After Divorce

After Divorce
AD BAB 101 - Lima Vs Tiga


__ADS_3

Rayden berlari memasuki rumah Sofia dengan begitu ceria, pulang sekolah tadi oma nya langsung mengajak dia untuk jalan-jalan, bermain sepuasnya di wahana bermain yang ada di Mall. Lalu pulang dengan banyak kantung plastik berisi mainan yang dia suka.


Mereka juga makan siang di luar, benar-benar seperti hari minggu.


Jam 3 sore Rayden dan Sofia sampai di rumah.


"Ina, aku capek sekali, kamu urus Rayden ya?" pinta Sofia pada pengasuh sang cucu. Sedari tadi Ina juga ikut bersama dengan mereka.


"Baik Nyonya," jawab Ina patuh, bahkan sedikit menundukkan kepalanya tanda hormat.


"Apa Alex dan Jia sudah keluar kamar?" tanya Sofia pada salah satu pelayan yang menyambut mereka. Pelayan itu membantu membawa kantung belanjaan yang mereka bawa.


"Maaf Nyonya, tuan Alex dan Nyonya Jia belum keluar kamar."


"Apa mereka tidak lapar?" gumam Sofia.


Setelahnya Sofia membuat pengumuman untuk semua Pelayan, bahwa Alex dan Jia kini sudah resmi menjadi sepasang suami dan istri. Tadi pagi Alex dan Jia kembali mendaftarkan pernikahan mereka.


Mendengar kabar bahagia itu tentu semua orang ikut merasa bahagia, semakin bahagia ketika menyadari jika kini Sofia sudah merestui hubungan keduanya.


"Kalau mereka turun, lebih baik kalian langsung menghilang."


"Baik Nyonya," jawab mereka semua kompak, lengkap dengan bibir yang sama-sama mengulum senyum.


"Di rumah ini ada mommy dan daddy Oma?" tanya Rayden, setelah semua pelayan pergi kini giliran dia yang menanyai Oma nya.


"Iya sayang, tapi mereka sedang bertengkar jadi jangan kita ganggu dulu. Biar mereka menyelesaikan masalahnya berdua."


"Bertengkar? bagaimana kalau daddy membuat mommy menangis lagi?" tanya Rayden tidak terima.

__ADS_1


"Tidak sayang, sekarang bertengkarnya lain. Seperti mommy kalah taruhan dan daddy menghukumnya."


"Oh seperti itu. Kapan hukumannya selesai?"


"Mungkin saat makan malam, jadi ayo sekarang kita beristirahat dan jangan ganggu mereka. Oma juga sudah sangat lelah."


"Baiklah Oma, terima kasih untuk hari ini."


Sofia tersenyum, dia berjongkok dan mengecup sekilas kening sang cucu.


"Iya sayang, tidur siang lah, Ina akan membantu mu beres-beres mainan ini."


"Siap Oma!"


Mereka berpisah dan segera menuju kamar masing-masing, beristirahat dan bertemu lagi ketika makan malam tiba.


Sementara itu di kamar Alex dan Jia keduanya masih saling memeluk erat beristirahat setelah percintaan panas mereka. Masih sama-sama polos mereka saling menciumi aroma tubuh masing-masing, seolah mengobati rindu yang selama ini tertahan.


"Tubuh daddy juga, waktu itu sempat kurus sekali."


"Iya, aku stress memikirkan mommy."


Jia terkekeh, "Bohong," sahutnya kemudian.


"Mommy tidak percaya?"


Jia menggeleng.


"Tanyalah pada Sean."

__ADS_1


Jia mencebik.


Dan Alex langsung melumaat bibir itu hingga kembali tersenyum.


"Mom."


"Apa Dad?"


"Tadi keluar di dalam terus, bagaimana kalau mommy hamil?" Alex mengelus perut istrinya yang masih rata, tangan itu terua bergerak dibawah selimut sana.


"Kenapa bagaimana? tidak masalah aku hamil, kan sudah punya suami."


Alex terkekeh, "Bukan seperti itu maksudku Mom."


"Lalu?"


"Mommy bersedia hamil lagi?"


"Tentu saja, sebenarnya aku ingin memiliki banyak anak."


"Sama, aku juga mau kita punya 5 anak, sudah ada Rayden, berarti ayo kita buat 4 lagi."


Alex menciumi leher Jia, hingga istrinya itu kegelian dan tertawa terbahak.


"Itu terlalu banyak Dad, 3 juga sudah banyak."


"Pokoknya 5."


"3."

__ADS_1


"5."


"Aw! Jia menjerit saat tiba-tiba Alex menggigit satu dadanya. Dan setelah itu percintaan ketiga mereka kembali terulang.


__ADS_2