
Menjelang sore Andre pamit akan balik ke Jakarta. Seharusnya pagi tadi Andre terbang ke Jakarta tapi tiba-tiba pak Husin sakit Andre akhirnya mengundur keberangkatannya untuk pulang ke Jakarta.
“Ayah, saya pamit akan berangkat ke Jakarta malam ini.”
Mendengar perkataan Andre, pak Husin langsung menangis sedih. Dia merasa menyesal karena telah bersikap tidak baik pada menantunya selama ini.
“Maafkan atas kesalahan ayah selama ini Andre,” ucap pak Husin lemah.
“Sama-sama Ayah, saya juga minta maaf dan saya doakan semoga ayah cepat sembuh dan bisa berkumpul kembali dengan Shinta dan Bastian.”
Setelah berpamitan dengan ayah mertuanya kemudian Andre pergi ke bandara. Shinta yang melihat kepergian Andre tidak dapat menahan tangisnya. Dia merasa sedih karena tidak akan ketemu lagi dengan Andre dan dia juga merasa menyesal karena perceraian yang sangat ditakutkan terjadi juga. Semua ini karena kesalahannya sendiri.
***
Begitu Andre pergi pak Husin langsung berbicara dengan Shinta yang ada di sampingnya.
“Shinta...” panggil ayahnya.
“Iya, Ayah,” jawab Shinta.
“Shinta, mulai besok kamu urus pernikahan kamu dengan ayah bayi itu.”
“Tapi Ayah, Bobby tidak mau menikahi Shinta.”
“Itu semua karena kebodohanmu. Shinta, kamu tidak pernah bersyukur mempunyai suami seperti Andre. Bahkan kamu sudah pernah ketauan suami kamu berselingkuh tetap kamu lakukan juga. Kelakuanmu memang bejat. Kamu seperti anak yang tidak pernah dididik dan kamu tidak tau malu. Mungkin sama orang lain kamu tidak malu tapi bagaimana dengan Bastian. Apakah kamu tidak malu dengan anak kamu sendiri kalau dia tau kamu berselingkuh dengan pria lain. Kamu telah mengecewakan ayah. Ayah tidak mau tau. Dalam minggu ini kamu harus menikah dengan pria itu dan setelah kalian menikah, kalian harus angkat kaki dari rumah ayah karena ayah tidak mau melihat muka kamu lagi Shinta,” ucap pak Husin dengan nada merah.
Pak Husin merasa sangat kecewa dengan kelakuan Shinta. Selama ini pak Husin sangat memanjakan Shinta sehingga sekarang dia menerima akibatnya. Anak yang selalu dimanja akhirnya menyusahkan dirinya sendiri.
“Maafkan Shinta, Ayah. Maafkan Shinta. Shinta sangat menyesal.” Shinta kemudian memegang tangan ayahnya tapi langsung ditepis kasar oleh pak Husin.
“Sekarang kamu keluar dari kamar ini. Lebih baik kamu pulang ke rumah biar ayah dijaga oleh bi Ijah aja,” pinta pak Husin.
“Ayah, Shinta biar di sini aja menunggu Ayah,” ucap Shinta sambil memelas.
“Nggak, kamu harus pulang sekarang juga karena ayah tidak mau melihat wajah kamu.”
__ADS_1
Mendengar ucapan ayahnya, Shinta semakin sedih dan sangat menyesal.
Akhirnya dengan perasaan kecewa dia kembali ke rumahnya. Sedangkan bi Ijah masih tetap di rumah sakit menunggu pak Husin.
***
Sampai di rumah Shinta masih menangis. Dia tidak pernah menyangka kalau ayahnya akan semarah itu kepadanya. Selama ini ayahnya selalu membelanya dan semua keinginan Shinta selalu dituruti ayahnya sejak Shinta masih kecil sampai sudah berumah tangga. Bahkan kalau melihat Shinta menangis maka ayahnya akan marah besar. Sekarang menjadi terbalik. Dulu ayahnya terlihat sangat menyayanginya, sekarang ayahnya terlihat sangat membencinya.
Di dalam kamar Shinta meluapkan tangisnya. Kepalanya rasanya mau pecah memikirkan semua ini. Dia baru saja dicerai Andre dan sekarang ayahnya sangat membencinya. Segudang penyesalan muncul tapi tidak ada artinya karena tidak akan mengembalikan semuanya.
Perceraian yang sangat ditakutkan Shinta akhirnya terjadi juga. Perasaan ayahnya yang telah dikecewakannya tidak akan mengembalikan ke bentuk semula. Setelah lelah menangis akhirnya Shinta tertidur.
***
Dua tahun berlalu.
Pagi ini bu Tanti terlihat sangat bahagia karena hari ini adalah hari pernikahan Niko dengan Ririn. Sedangkan Niko yang sedang sarapan di meja makan tidak memperlihatkan kegembiraannya. Wajahnya tidak ceria seperti ibunya.
Selesai sarapan Niko masih duduk di tempatnya. Rasanya dia malas untuk bangkit dari duduknya. Dia asik memainkan gelas yang ada di tangannya padahal sarapan sudah selesai beberapa menit yang lalu.
“Udah kamu persiapkan semuanya Niko?” tanya bu Tanti.
“Hari ini hari pernikahan kamu. Apakah baju kamu yang akan dibawa ke rumah Ririn sudah kamu siapkan semuanya?”
“Sudah Bu,” jawab Niko masih tetap santai.
“Lalu mana koper kamu, kenapa nggak dikeluarkan langsung?”
“Koper?” tanya Niko heran.
“Iya koper baju kamu. Baju kamu kan dimasukkan ke koper Niko,” jelas ibunya lagi.
“Niko hanya bawa baju dua potong aja Bu.”
“Kenapa hanya dua potong Niko. Bukankah kamu seminggu di sana?”
__ADS_1
“Niko hanya dua malam saja di sana Bu, kemudian Niko akan pulang kemari.”
“Pulang kemari bersama Ririn maksud kamu kan?”
“Ya nggak Bu. Niko pulang sendiri.”
“Maksud kamu, kamu pulang ke rumah ini sendiri?”
“Iya Bu.”
“Kamu apa-apaan sih Niko. Sudah menikah kenapa istri kamu tidak langsung dibawa kemari?”
“Nggak Bu. Niko biar pulang sendiri aja.”
“Jadi istri kamu gimana?”
“Ya nanti kalau sudah sebulan kami menikah baru dibawa kemari.”
“Kamu ini apa-apan sih. Kamu pulang kemari harus bersama istri kamu. Kamu jangan pulang sendiri. Ibu nggak setuju.”
“Terserah Ibu aja deh,” jawan Niko cuek.
Niko langsung bangkit dari duduknya dan masuk ke kamarnya. Di dalam kamar dia langsung merebahkan diri di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Sebenarnya Niko belum mau menikahi Ririn tapi karena keinginan ibunya yang sangat kuat akhirnya Niko pun menuruti kemauan ibunya.
Apalagi setelah mendengar kabar kalau Widya akan menikah dengan Andre. Dua minggu yang lalu Niko sempat ketemu dengan Siti yang merupakan saudara sepupu Widya. Siti menjelaskan pada Niko bahwa Widya akan menikah dengan Andre.
Setelah Andre bercerai dengan Shinta, Andre ingin langsung menikahi Widya. Tetapi Widya tidak mau karena masih memikirkan perasaan Noval. Widya takut pernikahannya dengan Andre akan mengganggu jiwa Noval. Tapi ternyata Noval mendukung kalau ibunya menikah lagi karena Noval tau bahwa ibunya sudah tidak mencintai ayahnya lagi.
Hal itulah alasan Noval mau mendukung ibunya untuk menikah lagi. Noval juga kasihan melihat nasib ibunya yang hidup sendiri dan bersusah payah mencari nafkah.
“Noval setuju kalau Ibu menikah lagi dengan om Andre. Tapi Noval mau kalau nanti Ibu sudah menikah lagi, Ibu jangan bekerja lagi ya,” pinta Noval.
“Tapi ibu udah biasa bekerja Noval.”
“Untuk apa Ibu bekerja lagi kalau sudah menikah. Makanya Ibu harus mencari suami yang baik, pengertian dan bisa menghidupi Ibu dan juga Noval. Kalau Ibu sudah menikah masih bekerja juga ngapain Ibu menikah,” jelas Noval.
__ADS_1
Itulah yang diucapkan Noval pada saat itu membuat Widya menyetujui saat Andre mengajaknya untuk menikah.
Sebenarnya begitu Andre bercerai dengan Shinta, Andre sudah beberapa kali meminta Widya untuk menjadi istrinya. Tetapi Widya selalu menolaknya dengan alasan Noval belum siap. Begitu Noval mengatakan sendiri pada ibunya, akhirnya Widya menerima lamaran Andre.