya. Tapi ternyata hati kecil Bobby mengatakan kalau itu adalah anaknya.
Sejak saat itu Bobby mengakui kalau itu anaknya dan dia sangat menyayangi anak itu. Kehadiran Putri kecil mereka membuat Bobby sekarang berubah. Bobby yang dulunya suka berfoya-foya dan malas bekerja tetapi ketika mengetahui bahwa anak yang dilahirkan Shinta adalah anak kandungnya maka Bobby sekarang rajin bekerja. Bbahkan Bobby juga ikut membantu Shinta dalam mengelola perusahaan ayahnya.
“Papi udah siap?” tanya Bastian mendekati ayahnya yang sedang asik memainkan ponselnya.
“Papi udah siap dari tadi. Kamu udah siap membereskan pakaianmu Bastian?” tanya papinya lagi.
“Apa kita nggak kembali lagi ke penginapan ini Papi?” tanya Bastian.
“Papi nanti malam kan menginap di rumah mama Widya dan kamu katanya mau ikut mami kamu. Jadi kamu harus beres-beres sekarang.”
“Apa pakaian Papi sudah dimasukkan koper semua?” tanya Bastian lagi.
“Ya sudah Bastian makanya papi tanya kamu. Ya udah sekarang kamu beres-beres. Masukan semua pakaian kamu ke koper kamu. Nanti kamu kan ketemu mami kamu di acara pernikahan papi,” ucap Andre pada putranya.
“Kalau gitu Bastian beres-beres dulu ya Papi.”
“Jangan lama-lama karena sebentar lagi acara pernikahan papi akan dimulai.”
Andre dan keluarganya sengaja bermalam di penginapan yang telah dipesan Andre. Dan rencananya selesai ijab kabul Andre menginap di rumah Widya beberapa hari dan kemudian baru pulang ke Jakarta dengan Widya. Sedangkan adik Andre dan keluarganya sore ini juga akan terbang ke Jakarta. Kalau Bastian akan ikut maminya.
__ADS_1
Walaupun Andre sudah bercerai dengan Shinta tapi hubungan mereka masih bagus. Salah satu penyebabnya adalah Bastian karena Bastian selalu berusaha untuk memperbaiki hubungan antara kedua orang tuanya yang telah bercerai.
Bobby yang merupakan ayah tiri Bastian terlihat sangat sayang pada Bastian. Hal itulah yang membuat Andre sering menjalin hubungan dengan Bobby dan mantan istrinya itu.
***
Tepat jam sembilan pagi Andre dan keluarganya yang diwakili oleh adiknya yaitu Vera dan Lina dan keluarga ayahnya ikut menghadiri resepsi pernikahan Andre. Sengaja Widya mengadakan resepsi pernikahannya sangat sederhana. Widya yang sudah janda merasa malu kalau menggelar resepsi pernikahan yang meriah sehingga dia hanya mengundang family dan teman dekat saja.
Begitu Andre dan keluarganya tiba acara ijab kabul langsung digelar di rumah Widya.
“Mbak Widya, keluarga pengantin pria udah datang,” ucap Rika saat masuk ke kamar Widya yang telah selesai berdandan.
Sejak tadi Widya masih duduk di sisi tempat tidur. Dia merasa gugup menghadapi pernikahan ini. Beda saat menghadapi pernikahan sebelumnya yaitu pernikahan dengan Niko. Saat itu Widya tidak gugup seperti sekarang ini.
Tapi saat menikah dengan Andre walaupun usianya sudah tidak muda lagi tapi dia merasa gugup dan gemetaran.
Widya langsung menggenggam erat tangan Rika.
“Mbak kok gugup ya,” ucap Widya pada Rika teman kerjanya.
“Biasa Mbak namanya acara sakral, ya pasti kita gugup,” jelas Rika.
“Tapi Mbak tidak senggugut ketika pertama kali menikah dulu.”
“Kenapa bisa begitu Mbak?” tanya Rika heran.
“Entahlah mbak juga nggak tau kenapa sekarang jadi gugup.”
“Kalau Mbak gugup itu artinya Mbak sangat mencintai mas Andre,” ucap Rika menggoda.
__ADS_1
“Kamu ada-ada aja.”
Tidak tidak lama kemudian acara ijab kabul pun digelar. Semua para undangan sudah hadir termasuk Sinta, Bobby dan juga hadir di tempat itu Niko dan Ririn. Hubungan Widya dengan Niko juga tampak baik dan bagus. Apalagi Ririn sangat menyayangi Noval karena bagaimana pun Noval juga termasuk kemanakannya sendiri.
“Mbak harus tarik nafas dulu dan tenangkan diri,” ucap Rika sambil menggenggam tangan Widya.
Widya langsung mengikuti perkataan Rika. Keduanya langsung keluar dari kamar dan menuju ke ruang tamu untuk melaksanakan ijab kabul.
Semua mata memandang takjub kepada Widya yang baru keluar dari kamar. Walau pun Widya sudah tidak muda lagi tetapi kecantikannya tidak pernah luntur dimakan waktu. Dia masih tampak cantik.
Andre langsung melirik ke arah Widya. Tatapannya tidak berkedip ketika melihat Widya berjalan mendekatinya.
Widya memakai kebaya berwarna putih dengan bawahan kain songket Melayu. Dia terlihat sangat cantik walaupun pakaian yang dikenakan Widya tidak terlalu mahal. Penampilannya kelihatan sangat sederhana tapi enak dipandang mata.
Sambil menundukkan kepalanya Widya duduk di samping Andre. Setelah kedua mempelai sudah duduk di tempatnya acara ijab kabul pun langsung dimulai.
“Gimana Bapak Ibu, acara sudah bisa kita mulai?” tanya pak penghulu.
“Sudah Pak,” jawab pak Tino yang merupakan paman Widya.
Kemudan pak penghulu melaksanakan ijab kabul yang disaksikan para tamu dan undangan. Tidak lama kemudian pak penghulu bertanya pada saksi dan hadirin yang hadir di tempat itu.
“Gimana saksi...Sah...” tanya pak penghulu
“Sah...sah...” jawab hadirin semuanya.
“Alhamdulillah....” ucap semua yang hadir di tempat itu.
Setelah acara ijab kabul selesai acara selanjutnya adalah doa yang dibacakan oleh seorang ustad yang bernama ustad Ferry. Selesai doa dibacakan ustad Ferry, Widya langsung mencium tangan suaminya sedangkan Andre langsung mengecup kening istrinya. Kebahagiaan langsung terpancar dari wajah keduanya. Semua para undangan yang hadir di tempat itu juga merasa senang dan bahagia ketika menyaksikan pernikahan Andre dan Widya.
__ADS_1